Advertisement

iklan

Stop Loss: Membatasi Kerugian, Bukan Mempercepat Kerugian

62072

Banyak trader pemula yang kapok menggunakan fasilitas Stop Loss, karena dianggap mempercepat kerugian. Padahal ini penting untuk diterapkan.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Saya sengaja memilih topik tentang Stop Loss, karena banyak teman-teman trader, terutama trader pemula (newbie) yang “kapok” menggunakan fasilitas Stop Loss. Kebanyakan menganggap bahwa Stop Loss itu “mempercepat” kerugian dan menganggapnya sebagai biang keladi atas hasil negatif dari open position yang diambil sehingga modal tergerus sedikit demi sedikit. Dengan alasan itulah, banyak yang akhirnya nekad bertrading tanpa Stop Loss. 

stop loss membatasi kerugian
Saya bilang "nekad" karena Stop Loss ini sebenarnya berfungsi seperti halnya rem bagi yang belajar naik sepeda. Bayangkan kalau orang belajar naik sepeda tanpa rem, ya babak belurlah jadinya. Trading tanpa Stop Loss memang sekilas terlihat menggoda, karena kita merasa tidak pernah “salah posisi”. Memang secara umum harga biasanya bergerak naik-turun pada range tertentu, jadi  ada kalanya memang setelah floating minus akhirnya kita dapet profit juga.  Pada akhirnya banyak temen-temen newbie yang berpikir: weh, berarti aman doong. Biarin aja posisi terfloating, ntar juga akhirnya profit juga. Eits, tunggu dulu, ada saat tertentu ketika harga kembali pada posisi semula setelah goyang cukup jauh.

Memangnya mau, untuk mendapatkan plus 5 pips, sebelumnya floating minus 300 pips dulu? Itu juga kalau masih ada “nasib baik” bisa jadi malah lebih duluan Margin Call yang datang daripada profit. Stop Loss itu dimaksudkan untuk melindungi kita dari kerugian yang terlalu besar. Jangan sampai kita mengalami "cuma sekali salah posisi". Lah, kok “cuma sekali salah posisi”? Iya, maksudnya cuma sekali salah posisi trus langsung kena Margin Call, alias abis modal, trus abis itu kapok dan pensiun jadi trader. Ok deh, anggap  kita sudah sepakat bahwa Stop Loss itu memang perlu. 

Sekarang  masalahnya, berapa sih Stop Loss (SL) yang tepat? Wah, kalau untuk menentukan berapa pointyang tepat, terus terang saya nggak sanggup. Saya cuma bisa menyarankan untuk coba memperhatikan hal-hal berikut:

  • Cobalah liat range pergerakan  harian dari pair yang kita ambil.  Masing-masing pair punya sifat berbeda. Misalnya: kalau untuk EUR/USD, mungkin SL 30 point sudah cukup, tapi kalau untuk GBP/JPY?  weh, sebentar juga dah kesabet tuh
  • Alternatif lain, kita bisa memanfaatkan titik parabolic SAR di awal trend sebagai patokan penentuan Stop Loss
  • Atau,  kita bisa memakai level-level pada Fibonacci Retracement sebagai patokan penentuan TP maupun SL
  • Satu hal yang pasti, tetapkan Stop Loss sebesar berapa dollar "yang sanggup kita relakan" apabila kita salah posisi

Apa yang saya sarankan di atas itu cuma contoh. Masing-masing trader berhak mementukan “nasib”nya sendiri. Semuanya tergantung dari trading plan dan indikator yang digunakan masing-masing trader.

Oya, ada satu hal lagi yang perlu dipahami sehubungan dengan Stop Loss. Besaran range Stop Loss akan berpengaruh pada derajat keyakinan kita akan keberhasilan pencapaian Target Profit (TP). Maksudnya? Begini... saya langsung kasih contoh ya. Misal hasil analisis kita menyatakan GBP/JPY akan naik sebanyak 50 point. Ok, kita tetapkan TP sebesar 50 point. Terus, bagaimana dengan SLnya? Apabila kita menentukan SL sebesar 30 point, maka derajat keyakinan kita akan tercapainya TP cuma sekitar misal 40%, alias nggak terlalu yakin TP bakal tercapai.

