OctaFx

iklan

Membuat Analisa Harian Rutin

130461

Dengan membiasakan diri membuat analisa harian, cara trading Anda akan berubah dan menghasilkan trading jangka panjang serta konsisten.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Mungkin Anda sering membaca komentar para analis tentang pergerakan harga pasar hari ini dan prediksi untuk trading besok, minggu depan, atau bahkan bulan depan. Yang perlu Anda ketahui adalah para analis tersebut memberikan komentar dan prediksinya berdasarkan analisa trading chart yang dilakukan secara rutin setiap hari. Melakukan analisa harian forex rutin adalah pekerjaan seorang analis, dan biasanya dilakukan menjelang pergantian sesi trading.

Analisa Harian Forex Rutin
Tak hanya bermanfaat bagi analis, analisa harian forex rutin juga wajib diterapkan trader karena menjadi inti dari sebuah rencana trading. Trader akan mengetahui dinamika pasar yang selalu berubah melalui hasil analisa yang secara rutin dibuat. Jika trader dengan disiplin membiasakan diri untuk membuat analisa harian, maka tentu cara tradingnya akan berubah, sehingga hasil trading pada jangka panjang akan menjadi konsisten dan lebih baik.

Pada artikel ini dicontohkan bagaimana membuat analisa harian forex rutin yang sederhana namun cukup efektif. Pada dasarnya, ada 3 tahap yang bisa dilakukan, yaitu:

 

1. Menentukan Support Dan Resistance

Level support dan resistance perlu Anda tentukan terlebih dahulu karena biasanya harga akan bereaksi di sekitar level tersebut. Contohnya bisa dilihat pada chart EUR/USD berikut:

Membuat Analisa Harian Di EURUSD Weekly

Pertama-tama lihatlah pada chart weekly, lalu tentukan level-level kunci (key levels) resistance dan suppor, dan tarik garis horisontal pada level-level tersebut. Secara sederhana, level-level kunci diatas ditentukan melalui titik-titik pembalikan arah harga (turning points) yang jelas tampak. Setelah itu lihatlah pergerakan harga pada time frame yang lebih rendah, dalam hal ini chart daily, seperti gambar berikut:

Membuat Analisa Harian Di EURUSD Daily

Sering kali level kunci pada chart weekly tidak relevan dengan level yang tampak pada chart daily, dan kita mesti menentukan ulang untuk penyesuaian. Di samping itu, kita juga bisa menambahkan level lainnya yang jelas tampak pada chart daily.

Pada chart EUR/USD daily di atas, level resistance 1.3172 pada chart weekly disesuaikan dengan level 1.3193 pada chart daily yang jelas lebih tampak sebagai resistance. Di samping itu kita juga menambahkan level 1.2955 sebagai support resistance yang pada chart weekly tidak nampak. Sementara level 1.2748 tetap terlihat sebagai level kunci, baik pada chart weekly maupun daily.


Prinsip Menentukan Support Dan Resistance Dalam Analisan Harian Forex Rutin

Level kunci resistance atau support tidak harus ditentukan dari setiap level yang tampak, tetapi hanya mengambil level-level dimana terjadi pembalikan arah pergerakan harga (reversal) yang signifikan. Selain mengamati formasi bar atau price action pada level tersebut, juga perlu diperhatikan kaidah umum untuk menentukan support dan resistance:

  • Garis horizontal level support akan berubah fungsi sebagai garis level resistance bila berhasil ditembus (break), begitu pula sebaliknya.
  • Garis trend-up sebagai support akan berubah fungsinya sebagai garis resistance bila telah tertembus, begitu pula sebaliknya.
  • Garis indikator moving average yang sebelumnya menunjukkan batas level resistance akan berubah menunjukkan level support bila berhasil ditembus, begitu pula sebaliknya.

 

2. Menentukan Kondisi Pasar

Setelah menentukan level-level support dan resistance, langkah berikutnya adalah melihat kondisi pasar saat itu, apakah sedang trending, sideways (ranging)choppy, atau mungkin pasar sedang slow dan nyaris tidak bergerak. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan apakah kita akan membuka posisi baru, memodifikasi posisi yang masih terbuka, atau menutup posisi.

