EUR/USD 1.067   |   USD/JPY 154.280   |   GBP/USD 1.245   |   AUD/USD 0.644   |   Gold 2,368.46/oz   |   Silver 28.45/oz   |   Wall Street 37,753.31   |   Nasdaq 15,683.37   |   IDX 7,162.97   |   Bitcoin 61,276.69   |   Ethereum 2,984.73   |   Litecoin 80.17   |   PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat peningkatan trafik penggunaan data sebesar 16% sepanjang masa libur Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2024, 19 menit lalu, #Saham Indonesia   |   Saham-saham di Wall Street AS ditutup lebih rendah pada hari Rabu karena harga minyak mentah anjlok dan investor mempertimbangkan komentar The Fed, 20 menit lalu, #Saham AS   |   RUPST emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) akan dilaksanakan pada 15 Mei 2024, 21 menit lalu, #Saham Indonesia   |   Perusahaan pemasaran digital Ibotta yang didukung oleh Walmart, kemungkinan akan mengumpulkan dana sebesar $577.3 juta dengan valuasi $2.67 miliar, setelah menetapkan harga penawaran saham perdananya pada hari Rabu, 27 menit lalu, #Saham Indonesia

3 Dasar Teknik Trading Forex Yang Wajib Dipelajari

Penulis

Walaupun kondisi pasar selalu berubah-ubah, tetapi ada tiga dasar teknik trading forex yang hampir selalu konstan dan wajib diketahui semua trader.

Banyak trader forex mencari strategi ampuh yang bisa mengantarkan mereka ke kebebasan finansial secara instan. Padahal, belajar forex dari tahap ke tahap merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan. Bahkan para trader berpengalaman pun masih harus terus belajar agar selalu bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang selalu berubah-ubah. Strategi yang berjalan lancar hari ini bisa tiba-tiba mengakibatkan loss besar-besaran minggu depan, sehingga penyesuaian selalu perlu dilakukan.

Namun demikian, ada tiga dasar teknik trading forex yang hampir selalu konstan. Ketiga dasar teknik trading forex ini perlu diingat oleh setiap trader.

 

1. "Trade with the Trend"

Bagi trader forex, trend adalah kawan paling akrab yang bila kita berusaha melawannya maka bisa-bisa jadi berbahaya. Memang ada teknik trading forex "melawan tren", tetapi pada umumnya dalam bertrading, akan lebih mudah untuk panen profit jika "trade with the trend".

Secara kasar, ini artinya, jika ada uptrend (tren naik), maka trader sebaiknya hanya buka posisi "buy" saja. Sebaliknya, saat downtrend (tren turun), sebaiknya hanya buka posisi sell saja.

Namun, jika lebih cermat lagi maka perlu juga mengetahui bagaimana bertrading di tengah tiga trend dalam forex: bullish (saat harga suatu pair naik), bearish (saat harga suatu pair turun), dan sideways/ranging (saat harga bergerak naik-turun dalam kisaran sempit). Setiap trader perlu mengenal apa itu "trend" dan bagaimana mendeteksi awal dan akhir tren. Pemahaman ini sangat penting karena berhubungan dengan bagaimana kita akan mentradingkan suatu pasangan mata uang nantinya.

 

2. "Buy at Support"

Secara harfiah, ini berarti seorang trader direkomendasikan untuk membuka posisi "buy" pada suatu pair saat harga berada di level terendah (level support). Dengan ekspektasi setelah mencapai level terendah kemudian harga akan berbalik naik, maka disini trader wajib mempelajari teori support-resistance dengan baik.

Salah satu teknik trading forex yang paling banyak direkomendasikan adalah melakukan buy ketika harga bullish sedang terkoreksi. Sebagaimana bisa dilihat di gambar dibawah ini, saat tren bullish pun harga tak mulus naik terus. Beberapa kali, grafik "terkoreksi", mundur sebelum kemudian naik lagi. Nah, di momen-momen itu lah yang sering dianggap terbaik untuk "buy" suatu pair forex.

Buy at Support

Bagaimana untuk mengetahui kalau harga akan melesat naik lagi atau terus berbalik turun? Untuk ini, perlu dipelajari dan dipraktekkan dulu berbagai teknik mengenali support-resistance.

 

3. "Sell at Resistance"

Berkebalikan dengan poin dua, posisi "sell" sebaiknya dibuka saat harga berada di puncak (level resistance), dimana harga akan berbalik dari naik ke turun. Di sini pun, adalah suatu langkah yang bagus untuk melakukan "sell" ketika tren bearish sedang terkoreksi.

