Negara - Negara Produsen Emas Terbesar Di Dunia

Banyak orang menganggap Indonesia penghasil emas. Padahal, Indonesia cuma duduk di peringkat terakhir dalam daftar negara produsen emas terbesar di dunia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyaknya tambang emas di Indonesia seringkali membuat orang-orang menganggap seolah negeri ini paling kaya di dunia. Padahal, Indonesia cuma duduk di peringkat terakhir dalam daftar sepuluh besar negara penghasil emas. Masih banyak negara - negara produsen emas terbesar di dunia lainnya yang menghasilkan output logam kuning dalam jumlah lebih tinggi. Berikut ini daftarnya, beserta faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi naik-turunnya produksi emas suatu negara.

 

Daftar Negara Produsen Emas Terbesar Di Dunia

Grafik Negara Produsen Emas Terbesar Di Dunia

Bisakah Anda menebak mana saja negara produsen emas terbesar di dunia yang dapat menggantikan kode angka pada grafik di atas!? Kita tahu nomor 10 adalah Indonesia. Siapa di nomor satu?

Untuk penjelasan selengkapnya, simak di bawah ini.

 

1. China (440 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Shandong, Henan, Jiangxi, Yunnan, dan Fujian.

RRC telah menggenggam status sebagai negara produsen emas terbesar di dunia selama lebih dari satu dekade. Meskipun produksi jatuh akibat penegakan regulasi tentang kelestarian lingkungan, tetapi total produksi tambangnya pada tahun 2017 tetap mencapai 440 Metrik Ton (MT). Di saat yang sama, China merupakan salah satu negara konsumen emas terbesar pula, berdampingan dengan India.

Petugas Survey Tambang Emas Di China 

2. Australia (300 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Australia Barat, Australia Selatan, dan New South Wales.

Australia merupakan salah satu contoh negara yang berhasil mengelola sumber daya tambangnya sehingga menghasilkan perekonomian yang besar. Produksi emasnya di tahun 2017 mengalami kenaikan 10 MT dibanding tahun 2016, mencatatkan total 300 Metrik Ton. Namun demikian, ekspor bahan tambang Australia terbesar bukanlah emas, melainkan bijih besi.

Saking besarnya dampak sektor tambang dalam ekonomi Australia, maka apabila harga emas atau bijih besi naik, maka dapat mendukung penguatan Dolar Australia. Demikian pula sebaliknya, jika harga komoditas cenderung menurun, maka Dolar Australia bisa jadi melemah.

Tambang Emas Telfer, Pilbara, Australia Barat

 

3. Rusia (255 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Amur, Irkutsk, Khabarovsk, Krasnoyarsk, Magadan, dan Sakha-Yakutia.

Output emas Rusia relatif stabil dari tahun ke tahun. Namun demikian, menurut US Geological Survey, Rusia sebenarnya memiliki cadangan emas terbesar ketiga di dunia dengan total 5,500 MT. Negara lain dengan cadangan emas lebih besar hanyalah Afrika Selatan (6,000 MT) dan Australia (9,800 MT).

Cadangan emas di sini mencakup persediaan emas di bumi yang belum ditambang, bukan cadangan emas di bank sentral. Oleh karenanya, meskipun Rusia saat ini hanya menghasilkan sedikit output, tetapi di masa depan bisa terus meningkat.

Tambang emas Sukhoi Log, Irkutsk Oblask, Rusia

 

4. Amerika Serikat (245 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Nevada, Alaska, Kalifornia, Colorado dan South Dakota.

Hasil tambang emas AS mengalami peningkatan pada tahun 2017 ke angka total 245 Metrik Ton. US Geological Survey menyatakan ini karena peningkatan rerata temuan dan grade bijih emas di kawasan-kawasan tambang yang sudah ada, serta dibukanya dua tambang baru. Namun, ini bukan berarti pertambangan emas di AS bebas masalah, karena tumpahan zat berbahaya dan kerusakan lingkungan lain cukup sering terjadi.

Bencana Tambang Emas di Colorado, Amerika Serikat

 

5. Kanada (180 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Ontario dan Quebec.

Output Kanada melesat dari 165 MT pada tahun 2016 menjadi 180 MT pada tahun 2017. Kenaikan produksi emas terbesar dunia sekarang terutama bersumber dari kawasan ini, sedangkan dari belahan dunia lain umumnya stabil atau justru mengalami penurunan karena berbagai masalah.

Spesimen dari Tambang Emas di Ontario, Kanada

 

6. Peru (155 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Cajamarca, La Libertad, dan Madre de Dios.

Produksi emas Peru sempat merosot pada tahun 2014, tetapi kemudian pulih perlahan. Pada tahun 2017, terjadi kenaikan tipis dari 153 MT menjadi 155 MT. Tantangan utama bagi negeri produsen emas terbesar di dunia keenam ini adalah maraknya tambang emas ilegal, khususnya di wilayah Madre de Dios, yang mengakibatkan kerusakan di hutan Amazon dan menimbulkan pencemaran lingkungan parah.