Nah, kalau SL kita tambah menjadi sebesar 50 point, derajat keyakinan naik menjadi misal 50% atau fifty-fifty lah antara TP atau SL yang kesentuh duluan. Nah,  kalau SL kita ditambah lagi, menjadi misalnya 150 point, maka derajat keyakinan kita naik lagi menjadi 100% atau kita yakin 100% bahwa TP akan tercapai karena SLnya cukup jauh untuk kesentuh duluan. Jadi semakin lebar range SL, semakin tinggi derajat keyakinan kita bahwa TP akan tercapai.

Itulah mengapa, banyak trader terpancing untuk melakukan Open Position tanpa Stop Loss . Ya iyalah, "pasti" tercapai  TP, lah floating negatif sampai ratusan pips juga “dipelihara” dengan TP cuma 5 pips. Satu-satunya batasan floating negatif ya cuma available margin. Saya sering bercanda dengan menjuluki trader semacam ini sebagai trader penganut keyakinan Stop Loss = Margin Call (MC). Yah, sebenarnya ini hak masing-masing trader sih, cuma, terus terang, saya sedih melihat banyak temen-temen trader yang berguguran karena kena MC gara-gara trading tanpa Stop Loss ini.

Saran saya, lebih baik kita segera tahu bahwa kita salah posisi dan cepet-cepet memperbaikinya. Biasanya, kalau sudah terlanjur terfloating minus banyak pips, kita cenderung tidak tega untuk melakukan Cut Loss. Malahan pasrah nunggu datangnya Margin Call sambil berharap-harap cemas harga berbalik arah. Yakin deh, yang kayak gini nggak enak banget loh.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Ahmad
Saya termasuk newbie yang agak putus asa dengan yang namanya stop loss. Kena melulu. Dan sekarang sedang mempraktekkan no stop loss. Faktanya dengan menggunakan stop loss, sudah 10 kali kena margin call. Nha setelah nekad no stop loss, sudah cukup lama nih aman-aman saja, meskipun kalau floatingnya besar dan lama ya deg-degan juga.. Tapi memang teknik no stop loss ini belum cukup terbukti membawa untung. Masih sekedar selamat saja dari margin call.
Riko Rahmanto
ini mungkin aja cara nentuin stop lossnya yang masih kurang tepat. ada banyak lho cara nentuin stop loss.. mulai dari s/r terdekat, high/low daily, sampai ke rasio risk/reward. klo stop loss agan masih sering kena, bisa aja netapinnya ndak sesuai volatilitas. kadang sering kena stop loss pun bisa jadi ndak terlalu masalah kalau ukuran lossnya udah sesuai sama yang diterima secara psikologis. begini ini lebih ke penggunaan rasio risk/reward. jadi beberapa kali loss mungkin ukurannya masih bisa dicover sama beberapa kali profit yg lebih jarang kalau rasio risk/rewardnya lebih gede dari 1 : 1
Fx Nubi
@ahmad: sudah pake stop loss kok bisa kena margin call? bukan nya kalo pake stop loss itu seenggak2 nya rugi di posisi yg udah diatur sebelum nya ya?
J. Romli
Bisa saja kalau salah perhitungan menempatkan stop loss. Stop loss diposisikan terlalu jauh dari level entry atau saat menempatkan stop loss tidak mengindahkan kekuatan marginnya. Bisa juga stop loss sudah disesuaikan dengan sedemikian rupa namun tetap terkena margin call, ini terjadi saat kondisi market tidak normal. Harga mengalami lonjakan secara tiba-tiba dikarenakan news atau event berdampak tinggiyang rilis dengan hasil mengejutkan. Di kondisi seperti ini biasanya stop loss pun tak berguna membatasi kerugian. Dan jika tidak diambil langkah cepat akun bisa terkena margin call. Tapi sebaliknya jika order di posisi yang sesuai profit bisa melonjak secara tiba-tiba dan dalam jumlah besar. Hanya saja ini perkaranya nanti belakangan ketika mau diwithdraw. Apakah bisa diperlancar atau justru dipersulit oleh brokernya
Rheza Ab
