Mengenal Mata Uang Kripto EOS

EOS adalah software dengan arsitektur dasar penciptaan Blockchain yang dirancang untuk memungkinkan penskalaan secara vertikal dan horizontal sekaligus.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bagi pecinta Cryptocurrencies (Kriptografis/Mata Uang Kripto/Aset Kripto Digital), pasti sudah tidak asing lagi dengan situs Coinmarketcap.com dan Coinranking.com yang menyediakan seluruh data yang diperlukan untuk analisa kripto. Nah, jika bermain ke situs Coinranking.com, kita bisa mengetahui keseluruhan Ranking atau peringkat mata uang kripto menurut kepopulerannya dan total valuasi marketnya. Setelah kita sudah membahas hampir keseluruhan peringkat 10 ranking teratas, ada yang menarik pada ranking ke-11, yaitu kripto dengan nama EOS yang masih sangat jarang dibahas, dan banyak yang belum mengerti apa itu EOS.

Mata Uang Kripto EOS

 

Saat ini EOS menempati posisi ke-11 dalam jajaran dari keseluruhan 1,373 mata uang kripto yang tercipta dan sudah beredar di pasar saat ini. Bukan hal mudah untuk menduduki 20 peringkat besar untuk mata uang kripto, karena diharuskan untuk memberikan manfaat yang besar dalam masa depan dunia ekonomi, serta harus dapat diterima secara global.

Jika kita lihat lebih jauh dari data yang disediakan Coinranking.com, kita dapat melihat grafik pertumbuhan nilai EOS secara detail. EOS saat ini pada harga $10.29, atau dengan kata lain sudah membukukan sekitar 284% pertumbuhan positif dari akhir November 2017 hingga akhir Desember 2017. Artinya, dalam kurun waktu 1 bulan saja, aset digital EOS ini sudah mengalami pertumbuhan nilai hampir 3 kali lipatnya.

Mata Uang Kripto EOS

Lalu, jika kita lihat data dari Coinmarketcap.com, EOS saat ini memiliki Valuasi Pasar sebesar $5,9 miiar, dengan volume perdagangan 24 jam terakhir senilai $373 juta. Sedangkan sirkulasi EOS yang sudah beredar di pasaran sekitar 565 juta keping EOS dari total maksimum EOS yang dapat diciptakan sebesar 1 miliar keping EOS. Ini artinya masih ada sekitar 50% EOS yang belum ditambang dan belum beredar dipasaran.

Kemudian, kita berlanjut kepada data yang disediakan oleh Tradingview.com dimana grafik pertumbuhan EOS secara realtime dapat dilihat. Dari grafik di bawah ini, bisa kita ambil data bahwa titik terendah sepanjang masa untuk EOS adalah di level $0.5 (data yang tersedia dari bulan Juli 2017), kemudian terus mengalami kenaikan hingga level tertinggi sepanjang masa pada tanggal 19 Desember 2017 di harga $12.5. Artinya, EOS selama kurun waktu 1 tahun terakhir sudah mengalami kenaikan nilai sebesar 2,500% atau 25 kali lipat dari harga awal rilisnya.

 

EOS Daily

 

Pertumbuhan yang dapat dibukukan oleh EOS dalam 1 tahun terakhir bahkan mengalahkan pertumbuhan Bitcoin sebagai "Raja Kripto" yang hanya mampu membukukan pertumbuhan sekitar 1,100% atau 11 kali lipat dari harga awal tahun 2017. Lalu, yang jadi pertanyaan sekarang, Apa sebenarnya EOS yang menjadi salah satu mata uang kripto paling fenomenal pada tahun 2017 ini.

 

Apa Itu EOS?

EOS merupakan suatu platform perangkat lunak dengan arsitektur dasar penciptaan Blockchain yang dirancang untuk memungkinkan penskalaan secara vertikal dan horizontal sekaligus. Sebuah platform terdesentralisasi yang dapat diadopsi oleh berbagai perangkat lunak yang dikembangkan oleh para developer.

EOS menyediakan akun, autentikasi, database, serta komunikasi asinkron, dan penjadwalan aplikasi di beberapa Core atau Culster CPU. Arsitektur Blockchain yang dimiliki EOS dapat memungkinkan penskalaan yang besar, sehingga jutaan transaksi dapat diproses setiap detiknya. Apalagi, biaya transaksi dapat ditekan hingga ke angka mikro, atau hampir mendekati angka nol, sehingga efisiensi terhadap penggunaan Blockchain dapat tercapai.

EOS adalah sebuah sistem terdesentralisasi berbasis Blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung semua aplikasi desentralisasi berskala Komersial dengan menyediakan semua fungsi inti yang diperlukan. Sehingga memungkinkan EOS untuk diadopsi pada aplikasi berbasis Web maupun Mobile.