Umpama pair forex GBP/USD sedang anjlok. Untuk beberapa saat, harga akan merosot terus, tetapi nanti akan ada momen dimana harga seakan-akan akan berbalik naik. "Koreksi" semacam ini banyak dicari trader, karena jika situasinya tepat maka harga bukannya naik terus, tetapi kembali melanjutkan tren awalnya, yakni bearish.

Kedengarannya mudah? Coba dulu di akun demo.

Banyak teknik trading forex terdengar mudah saat dibaca, tetapi sulit diterapkan. Satu tips yang diberikan oleh hampir semua master trading adalah agar semua teknik trading sebaiknya diuji terlebih dahulu di akun demo. Di akun demo, sebelum menanamkan tabungan hari tua untuk bertrading forex, kita bisa berlatih dengan uang virtual. Seringkali juga, untuk menerapkan 3 teknik trading forex sederhana ini diperlukan pula pembelajaran analisa teknikal sebagai pendukung utama.

Selain membaca uraian di atas, infografi berikut ini juga bisa menjadi acuan memahami 3 dasar teknik trading forex dengan lebih mudah:

3 Dasar Teknik Trading Forex Yang Wajib

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut perihal teknik trading forex, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab tentang Cara Trading berikut.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

268863
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


No Name
Payah, trading kok with trend? Mau jadi apa trader kecil? Yg namanya teman bisa jadi penghianat.. trend is not ur friend! Yg benar follow the correction of trend.. cuma trader bank yg paham apa itu correction trend..
A. Muttaqiena
Wah, lugas banget Bang. Ya, memang bisa dipandang demikian. Hanya saja, untuk pemula yang sedang belajar, saya kira pertama-tama mesti kenal tren dulu, baru setelah itu yang lain-lain :)
Agus Bastian
gwa sih bukan orang bank2tut macam itulah, gwa cuman pake logika orang dagang aja, beli murah jual mahal = profit, dan itu biasanya emang pas harga akan reversal, atau terkoreksi atau apalah sitilahnya tuh... pasang pending order di sekitar harga tertinggi kalo pake sell limit, harga terendah kalo buy limit. Kalopun pending order ga tereksekusi, biasanya antara itu gwa terlalu jauh pasang harga atau reversal cuma bergerak pelan banget, jadi resiko minimlah...
Rizal

correction of trend itu kayak gmn bro?

Agus Denis
Sip...Trimakasih Tips nya yg bermanfaat..
A. Muttaqiena
Terima kasih kembali :)
Posma
saya trader pemula nih juragan. jadi saya mau tanya dulu.. pernah saya coba masalah buy order. .apa yang saya baca dan contoh yang sudah diberikan dari seputar forex sudah saya lakukan saya at price.kemudian saya buat lagi. Tp katakanlah 40 pips sesuai dengan kotak dialognya begitu juga denga SLnya. tetapi pada screen mt4 tidak muncul profit, yang pada akhirnya saya pada waktu yang kita inginkan. tpnya juga gk juga dapat profitnya. ini saya coba pada kontes periode minggu lalu. saya tanya pada team supportnya penjelasannya sepertinya saya belum dapat saya pahami pertanyaanya saya.sekrang: 1. Waktu yang (Expiry) itu apakah waktu pada komputer kita atau waktu pada server atau sesuai dengan pada tampilan  screen mt4 paling bawah ada waktu dan tanggal? apakh mengikut jam dan tanggal discreen itu kita floating pada kotak dialog buy order? 2. Bagaimana Pengaruh Pepindahan Pusat Server sesuai dengan waktu yang sudah dibagi menjadi 4 server untuk belahan dunia (Amerika, London, Australia, dan Jepang), karena lumayan juga pengaruh perpindahan waktu antar negara dan situasi ekonomi, pada masing masing negara?  terimaksih.....
A. Muttaqiena
Mohon maaf, ada beberapa hal yang perlu diperjelas: 1. Trading forex tidak ada expiry. Apakah Anda bertrading forex, atau binary? 2. Jika Anda bertrading forex, maka profit tidak bisa didapat hanya dengan memasang TP. Profit bisa didapat jika harga sampai pada level dimana kita bisa menutup posisi dalam kondisi profit, tak peduli Anda pasang TP ataupun tidak. Jadi, umpamanya Anda membuka buy EUR/USD pada 1.0911, lalu harga malah bergerak turun sampai 1.0900, maka tentunya Anda takkan mendapat profit. Namun jika dari 1.0911 lalu harga bergerak ke 1.0960, misalnya, maka posisi itu bisa ditutup dalam kondisi profit. 3. Sekali lagi, mohon maaf, sepengetahuan kami, trader forex tidak melakukan perpindahan server. Umpamanya telah bertrading dengan suatu broker dan mendapat jatah server MT4 Asia, misalnya, maka tidak perlu pindah ke server MT4 Amerika. Apakah maksud Anda pergantian sesi trading? Jika yang itu yang dimaksud, silahkan simak artikel berikut ini.
Harry
Menentukan titik uptren seumpama titik A 1.2205 titik B 1.2305 dan titik C 1.2250 Bagaimana cara menarik garis tren apakah dari A -B atau dari A-C?
A. Muttaqiena
Maaf, untuk menarik tren tidak semudah menentukan titik sini ke sana saja, melainkan juga perlu melihat kondisi chart secara keseluruhan. Apabila Anda dapat melampirkan contoh gambar chart yang dimaksud, kami barangkali bisa membantu untuk mengidentifikasinya.
Aldo
Ada ga ya komunitas nya di daerah cikarang cibarusah? Mau dong gabung, ane newbi mau ikutan belajar.
A Muttaqiena
Mohon maaf, kami kurang tahu mengenai komunitas di daerah Anda.
Herman Li

