Mencegah Kerugian Besar Pada Forex Trading

62020

Investasi pada dunia Forex bisa memberikan keuntungan besar, tapi ada kemungkinan kerugian yang besar pula. Perlu siasat tertentu untuk mencegah rugi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Investasi pada dunia Forex atau Valas adalah investasi yang memberikan keuntungan besar akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kerugian yang besar pula. Banyak sekali para trader yang berharap dapat meminimalkan kerugian transaksi forex mereka dengan berbagai cara namun seringkali tidak efektif.
 
mencegah kerugian besar
Berikut ini saya akan coba membahas bagaimana cara mensiasati agar kerugian dalam transaksi Forex tidak terlalu besar :

1. Over Trading
Melakukan transaksi forex yang terlalu banyak dibandingkan dana yang kita miliki. Transaksi forex menggunakan margin, sehingga sangat beresiko. Oleh karena itu, kita perlu memperhitungkan dengan cermat berapa sebaiknya jumlah lot yang kita transaksikan. Sebaiknya Anda tidak men-trading-kan lebih dari 10 persen dana yang Anda miliki. Siasat ini akan mencegah agar Akun Anda tidak mengalami kerugian besar.

2. Memahami Efek Suatu Berita (Analisa Fundamental)
Trader yang bertransaksi dengan mengandalkan berita beberapa kali kecewa karena tidak sesuai dengan yang mereka prediksi. Maka sangat penting bagi trader untuk memahami dengan jelas berita yang akan diumumkan dan mencari tahu bagaimana pasar mengantisipasinya. Silahkan anda baca selengkapnya di ulasan mengenai Analisa Fundamental.

3. Tidak Bergantung Terhadap Orang Lain
Trader yang berhasil adalah trader yang mengandalkan kemampuannya sendiri, sehingga dapat mengetahui apakah analisanya efektif atau tidak, bukan karena bergantung pada analisa orang lain.

4. Over Confident
Hal ini seringkali menjadi masalah besar dalam transaksi. Terlalu percaya diri sangat berbahaya karena kadangkala kita tidak tahu persis apa yang terjadi di pasar. Terlalu banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan harga.

5. Chartist
Trader yang terlalu mengandalkan chart dalam transaksi. Memang pergerakan harga cenderung bergerak dalam pola yang sudah ada, namun berita (fundamental) ataupun kebijakan tertentu bisa merubah tren di pasar. Jadi, dalam transaksi forex lebih baik jika menggabungkan antara analisa fundamental dan analisa teknikal.

6. Gunakan Stop Loss
Ada dilema yang harus dihadapi trader dalam bertransaksi di forex. Tak jarang, ketika posisi mereka menyentuh stop loss, harga lalu kembali berbalik ke arah yang sudah mereka prediksi. Kejadian seperti ini sering menimbulkan penyesalan, dan karenanya mereka kemudian menolak menggunakan stop loss. Namun banyak kasus membuktikan bahwa tanpa stop loss, kerugian trader bisa sangat tidak terbatas.

7. Sistem Trading yang Sederhana
Ada kecenderungan bahwa semakin banyak indikator yang kita gunakan dalam chart, maka akan lebih banyak sinyal yang kita peroleh. Namun kenyataannya, semakin banyak indikator malah membuat kita bingung karena masing-masing memberi sinyal yang berbeda. Menggunakan 2 atau 3 indikator dapat mempermudah kita untuk masuk pasar.


8. Sistem Automated Trading
Banyak trader forex terlalu yakin dengan sistem robot trading tertentu sehingga tidak melakukan intervensi sedikitpun. Masalah mulai timbul ketika tren pasar berubah. Kontrol terus sistem robot yang kita gunakan dalam transaksi forex.

9. Waktu Masuk Pasar
Tidak perlu setiap hari masuk pasar. Ambil posisi pada saat Anda melihat momen yang cocok untuk masuk. Jika tidak ada momen, lebih baik berdiam diri seraya terus memantau perkembangan di pasar forex.


