Advertisement

iklan

Sukseskan Belajar Trading Forex Dengan Evaluasi Mingguan

62087

Apa yang anda lakukan saat akhir pekan? Daripada tidur, lebih baik lakukan review aktivitas trading seminggu sebelumnya. Ada banyak manfaatnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Apa yang Anda lakukan saat akhir pekan? Mmm… berhubung market sedang libur, apabila pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya, saya akan jawab: tidur sepuasnya. Iya sih, akhir pekan memang saat istirahat dari kegiatan trading. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak melakukan kegiatan apapun yang sehubungan dengan trading. Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya saat akhir pekan kita mereview kembali history transaksi yang telah kita lakukan sepanjang pekan.

Eits, jangan protes dulu. Mungkin Anda merasa, selama akhir pekan, sebaiknya kita istirahat total dari segala kegiatan yang berbau chart. Itu pilihan masing-masing trader sih. Malahan ada teman trader yang sama sekali tidak mau menyentuh PC atau laptop selama akhir pekan. It’s okay, deh. Maksud saya mengusulkan untuk me-review transaksi yang telah kita lakukan selama sepekan adalah sekedar mengetahui apabila ada kesalahan yang telah kita lakukan dan memahaminya agar tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.

Sukseskan Belajar Trading Forex Dengan Evaluasi Mingguan

 

Belajar Trading Forex Butuh Ketelitian 

Trading forex itu kegiatan yang memerlukan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran; selain tentunya keberanian untuk mengambil keputusan. Saya ingin menggarisbawahi perlunya ketelatenan dan kesabaran di sini. Salah seorang teman dan mentor saya mengatakan, bahwa dalam trading, perlu adanya ilmu "titen". Hehehe… apa lagi itu?

Maksudnya, dalam trading, kita perlu mengamati dan mengingat-ingat satu kejadian dan apa pengambilan keputusan saat kejadian itu. Apabila hasil dari pengambilan keputusan itu ternyata buruk, alias kita menderita loss atau bahkan mungkin terkena Margin Call (MC), maka kita perlu waspada, apabila di kemudian hari kita menghadapi kondisi yang sama. Jangan sampai kita mengulangi lagi keputusan yang salah tadi.

Lebih lanjut lagi, apabila kita menemukan kejadian yang sama, ada baiknya kalau pengambilan keputusan kita coba dibalik. Maksudnya, apabila saat yang lalu kita, misalnya, melakukan pending order  berupa sell limit, maka pada kejadian yang sama di kemudian hari, kita coba untuk melakukan transaksi yang sebaliknya, misalnya buy stop

Terus terang saya sangat terkesan dengan transaksi pending order  berupa sell limit, karena sudah dua kali saya kena MC gara-gara over-self-confidence memasang sell limit ini. Sekarang, apabila saya menghadapi kondisi yang sama seperti saat dulu saya gagal dengan transaksi sell limit itu, saya akan memasang buy stop.

 

Rajin-Rajinlah Rekam Posisi Trading

Bagaimana kita bisa mengingat begitu banyak transaksi yang pernah kita lakukan? Mmm… salah satu tips yang mungkin bisa Anda coba adalah: rajin-rajinlah meng-capture chart beserta posisi yang Anda ambil. Kalau perlu, setelah posisi tersebut ter-closed, capture sekali lagi. Atau gampangnya, capture chart kita secara berkala, untuk mengetahui apakah posisi yang kita ambil sudah tepat di setiap kondisi. Kita bisa sewaktu-waktu melihat kembali dan belajar dari catatan transaksi kita, bagaimana sebaiknya menghadapi setiap kondisi market.

Oke deh, bukan maksud hati menganjurkan Anda terus berkutat dengan perkara trading forex ini. Toh sebenarnya review ini bisa kita lakukan kapan saja, tidak harus bener-bener di hari Sabtu atau Minggu kok. Bisa saja setiap hari Jumat menjelang market tutup, atau kapan saja Anda merasa perlu.