Yg susah itu mendeteksi grafik yg sideways. qt g bs tau kapan trend tersebut akan berhenti atau terus berlanjut. Paling enak klw sideways itu qt WAIT & SEE, betul?

Wardoyo S.

Saya suka trader with trend. Karena sangat mudah terbaca dalam analisa teknikal. Source tambahan saya adalah berita-berita fundamental seperti suku bunga acuan dan rilis berita ekonomi AS, terutama bank central The Fed

Rizta

Saya jg suka pake strategi ini. Indikator yang saya pakai: Moving Average, Parabolic SAR, dan Bollinger Band.

Herry Irawan Cahya
Halo! Mohon maaf bila pertanyaan yg saya ajukan agak kepanjangan yaa. Harap maklum karna masih pemula banget.Klu yg saya baca dan pahami di artikel yg kaka penulis @A Muttaqiena paparkan bahwa prinsip dari trading Forex itu sepertinya adalh mengikuti trend yg ada. Bila trend naik, maka kita harus selalu buka posisi buy dan bila trend sedang turun maka kita hrs selalu buka posisi sell. Dan saya sbnrnya cukup terbantu dlm pemahaman trading Forex scara sederhana yaa. Jd, intinya diambil simple aja gitu, ga usah ngelawan trend yg ada.Kmudian kesimpulan lain yg bsa saya pahami bahwa ketika menentukan tredn dan terbukti naik, maka kita hrs membuka buy di titik support dmana itu adalah titik terendah, dan kita hrs membuka sell bila trend sedang turun dan entry di posisi resistance.Ini balik ke pertanyaan lagi, pertama, apakah kesimpulan saya ini sudah benar mengenai konsep yg dipaparkan, kemudian pertanyaan kedua, bagaimana kita bisa tau titik support dan titik resistance secara smpurna dan bagaimana melihatnya di grafik harga? Terima kasih!
Setta Ardiansyah
Pemahaman loe tentang mengikuti trend adlh benar. Mengikuti trend adlh salah satu pendekatan yng umum digunakan dalam trading forex dan hal tersebut merupakan prnsp yng sederhana dan bisa membantu mengarahkan loe dalam mengambil keputusan.Mengenai konsep entry di titik support dan resistance, intinya adlh loe mencoba masuk ke pasar di area di mana harga memiliki peluang besar untuk berbalik arah (reversal) atau berhenti (bounce). Support adlh area di mana harga cenderung berhenti menurun karena banyaknya permintaan untuk membeli, sehingga harga cenderung bergerak naik dari titik tersebut. Resistance adlh area di mana harga cenderung berhenti naik karena banyaknya penawaran untuk menjual, sehingga harga cenderung bergerak turun dari titik tersebut. Dan kalau di gambarkan dengan grafik tanpa chart kira2 seperti ini :Sebagai catatan saja, untuk mengidentifikasi titik support dan resistance secara sempurna tidak selalu mudah, karena pasar forex sangat dinamis dan bergerak dengan cepat. Ada beberapa pendekatan dan alat yng dapat membantu loe mengidentifikasi area support dan resistance, dan salah satu caranya adalh menarik garis lurus di areaharga tertinggi dan terendah sebelumnya di grafik.Kemudian garis tren di grafik untuk menloei arah trend umum. Area di sekitar garis tren juga sering berfungsi sebagai support dan resistance. Dan bisa dilihat di gambar yg di artikelIndikator teknikal, seperti Pivot Point, Fibonacci Retracement, atau Bollinger Bands, dapat membantu mengidentifikasi level support dan resistance potensial.Semoga Membantu ya!
Hermanto