Komunikasi asynchronous EOS dan pemrosesan paralel memberikan skalabilitas yang stabil, sementara Ownership Model yang dimiliki EOS akan menghilangkan biaya transaksi. Fitur tersebut membuat EOS menjadi pesaing serius terhadap Ethereum (ETH), meskipun ICO EOS mengambil basis yang dimiliki Ethereum.

EOS menggunakan Delegated-Proof-of-Stake, dimana kemampuan untuk memperbaiki perubahan bug dan rollback pertama kali diperkenalkan dengan konsensus super mayoritas.

EOS diciptakan oleh block.one, yang dirancang sedemikian rupa untuk mendukung keseluruhan kebutuhan desentralisasi pada tingkat komersial dengan menyediakan seluruh fungsi inti yang diperlukan, misalnya database, akun, signature (perizinan), schedule (penjadwalan), autentikasi, dan penanganan komunikasi antara aplikasi yang terhubung di jaringan internet. Sehingga, EOS akan lebih memudahkan para pelaku bisnis untuk tetap fokus pada pengembangan bisnis mereka sendiri daripada fokus pada sistem pembayaran.

 

Fitur Unggulan Mata Uang Kripto EOS

Dua fitur yang dijanjikan oleh EOS benar-benar menarik perhatikan hampir seluruh kalangan pecinta kriptografi, baik pedagang, investor, maupun para pelaku bisnis.

 

  • Penghapusan Biaya Transaksi

Saat ini pada kebanyakan mata uang kripto di 10 peringkat besar masih membebankan biaya transaksi yang lumayan besar. Sebagai contoh kita ambil Bitcoin (BTC) yang saat ini berada di peringkat pertama dari jajaran 1,373 mata uang kripto yang beredar saat ini. Bitcoin (BTC) menurt data dari Earn.com , Bitinfochart, dan Bitfinex saat ini memiliki biaya rata-rata $35 per transaksi. Hal ini membuat transaksi senilai kurang dari $1,000 akan terasa tidak masuk akal, karena biaya transaksi yang sangat membengkak tersebut.

Berbeda dengan EOS yang memiliki fitur transaksi tanpa Fee, karena ada fitur Ownership Model atau Model Kepemilikan dimana pengguna memiliki dan berhak untuk menggunakan sumber daya yang proporsional dengan saham mereka sendiri, daripada harus membayar untuk setiap transaksi. Artinya, ada keharusan seseorang memiliki beberapa keping EOS untuk dapat menikmati fitur transaksi bebas biaya tersebut.

 

  • Skalabilitas EOS

Kita ambil contoh lagi Bitcoin (BTC) yang saat ini sedang terkendala masalah skalabilitas yang parah, dimana setiap transaksi akan "macet dalam antrian" untuk kurun waktu antara 38 menit hingga 1,188 menit. Hal inilah yang kemudian membuat Bitcoin (BTC) hampir tidak bisa lagi disebut dengan alat pembayaran instan, karena proses validasi transaksi memakan waktu yang cukup lama. Apalagi menurut data dari Blockchain.info, jaringan Blockchain Bitcoin saat ini hanya mampu untuk memproses 3 hingga 14 transaksi per detiknya.

EOS menghadirkan skalabilitas yang tinggi. Jutaan transaksi dapat diproses setiap detik dengan komunikasi asinkron dan pemrosesan paralel.

Dengan kedua fitur unggulan di atas, tidak heran jika EOS pada masa depan dapat menjadi pesaing serius terhadap Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang saat ini masih bertengger di posisi 1 dan 2 dari keseluruhan mata uang kripto yang ada di dunia ini.

 

Fix Bugs and Rollback

Selain kedua fitur yang dijelaskan di atas, baru-baru ini EOS juga memperkenalkan sebuah kemampuan "Fix Bugs and Rollback", artinya kemampuan memperbaiki bug (celah) dan rollback dapat dilakukan dengan konsensus supermayoritas, daripada menggunakan Hard Fork seperti mata uang kripto pada umumnya.

Hal ini karena EOS menggunakan bukti-bukti saham yang didelegasikan, dimana banyak node saksi dinominasikan oleh jaringan sebagai perwakilan untuk membuat keputusan tingkat tinggi tertentu dengan lebih cepat, tanpa harus menunggu keseluruhan voting dari seluruh jaringan. Sedangkan pada mata uang kripto lain yang menerapkan Hard Fork, harus menggunakan sistem voting dari para pengembang dan penambang hingga mencapai minimal 90%.

Meskipun fitur ini dapat mengurangi desentralisasi jaringan EOS, namun kontribusi yang didapatkan akan sangat bermanfaat terhadap kemampuan perusahaan mainstream untuk mengadopsi dan berinteraksi dengan teknologi Blockchain secara efektif dan efisien.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.