Cara paling aman untuk menetapkan Stop Loss yang tepat menurut saya adalah dengan menyertakan perhitungan manajemen resiko, seperti berapa dolar yang sanggup direlakan untuk hilang dalam satu posisi trading. Dengan demikian, saya yakin trader masih tetap bisa menjaga akun tradingnya secara aman meski seringkali terkena Stop Loss.
Sop
setuju boss.. kondisikan ke mental trading dulu biar bisa lebih nyante
Ergo
Tp prl jg bos nyesuaiin sl lht dr peluang hrgny. Kl g sesuai mlh biasany krg efektif naruh sl walopun dah sesuai sm mnjmn risiko. mndingan prtm kl cr sl lht dr sinyal mslkn support resistance ato harga harian tertinggi / terendah, bgt tnggl mnyesuaikan brp tpny.
Yunarto Adi
@rheza: wah, jgn smpe lah kna sl terus2an. mang maw tradingx kena loss trus? trus bwt apa dong trdng klo tujuan profitx nggak trcapai? netapin sl brdsrkn jmlh modal kyk gt pntng jg, tp merhatiin level2 sr sm pmbntkn tren jg perlu utk mnghndr sl. gmn2 sl kn lbh baik dihndr, cz tu cmn bwt jaga2 aja klo trnyt harga nggak brgerak sesuai prediksi. tp slma ada peluang profit knp nggak dimanfaatin scr maksml aja
Sia Aja
terus bagaimana kalo pasang stop los mengikuti hasil analisa dari indikator, terus kenanya diposisi yang bikin rugi kita jadi banyak banget? padahal kan kalo rugi banyak2 gitu bisa pengaruh ke psikologi trading juga. apa g bisa cara penentuan stop loss digabung aja?
Rheza Ab
To Sia. Maka dari itu, menurut saya untuk menyertakan pertimbangan dari sisi jumlah uang yang sanggup untuk direlakan perlu dianggap penting. Kalau metode penentuan stop loss, saya rasa itu tergantung dari masing-masing trader, untuk memperhitungkannya dari sisi mana. Yang jelas setiap trader harus konsisten dengan caranya supaya hasil tradingnya juga bisa konsisten.
Cathy
@ahmad: pasang SL diatas batas MC, dong. Kalo SL deket MC, ya margin call mulu. Tapi omong-omong soal SL nih, kadang-kadang emang lebih oke nggak pake SL. Pengalaman gue, pasang SL jadi kayak kena SL melulu, gue jadi curiga kalo broker-nya macem-macem. Trus berhenti dah pake SL. Asal diawasi bener-bener dan kita ada batas loss yang tegas, en bisa disiplin nge-cut waktu loss udah kebanyakan, pada akhirnya oke-oke aja sih.
Puji Arwana
Kalau sy tdk pernah menganggap besarnya SL itu sama dgn derajat keyakinan akan potensi keberhasilan dari posisi trading kita SL sy anggap murni sebagai pembatas kerugian. Kalau msh ada pemikiran bahwa SL sama halnya dgn besar tingkat kepercayaan kita, maka sama saja itu dgn menganggap SL adalah pembatas keuntungan kita. Jelas pemikiran terbaik buat kita adalah utk sebisa mungkin percaya trading kita akan berhasil. Tapi yg lebih penting dalam mengukur SL adalah sesuaikan dengan volatilitas. Kalau kita selalu ikut persepsi diatas maka SL juga kurang bermanfaat karena tdk sesuai volatilias. Secara realistis yg lebih berpengaruh adalah ini, bukan anggapan SL sebagai hal yg mencerminkan derajat keyakinan kita
Rusyadi
sangat setuju sekali. sya jg ada rasa kurang setuju dgn bagian yng itu karna fungsi utama stop loss tetap la utk membatasi loss walopun realitanya memang mencerminkan peluang profit yng makin terbatas.

tpi kalo diliat dari segi resiko trading yng juga tak terbatas maka manfaat stop loss ini jauh lebih besar rasanya. intinya jangan terus berpikir bahwa makin sempit stop loss makin kecil kepercayaan kita sama trading kita. kl kondisi harganya emang lg sideway maka sah2 aja kita mempersempit stop loss.
Fxtokcer
bwegh jujur sampe skrng gwa masi ga pake SL, rasanya mah enak2 aja,  ya gitulah pikir2 aja ndiri, ntah gwa nya yang gila atau metode gwa emang ga waras. Justru gara2 SL gwa jarang banget kena TP
Iramsyah
sy juga sering tdk pakai sl,gara gara sl mc 10 x.menurut sy sl perlu sy pakai kalu sy berpergian/lg jalan.hahahaa.alhamdulillah sy blm kapok