Tambang emas ilegal di Peru

 

7. Afrika Selatan (145 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Boksburg, Carletonville, dan Witwatersrand Basin.

Afrika Selatan terutama dikenal sebagai penghasil emas dan berlian. Namun, produksi emasnya terus menerus merosot akibat biaya tambang yang kelewat mahal, karena tingginya gaji, pemogokan kerja memprotes PHK, pemadaman rutin, kelangkaan air, serta lemahnya nilai tukar mata uang.

Bahkan kabarnya, biaya produksi emas di Afrika Selatan merupakan salah satu yang paling mahal di dunia. Oleh karena itu, meski cadangan emas di dalam buminya sangat besar, tetapi posisi Afrika Selatan dalam daftar negara produsen emas terbesar makin lama makin merosot.

Demo Pekerja Tambang Afrika Selatan

 

8. Meksiko (110 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Zacatecas, Cerro de San Pedro, Guerrero, Morelos, dan Chihuahua.

Produksi emas Meksiko juga kian menurun. Akan tetapi, penyebabnya berbeda dengan Afrika Selatan. Masalah yang membelit negeri produsen emas terbesar khususnya karena usia tambang emas menua serta rendahnya jaminan keamanan. Perampokan bersenjata, penculikan, dan pembunuhan acap terjadi di berbagai tambang emas.

Tambang Emas Mulatos, Meksiko

 

9. Uzbekistan (100 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Muruntau.

Total produksi emas Uzbekistan turun dari 102 MT menjadi 100 MT pada tahun 2017. Masalah utamanya terletak pada minimnya investasi untuk eksplorasi tambang baru. Output emas Uzbekistan hanya bergantung pada kawasan tambang terbuka Muruntau saja, padahal usianya sudah amat tua.

Tambang emas Muruntau, Uzbekistan

 

10. Indonesia (80 MT)

Wilayah Pertambangan Utama: Grasberg (Papua).

Produksi emas Indonesia relatif stabil di kisaran 80 MT dari waktu ke waktu. Namun, posisi Indonesia dalam daftar negara produsen emas terbesar di dunia tidaklah tetap, tergantung pada besaran produksi dari negara-negara lainnya.

Output emas Indonesia terutama bersumber dari tambang Grasberg di Papua yang dikenal terbesar di dunia dan dikelola olah perusahaan Freeport-McMoRan. Isu paling kritis berkaitan dengan pengelolaan Grasberg yang diserahkan pada swasta asing, bukan pada perusahaan lokal maupun BUMN, sehingga memancing ketidakpuasan masyarakat.

Tambang Grasberg, Papua, Indonesia

 

Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Emas

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi produksi emas suatu kawasan dan mempengaruhi naik-turun posisinya dalam daftar negara produsen emas terbesar di dunia. Diantaranya:

  • Peraturan (regulasi) pemerintah.
  • Persediaan cadangan emas.
  • Grade bijih emas hasil temuan.
  • Temuan dan pembukaan tambang baru.
  • Tambang emas ilegal.
  • Biaya tambang (biaya produksi), mencakup gaji pekerja dan ketersediaan sumber daya.
  • Faktor keamanan.
  • Investasi dan eksplorasi tambang baru.
  • Usia tambang emas.
  • Pengelolaan tambang.

Dengan demikian, hanya karena suatu negara memiliki tambang emas, tidak lantas negeri itu kaya atau langsung melesat jadi negara produsen emas terbesar di dunia. Banyak sekali faktor perlu diperhitungkan, termasuk juga strategi agar pertambangan tidak berdampak negatif bagi lingkungan serta membuahkan hasil terbaik bagi masyarakat di sekitarnya. Di sisi lain, naik-turunnya produksi emas dunia secara kumulatif dapat mempengaruhi harga emas dari sisi penawaran (supply).

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Feb 19 03:34

1,326.24 ( 0.38%)

Support : 1,313.75
Pivot : 1,317.79
Resistance : 1,325.28

80% Buy 100% Buy 100% Buy

96% Buy
Selengkapnya

Mahjubin
Secara perhitungan ekonomi, negara-negara di atas rata-rata adalag negara adidaya yang dapat mengolah sumber daya alamnya secara mandiri. Bahkan ada satu negara yang sama-sama duduk di tangga nominasi itu yang SALING MEMBANTU dalam mendulang emas. Jadi menurut saya, emas hanya bonus dari ke adidaya-an suatu negara itu.
Mahmud
negara produsen emas mana yang saling membantu itu, gan?
Amishutar
Menurut saya, mungkin negara nomor 4 dan 10 itu. Amerika dan Indonesia. Saling membantu mendulang emas di Papua.
Amerika yang me-ndulang, kita yang makan. hehe