5 Kesalahan Pemrograman Kripto Terbesar Sepanjang Masa

285779

Tahukah Anda? Sedikit saja ada kesalahan pemrograman kripto bisa menimbulkan kerugian hingga jutaan Dolar. Berikut adalah 5 kasus yang telah terjadi.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Programmer Blockchain memahami pentingnya memverifikasi coding mereka sebelum membuat perubahan permanen pada platform kripto. Sayangnya, tidak ada yang sempurna, dan kesalahan pemrograman kripto dapat dan memang telah terjadi beberapa kali sejak kemunculan Bitcoin pada tahun 2009.

Kesalahan alam coding Blockchain dapat mempengaruhi sebagian besar jaringan dan komunitas kripto. Satu kesalahan pemrograman kecil saja dapat menyebabkan jutaan dana hilang dari jaringan Blockchain. Konsekuensi yang luas ini adalah alasan untuk menjadikan proyek Blockchain sebagai open source (sumber terbuka). Proyek sumber terbuka memiliki keamanan tambahan, karena banyak pengembang yang memeriksa kode untuk kesalahan.

Meskipun begitu, konsekuensi kesalahan masih mungkin terjadi dalam persentase yang sangat kecil. Sekecil apapun kesalahan yang terjadi di dalam Blockchain akan memberikan dampak fatal, karena konsep Blockchain adalah immutable; tidak dapat dirubah. Berikut ada 5 kesalahan pemrograman kripto terbesar sepanjang sejarah yang sudah atau mungkin dapat menghilangkan jutaan dana.

Kesalahan Pemrograman Kripto

 

1. Ethereum Dan Parity Wallet Fiasco

Bayangkan Anda memprogram Smart Contract dan tiba-tiba Anda menguasai ribuan Dompet multi-signature secara tidak sengaja. Insiden ini dialami oleh Developer bernama devops199, yang secara tidak sengaja mampu mengambil alih jutaan Parity Wallet Fiasco. Alih-alih ingin mengeksploitasi keadaan tersebut, devops199 justru mencoba membatalkan pengkodean agar dapat mengembalikan dompet ke pemiliknya yang sah.

Devops199 kemudian menghapus kode yang secara tidak sengaja memberinya akses ke ribuan Dompet tersebut. Sayangnya, penghapusan kode juga membekukan semua dana di Dompet itu dalam waktu tanpa batas. Secara total, Ethereum senilai $300 juta hilang dalam insiden tersebut.

Sebelum insiden ini, pernah terjadi juga kasus lain di Parity Wallet Fiasco, yakni peretasan yang mengakibatkan kerugian $32 juta. Tim pengembang Fiasco kemudian mencoba melakukan overdrive untuk memperbaiki cacat dan mencegah kehilangan dana lebih banyak. Jika dipikir-pikir kembali, efek dari peretasan tersebut tidak lebih buruk dari $300 juta di Ethereum yang membeku selamanya.

 

2. 92 Miliar Bitcoin

Pengembang Bitcoin, Jeff Garzik, memperhatikan sesuatu yang aneh ketika meninjau pengkodean Bitcoin pada 8 Agustus 2010. Ia mengumumkan kejanggalan itu di forum Bitcointalk untuk memperingatkan pengembang lain tentang masalah berat tersebut. Apa yang Garzik perhatikan adalah bahwa nilai dari salah satu blok mencapai 92 miliar Bitcoin. Mengingat bahwa seharusnya hanya ada 21,000,000 Bitcoin yang akan dibuat, ini jelas bug pengkodean yang sangat parah.

Kesalahan itu sangat signifikan sehingga para pengembang dan penambang memutuskan untuk melakukan reset di seluruh jaringan Bitcoin. Mereka melakukan ini dengan memundurkan Blockchain ke blok sebelumnya yang mengandung 92 miliar Bitcoin. Sayangnya, reset ini berdampak pada pembatalan semua transaksi yang dilakukan setelah blok 92 miliar Bitcoin tercatat dan sebelum blok tersebut diperbaiki.

Bitcoin 92 miliar

(Baca juga: Bagaimana Mata Uang Kripto Mempertahankan Nilainya?)

Tidak sampai di situ saja, terungkap bahwa pengembang menemukan bug yang memungkinkan seseorang mengeksploitasi kesalahan overflow pada saat reset dilakukan. Jenis kesalahan ini terjadi ketika sistem me-restart protokol penghitungan dan tidak melanjutkannya secara kronologis.

Andaikan Jeff Garzik tidak segera menindaklanjuti masalah ini dan bug kemudian dimanfaatkan oleh peretas, maka jaringan Bitcoin akan tamat pada saat itu juga. Penciptaan 92 miliar Bitcoin secara instan tidak hanya akan menghancurkan harga Bitcoin itu sendiri, tetapi pamor dari seluruh jaringan Blockchain. Berbicara di depan umum, Wladimir Van Der Laan, pengembang utama Bitcoin menyebut insiden itu adalah kejadian "terburuk" dalam sejarah kripto.