Maaf, selain ntrend line ada ga ya cara utk menentukan suatu trend. Gue cukup ngerti klo trend line seperti yg dipaparkan di gambar di artikel ini bahwa bila trend line terindikasi naik, maka itu adalah trend bullish bgitu juga sebaliknya. Cma dalam hal trading itu, bahwa mau cari chart yg bisa dngn lurus melaju keatas itu susah. Contohnya aku lampirkan chart dibawah ini:Nah, dngn gambr yg aku lampirkan sblmnyaa, itu kan agak kurang jelas trend apakah itu. apakah sideway kahh ato justru keliatan mau naik gitu, dan daripada aku ngebreak aturan dan prinsip yg dipaparkan di artikel, yakni follow the trend, kira2 aku bsa make trendline ga utk kondisi sperti itu krna klu mau ngehubungkan titik 1 dngn titik lain agar membentuk garis trend itu kliatannya ga akan sempurna seperti gambar. Dan sebaliknya bila itu emang lgi sideway, sbaiknya sikap kita sebagi trader itu apa? Apakah sementara ga trading dlu, ato kita bisa melakukan trading saat side way?
Jeremy
Oke bro @Hermanto, gini nih ceritanya. Buat nentuin trend di grafik, gak cuma pake trendline aja. Ada cara lain juga yang bisa bantu kita. Misalnya pake Moving Average (MA), itu bisa bantu lihat arah trend secara lebih objektif. Kalo harga di atas MA, artinya trennya naik, kalo harga di bawah MA, artinya trennya turun. Dan ikutin aturan itu aja, dan bila emang terjadi di gambar yang bro lampirkan itu ternyata harga diatas MA maka bisa dikatakan tren naikAda juga indikator Ichimoku Kinko Hyo, dia keren karena punya banyak komponen termasuk Cloud (awan) yang bisa bantu kita lihat arah tren dan level support/resistance. Tetapi untuk pemula masih enakan make yang sederhana aja seperti Parabolic SAR, dia nunjukin titik-titik yang bantu kita lihat arah tren.Pokoknya ada banyak cara, jadi gak cuma pake trendline aja. Tapi emang kondisi kayak di chart yang lo lampirin itu agak susah, kurang jelas trennya. Kalo kayak gitu, lebih baik hati-hati dan mungkin mendingan gak usah trading dulu. Simpan energi buat nunggu kondisi yang lebih jelas dan lebih menguntungkan.Kalo market lagi sideway atau ranging, jangan terlalu ambil risiko. Bisa pake strategi breakout kalo harga nembus support atau resistance, tapi tetap harus waspada dan punya rencana trading yang matang.Pokoknya jaga keselamatan modal dan pantengin pasar dengan baik. Semoga trading lo makin sukses dan untung terus, bro!
Aswin Chin Putra
@Hermanto : Jujur, utk urusan indikator tools itu balik lgi ke prefernsi masing2 apakah mau nentuin trend pake trend line ato pake indikator lain itu terserah dari trader itu sndiri. Cuma klu memang kasusnya trend line itu susah ngeidentifikasi trend yg terjadi, maka kita bisa menggabungkanny dngn indikator lain dan mnerut ku yg paling gampang adalah dngn Moving Average.Sprti yg udah dijelaskan di komentar sblmnya bahwa cukup dngn memperhatikan apakah moving average yg dipasangkan itu posisinya diatas atau dibawah harga. BIla dibawah harga, dmana harga berada diatas dan garis MA dibawah, maka itu petanda trend bullish, tetapi sbliknya bila Moving Average sndiri beraada diatas chart harga, maka itu petanda trend turun ato bearish. Nah, krna kebetulan chart yg ak share kn itu aadalah trend bullish, maka garis Moving Average ak brerad di bwh:Semoga jelas y! bila ada kesalahan, mohon koreksinyaa. utk Moving Average yg ak gunakan adlah tipe eksponensial dngn angka 200