Selain belajar dari kesalahan kita sendiri, kita juga bisa belajar dari kesalahan orang lain. Salah seorang teman dan mentor saya malah berpesan, "Kalau abis MC bilang-bilang yaa, ntar minta capture transaksi penyebab MC itu". Bukan maksud mengolok-olok kok. Justru, dari kesalahan yang terjadi, kita bisa ambil pelajaran dari situ.

Inti yang ingin saya sampaikan di sini: Selalulah belajar dari kesalahan. Jangan ulangi kesalahan yang sama, akan tetapi ambil kebalikannya. Dalam trading forex, history itu selalu berulang, jadi kita bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan yang pernah kita lakukan, seperti yang pernah saya diskusikan dengan partner diskusi, teman dan mentor saya, Rizqi. Oke, selamat berakhir pekan, sampai ketemu lagi di market Senin depan.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Halimsantoso
maap masta, ane nubai jadi masih pengen tanya masalah2 kecil dulu.
bukan maksud ane gag ngikutin pentingnya mengcapture chart, tapi ane pengen mastiin dulu, kebalikanya sell limit itu bener buy stop? bukanya buy limit? sering kelupaan bedanya order limit sama stop soalnya pending order nih bentuknya macem2.
tx b4
Kak Rosa
limit order itu untuk buka buy dibawah harga market dan buka sell diatas harga. sebaliknya stop order untuk open buy diatas harga market dan open sell dibawah harga. jika tadinya sell limit berarti trader menganalisa jika harga akan naik dulu baru kemudian turun setelah mencapai level tertentu. level inilah yang ditetapkan sebagai level open untuk sell limit.

jika kemudian trader mengubah pending ordernya menjadi buy stop itu artinya trader menganalisa jika setelah harga naik, maka yang selanjutnya terjadi adalah harga akan melanjutkan kenaikannya. level open buy limit ditentukan sesuai di level yang cukup meyakinkan untuk harga mengalami uptrend.
Halimsantoso
tx so much kak. ane banyak terbantu sama penjelasanya kak rosa.
kayaknya emang lebih aman pake stop order ya daripada limit, kalo limit kok kayaknya lebih berisiko soalnya berani memprediksi harga bakal berbalik dilevel tertentu... btw apakah kalo nanti sell limitnya tembus, pending order itu masih berlaku apa sudah tidak bisa dipakai lagi?
Kak Rosa
jika maksud anda harga sudah naik mengenai batas sell limit dan kemudian melanjutkan uptrend maka dapat diartikan bahwa pending order anda sudah kena, dan sedang mengalami loss. memang inilah kekurangan pending order. jika diset di level tertentu dan ternyata harga bergerak di luar perkiraan, maka akan tetap mengalami loss. bisa berbahaya juga apalagi kalau terbiasa dengan pending order, jadi kurang sering-sering memeriksa chart. untuk itu perlu juga dipasangi dengan stop loss.
Ichsan Amel
bljr dr kslhn itu bntuk bljr yg srng dilupakan tp sbnrx sgt pntng. ane lbh suka catat jrnl trdng sbnrny drpd capture chart.udh kebiasaan sjk lm dn tau sndiri manfaat avaluasi dr jrnl itu sprt apa. wkt lbh baik bwt ngeliat2 trdng sblumny emang pas weekend. kl g ada posisi lbh santai jd lebh jernih mikirny n liat kesalahany dmn. kl d hr biasa kdng kerepotan sm kerjaan trus posisi trdng yg mau dibuka ato yg lagi opened jd catet historyny cenderung keteteran
Hariawan
Saya juga awalnya rajin mencatat jurnal trading, tapi lama2 mulai jarang mencatat krn banyak kesibukan.
Luar Biasa
Ada lg yg bs dilakukan selain evaluasi kak? Menurut saya paling enak itu merekap profit dan loss yg telah didapatkan dalam sepekan. Soalnya kalau merekapnya tiap bulan bs memakai waktu lama. Kalau rekapan per minggu bs lebih ringan karena dicicil.
Denny
mengenai merekap bisa disesuaikan dengan waktu agan, klw lg senggang ya silahkan