Trading Menggunakan Take Profit

124069

Take profit bisa diprioritaskan dalam membantu trading karena ketika market dalam pergerakan cepat, fitur ini akan mampu mengeluarkan transaksi dengan cepat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Take Profit memiliki banyak keunggulan. Kalau Market sedang dalam pergerakan kencang, Take Profit ini mampu dengan cekatan melikuidasi posisi, sehingga profit yang sudah didapat langsung bisa dinikmati. Dengan demikian Take Profit akan bisa diprioritaskan dalam membantu trading Anda. Lalu bagaimana penggunaan Take Profit secara tepat? Yuk kita bahas di bawah ini.

trading dengan take profit

Take Profit adalah batasan harga tertinggi atau keuntungan yang akan di dapat. Dimana apabila order terkena batasan tersebut maka posisi akan tertutup otomatis dan profit. Kenapa profit harus dibatasi? Tujuannya adalah agar profit dapat tercapai dengan mudah. Target Profit rendah sama dengan profit kecil, tetapi mudah tercapai.

Pengertian Take Profit hampir sama dengan Stop LossJika Stop Loss digunakan untuk menentukan batas kerugian, maka Take Profit adalah kebalikannya; yaitu untuk menentukan batas target profit capaian. Dalam menentukan Take Profit, kita tidak boleh terlalu serakah, tentukan target profit realistis sesuai dengan analisa.

Begini nih contohnya:

Trading Menggunakan Take Profit

Dari contoh chart GBP/USD di atas, kita memasang Take Profit pada harga 1.2478. Alasannya simple, cuma karena harga tertinggi candlestick sebelumnya. Berikutnya, kita pasang open posisi buy pada harga 1.2409 karena saat itu ada rilis berita dan buyer tampak mulai menguasai. Perlu dicatat, jarak dari harga open ke garis Take Profit pada chart di atas adalah 69 pip.

Eh, ternyata belum sempat mencapai target Take Profit, trend bullish sudah kehabisan momentum. Akibatnya harga terhenti pada angka 1.2470. Sayang banget, padahal cuma beda 8 pip.

Jangankan dapat profit, eh, malahan posisi tadi terlibas oleh reversal. Awalnya kita berharap bisa untung 69 pip, kenyataannya harga terjun bebas sampai minus -30 pip lebih.

Itulah alasan kenapa kita perlu mengkaji lebih dalam sebelum memasang Take Profit. Contohnya dengan risk:reward ratio atau price action. Itu hanya beberapa cara saja loh, makanya ikuti terus artikel-artikel Seputar Forex supaya Anda makin jeli dalam meletakkan Take Profit.

 

Manfaat Menggunakan Take Profit

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, lusa, atau minggu depan. Mungkin hari ini kita untung, besok bisa pula kita rugi. Sehingga sangat penting bagi kita untuk menetapkan target trading tepat. Manfaat menggunakan Take Profit adalah:

  • Likuidasi posisi otomatis: Anda tidak harus selalu berada di depan komputer untuk close transaksi. Dengan begitu, Anda bisa menyalurkan perhatian dan tenaga pada hal lain yang lebih penting
  • Kontrol keuangan: Take Profit mampu mengatur keuntungan sebesar acuan pada sistem trading sesuai money management.
  • Bahan Evaluasi: Take Profit dapat juga digunakan sebagai materi evaluasi untuk memperbaiki performa trading. Tentu saja Anda akan membutuhkan jurnal trading untuk mencatat target-target profit tersebut.

Seiring waktu, Anda akan terbiasa menggunakan Take Profit setiap kali membuka posisi. Dengan begitu, setiap posisi akan memberikan informasi konstruktif dalam membangun sistem trading konsisten.

 

Kesimpulan

Mengetahui apa itu Take Profit adalah pengetahuan esensial bagi semua trader. Menggunakan Take Profit sebenarnya sama seperti belajar menginjak pedal gas, terkadang harus ditekan secara terkontrol. Tidak boleh asal tancap gas, kalau tidak mau mengalami kecelakaan. Intinya, jangan terlalu jauh dalam menentukan Take Profit.

Lebih baik Take Profit sedikit-sedikit tapi konsisten, dari pada tidak profit sama sekali. Kita harus berfikir realistis dan bijaksana dalam menentukan Take Profit, serta lakukan analisa agar diperoleh kejelasan mengenai pergerakan harga. Kapan kita bisa mendapatkan profit besar, dan kapan kita hanya bisa mendapat profit kecil, serta kapan kita harus ikhlas menerima loss.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.