 

3. Insiden REX ICO

Platform REX membawa manfaat teknologi Blockchain ke sektor Properti. Platform ini menciptakan layanan daftar blokir multiple-to-peer Blockchain yang terdesentralisasi (MLS). Meskipun telah melewati setidaknya satu kesalahan pemrograman kripto utama, platform ini terus mendapatkan kesuksesan tajam sampai sebuah insiden buruk terjadi di jaringan mereka.

REX banyak mendapat sorotan ketika pada bulan Agustus 2017, pengembang kehilangan $1.3 juta dalam Ethereum selama Initial Coin Offering (ICO). Kesalahan muncul ketika salah satu pengembang masuk dalam string hex Javascript yang salah saat memprogram Smart Contract ICO.

Apa itu ICO

(Baca juga: Penjelasan Lengkap Mengenai ICO)

Kesalahan ini mengakibatkan dana peserta ICO dikirim ke alamat yang tidak aktif di Blockchain, sehingga $1.3 juta dana dalam bentuk Ethereum dibekukan selamanya. Untungnya, REX sudah mengumpulkan $13 juta dalam pendanaan modal ventura, dan mampu mengganti dana semua orang yang diragukan dari insiden ini.

 

4. Binance Menangguhkan Perdagangan

Ketika Binance menjadi salah satu bursa kripto terbesar di dunia, kesalahan pengkodean apapun dapat merugikan ribuan pengguna kripto. Pada bulan Februari tahun ini, Binance menangguhkan perdagangan selama hampir dua hari karena kesalahan pengkodean. Revisi pengkodean untuk perdagangan seharusnya bisa dilakukan dalam 24 jam. Akan tetapi, Binance memperpanjang pembekuan perdagangan karena perlambatan yang tidak terduga.

Mengingat banyaknya peretasan kripto yang dialami selama beberapa tahun terakhir, tidak mengherankan jika trader kripto menjadi sangat curiga terhadap bursa. Banyak yang percaya bahwa Binance sebenarnya diretas. Kekhawatiran tumbuh begitu besar sampai-sampai John McAfee memposting peringatan di Twitter untuk memperingatkan mereka yang berpotensi terkena dampak.

Sebagai tanggapan terhadap keresahan publik yang meningkat, CEO Binance, Zhao Chengpeng, menerbitkan layar kesalahan pengkodean. Ia juga berjanji untuk meng-update Posting di akun media sosialnya setiap dua jam sampai masalahnya teratasi. Pada akhirnya, para pengembang memperbaiki kesalahan pemrograman tanpa adanya kehilangan dana.

 

5. Mimpi Buruk Upgrade Bitcoin

Seperti semua perangkat lunak, pengkodean Bitcoin perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Peningkatan ini sangat penting untuk menjaga Blockchain berjalan dengan lancar. Ketika ada yang salah dengan pembaruan Bitcoin, itu bisa menjadi bencana. Contoh sempurna dari mimpi buruk Upgrade jaringan Bitcoin terjadi pada Maret 2013.

Saat itu, Bitcoin memiliki Upgrade terencana dari Versi 0.7 ke Versi 0.8, yang bisa meningkatkan ukuran blok Bitcoin. Setelah pembaruan selesai, mimpi buruk pun dimulai. Pengembang menyadari bahwa pembaruan membuat jaringan tidak kompatibel dengan versi Bitcoin saat ini. Peningkatan tersebut membagi Blockchain menjadi dua jaringan yang terpisah. Perpecahan ini mirip dengan Hardfork, tetapi terjadi jauh sebelum Hardfork Bitcoin Cash dilakukan.

Bitcoin Upgrade

(Baca juga: Penjelasan Lengkap Tentang Hardfork Bitcoin)

Para pengguna Bitcoin mulai memperingatkan pengembang atas masalah ini. Akhirnya, konsensus dari pengembang, penambang, hingga pengguna Bitcoin memutuskan bahwa yang terbaik adalah melakukan reset sekali lagi. Bitcoin dikembalikan ke Versi 0.7, mengakibatkan terjadinya pembatalan semua transaksi yang terjadi setelah Upgrade maupun sebelum Downgrade.

 

Kesimpulan

Meskipun teknologi Blockchain memungkinkan kita untuk meningkatkan sistem terdesentralisasi yang menawarkan transparansi, biaya murah, tanpa perantara, dan kelebihan lainnya, masih ada risiko kesalahan yang muncul. Sebagai contoh, persentase kesalahan yang dapat terjadi di jaringan Ethereum saat adalah 0.3%. Meski cenderung kecil, porsi kesalahan tersebut tetap bisa menjadi bencana besar jika berhasil dimanfaatkan oleh para peretas.

 

Untuk mengantisipasi kerugian dari masalah pemrograman kripto, lebih bijak jika kita tidak menaruh telur dalam satu keranjang, tetapi mendiversifikasi dana kita dengan portofolio yang teratur, untuk mengurangi kerugian total jika salah satu platform mengalami kegagalan. Pelajari cara-caranya di artikel Diversifikasi Trading Kripto, Bagaimana Cara Melakukannya?

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.