Seperti sebelumnya ketika menentukan level kunci, dalam melihat kondisi pasar kita mulai dengan time frame tinggi untuk mengetahui trend jangka panjang. Sebagai contoh, berikut pergerakan harga weekly AUD/USD antara Juni 2012 hingga Mei 2013:

Membuat Analisa Harian Di AUDUSD Weekly
Seperti tampak pada gambar diatas, AUD/USD bergerak sideways selama 9 bulan dan tidak ada sinyal tren yang pasti dalam jangka panjang, hingga terjadi breakout pada level kunci support-nya pada awal Mei 2013. Setelah bar minggu berikutnya dibuka lebih rendah dari penutupan harga minggu sebelumnya, kita bisa menyimpulkan bahwa pasar akan downtrend. Informasi pada weekly chart ini sangat penting kita ketahui sebelum melihat pada time frame yang lebih rendah (daily atau 4-hour). 

Membuat Analisa Harian Di AUDUSD Daily
Pada chart daily di atas, kita lihat pergerakan downtrend yang sangat jelas, ditandai dengan formasi bearish candlestick bar dan harga bergerak di bawah garis moving average (merah: EMA 8 dan biru EMA 21). Meski sesekali harga terkoreksi atau retrace, tapi pergerakannya senantiasa berada di bawah EMA 8. Ini menunjukkan momentum bearish yang masih sangat kuat.

Dengan kondisi pasar seperti ini, ditambah dengan level-level support dan resistance yang sebelumnya telah ditentukan, Anda hanya perlu menunggu sinyal yang tepat untuk mengambil tindakan, baik itu membuka, memodifikasi atau menutup posisi trading.

 

3. Melihat Sinyal Trading

Bergantung dari metode dan strategi trading yang digunakan, Anda dapat melihat sinyal untuk masuk ke pasar dengan probabilitas yang paling tinggi. Pada chart daily XAU/USD (emas versus USD) berikut dicontohkan penentuan sinyal trading dengan metode sederhana, yaitu melalui setup price action yang terbentuk pada level resistance. 

Membuat Analisa Harian Di XAUUSD
Dari gambar diatas jelas tampak inside bar yang diikuti pin bar dengan penolakan (rejection) pada level resistance. Ini adalah sinyal sell dengan probabilitas tinggi, karena menandakan kembalinya harga ke arah tren utama (downtrend) setelah melakukan retrace.


Kesimpulan

Secara garis besar, analisa harian forex rutin bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Menentukan level-level resistance dan support pada time frame weekly, kemudian time frame daily.
  • Menentukan kondisi pasar (trending, sideways atau slow) pada time frame weekly, kemudian berlanjut ke time frame daily.
  • Melihat sinyal untuk masuk pasar pada time frame trading yang biasa Anda gunakan.

Meski metode ini lebih didasarkan pada analisa teknikal, Anda bisa mengembangkannya untuk dikombinasikan dengan data-data dan berita fundamental yang sangat mempengaruhi pergerakan pasar.

Pada umumnya, pengaruh rilis data dan berita fundamental akan bisa lebih mudah dianalisa jika Anda telah mengetahui sentimen pasar berdasarkan sifat pergerakan harga saat itu. Namun demikian, bahkan seorang fundamentalist pun biasanya berpatokan pada level-level kunci support atau resistance untuk menentukan titik entry yang tepat. Oleh karena sangat penting, support dan resistance wajib ditentukan dan ditinjau setiap hari jika mungkin ada perubahan.

Dengan mengetahui kondisi pasar dan level-level kunci yang selalu di-update setiap hari, diharapkan Anda mempunyai acuan dan pegangan dalam menyikapi pergerakan harga pasar dan perubahannya.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ahmad Sutiyo
garis trend-up sebagai garis support itu yg bagaimana? apa tidak sama dengan level support? kenapa disebutkan di poin yg besa pada kaidah umum menentukan support/resistance?
Martin S
@ Ahmad Sutiyo:
Maksudnya garis support uptrend, sama dengan level support, tetapi garis yang horisontal lebih akurat dan biasanya digunakan trader sebagai acuan. Sebagai contoh berikut EUR/USD daily hari ini:


Disebutkan terpisah karena jenisnya berbeda. Garis support uptrend itu dengan kemiringan, bukan horisontal.
Untuk penjelasan bisa baca: Menggunakan Garis Trend Dalam Trading (1)
Subara
@Ahmad Sutiyo: Grs uptren bukannya trendline yang ditarik di tren bullish itu? Kalo nggak salah itu juga bisa difungsikan sbg support, tapi klo tertembus memang bisa jadi resisten baru dr tren selanjutnya. klo diperhatikan kaidah2 itu intinya cuma 1 poin aja, tapi dibagi 3 krn support-resisten bisa dibentuk bkn cuma dr garis horisontal aja tp juga trendline ma moving average.
Martin S
@ Subara:
Betul, garis support uptrend itu sama dengan trend line. Untuk penjelasan bisa baca: Menggunakan Garis Trend Dalam Trading (1)
Aji Kurniawan
tapi sayang disini ndak ada yang contohx pake tren line, cuma horizontal line sama ma aja... apa karna ini bisax cuman di kondisi tren ja ya jd kurang bagus kalo dibandingin sama horizontal line??? kalo narikx manual dari horizontal line kayakx ane mesti perlu banyak belajar cs selama ini sr selalu pake yang tinggal pasang kayak fibonaci ja.
Martin S
@ Aji Kurniawan:
- Pakai trend line juga bisa, pada artikel ini dicontohkan garis horisontal karena yang horisontal lebih akurat dan biasanya digunakan trader sebagai acuan. - Level-level SR sebaiknya ditentukan dari pengamatan, dan diuji kekuatannya. Kalau tidak tampak dan mengalami kesulitan baru pakai Fibonacci retracement. Untuk penjelasan bisa baca: Mengukur Kekuatan Level Support Dan Resistance.
Rian King
Oh jadi walopun yng dipake analisa timeframe weekly tapi kita tetep perlu update support & resistannya harian gitu master?

Berarti tiap harinya kita bongkar pasang indikator support & resistance di timeframe weekly, trus analisa lanjut ke timeframe daily buat nyari posisi entry disana?

Tapi master, kan tdk setiap hari harga menunjukkan pergerakan yng menjanjikan untuk dipake entry, jadi kita ini tradingnya bukan trading harian ya tapi trading jangka panjang dng menunggu sinyal entry dari analisa harian ini?
Martin S
@ Rian King:
- Support dan resistance ditentukan dari time frame trading terendah yang biasa Anda gunakan, baru dikonfirmasikan dengan time frame yang lebih tinggi untuk mengetahui kekuatannya. Semakin rendah time frame semakin kurang akurat level support dan resistancenya. - Tidak harus tiap hari mengupdate level support dan resistance karena belum tentu ada level-level support atau resistance baru.
Levin Mulyana
gan mo nanya itukan uda tau cara masuknya trus cara keluarnya gimana gan? kalau tradingnya lama gitu ane pikir bisa manual karena tradingnya g seberapa bikin repot kayak scalping. dr agan penulis sendiri saran yg paling bagus apa? misal keluar trading tetep pake cara otomatis stop loss take profit berapa pips yg ditargetin n kenapa cara itu lebih baik?
Martin S
@ Levin Mulyana:
Cara exitnya juga bisa ditentukan berdasarkan level support atau resistance. Sebagai contoh berikut EUR/USD daily hari ini:



Kalau Anda entry buy pada saat muncul sinyal bullish engulfing minggu lalu, maka Anda bisa tentukan level exit (target) diatas level resistance 1.1435. Kalau sy tergantung kondisi pasar. Level exit bisa juga ditentukan dengan teknik trailing stop, atau langsung diset dari risk/reward ratio minimal 1:1 tergantung dari kondisi pasar (misal sedang trending dengan kuat atau sedang sideways).
Derick
Waaa..ini mah..lama betulll. Analisa utama pakai TF Weekly. Bayangin aja kalo harus nunggu sembilan bulan buat nemuin sinyal trending. Pasti bosannya minta ampun.
Pricilia
Gak masalah.malahan harusnya kita seneng donk kang. Masih banyka waktu bisa digunakan untuk aktifitas yang lain. Gak melulu nungguin sinyal nongol di depan monitor.
Wahyu Tri
Nah lalu mo nyampe kapan "trading for livingny bisa kesampaian. Rata-rata kita kan trader ritail..so. mestinya cari kesempatan sebanyak mungkin. Dengan begitu kita bisa secepatnya melipatgandakan modal.
Fiona
Sepertinya gak begitu cara pikir di industri forexom. Ritail trader sepertinya hanya akal-akalan para broker aja. Saran saya..mending kalo modal gak kuat pindah aja ke sarana investari yang lain. Sektor riil kan masih terbuka dan tingkat risikonya tak sebesar sektor keuangan. Apalagi trading valas.
Cindy Cendy
Analisa Fundamental dan Teknikal tentunya.