10. Tidak Mudah Putus Asa
Para pemula seringkali menganggap remeh transaksi forex, sehingga tidak mau lagi meluangkan waktu untuk belajar forex lebih jauh. Padahal dengan terus belajar maka Anda akan mengetahui lebih jelas seluk-beluk transaksi di forex.


11. Memanfaatkan Sinyal Forex
Di Internet banyak sekali yang menyediakan sinyal forex secara gratis. Itu bisa anda dapatkan dan gunakan sebagai second opinion dalam mengambil sebuah keputusan open posisi saat bertrading forex.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Fxtrade
ane sangat setuju dengan poin yang nomor 5, trader kebanyakan cenderung trading dengan menggunakan chartnya saja, tidak melihat fundamentalnya. pdahal salah satu faktor yang paling penting untuk menentukan trend adalah fundamentalnya
Erly
Jadi bagaimana solusinya dg stop loss itu td? Emang bener jadinya lebih bahaya kalo nggak pake stop loss. Jelas kalo posisinya floating minus terus pasti bisa bablas sampe kena mc. Tapi kalo dipake juga ada kemungkinan nanti posisi cepet kena sebelum berbalik profit. Jadi solusinya bagaimana ini?
Ahmad B Santoso
maka perlu mempelajarai cara penempatan stop loss yang tepat. sudah banyak artikel yang membahas tentang cara memposisikan stop loss dengan benar, supaya tidak terlalu dekat ataupun tidak terlalu jauh. secara umum bisa ditentukan berdasarkan volatilitas.

dimana saat volatilitas meningkat maka stop loss tidak boleh terlalu dekat, namun saat volatilitas rendah penempatan stop loss bisa di range yang ketat. lebih dari itu, stop loss bisa juga ditempatkan sesuai dengan support dan resistance terdekat, atau berdasarkan sinyal dari strategi trading yang digunakan.

demikianpun untuk menetapkan jarak stop loss dan take profit, bisa dihitung berdasarkan manajemen resiko yang sesuai.
Tri Susanto
noh katax mesti mengandalkan kemampuan sendiri ato ga bergantung sama orang lain. tapi kok boleh ambil sinyal dr internet? kan sinyal itu juga dari org lain, kl gratis malah sumbernya kadang kurang jelas, hny kasih gambaran umumnya aja..... semisal beneran manfaatin sinyal luar apa ga malah makin bingung tuh tradingx?
Ahmad B Santoso
sinyal forex yang diperoleh dari sumber luar bisa dijadikan sebagai second opinion, atau opini sekunder untuk melengkapi sinyal utama dari sistem trading kita sendiri. cara ini kadang berguna untuk mengkonfirmasi sebuah sinyal utama yang tampak meragukan, atau sebagai pelengkap dari sinyal entry agar bisa lebih yakin dalam membuka trade di suatu posisi. namun sepertinya hal ini tidak wajib, karena ini juga tergantung pada probabilitas trading saat menggunakan atau tidak menggunakan sinyal dari sumber luar. ada baiknya diuji dulu melalui backtest atau forwardtest agar tahu cara mana yang paling efektif.
Anggi Jempol
dulu sempet tertarik sm robot trdng, ea, & smcmnya yg berbau automatic trdng. tp stlh bc kekurangan2 diantaranya ndak sesuai sm semua kondisi psr & bth vpn jg jd lbh prefer k trdng sendiri scr manual ja. drpd susah2 ngaturin robot tiap ada prbhn tren, mndng bkn sistem trdng sndiri trus dipraktekin sndr aja.
krn tujuan pake robot kn biar trdng ndak terlalu ribet. tp klo ditiap ada perubahan tren msh perlu disetting dl berarti y sm aja akhirnya ngerepotin. ndak jauh beda sm klo trdng sndr scr manual.