Dollar Terjungkal, Emas Sentuh High Dua Pekan

Harga Emas kembali melanjutkan kenaikan pada hari Selasa (18/7) hingga menyentuh level tertinggi dua pekan, setelah buruknya rilis data ekonomi AS menurunkan prospek Fed Rate Hike.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga Emas tercatat kembali melanjutkan kenaikan pada hari Selasa (18/7) hingga menyentuh level tertinggi dua pekan, setelah sentimen negatif menghantam Dollar AS pasca buruknya serangkaian data Fundamental minggu lalu. Performa ekonomi yang di bawah ekspektasi, meredupkan prospek Fed Rate Hike.

Harga Emas

Greenback terpantau bergerak melemah terhadap berbagai major currency, setelah Investor melihat tanda-tanda kemunduran trend Inflasi AS, padahal nilai Inflasi menjadi salah satu indikator utama yang dipakai Fed sebelum melakukan Rate Hike.

Dollar melemah tajam versus Euro, Franc Swiss dan Yen. Sedangkan terhadap Sterling, Dollar bergerak menguat sejak sesi Eropa tadi sore setelah rilis data CPI Inggris yang berada dibawah ekspektasi.

 

Permintaan Emas India Melonjak, Angkat Harga Emas

Selain sentimen negatif yang mewarnai Dollar AS sejak pekan lalu, kenaikan harga Emas juga didorong oleh faktor meningkatnya impor Emas India selama bulan Juni secara YoY. Pada bulan lalu, impor Emas India bertambah 75 ton dari 22.7 ton pada periode Juni tahun lalu dan untuk paruh pertama 2017, total impor Emas India menjadi 514 ton, atau naik 161 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Analis Komoditas GFMS, penyebab terjadi lonjakan Impor Emas India salah satunya menjelang kenaikan pajak barang dan jasa yang naik dari 1.2 persen menjadi 3 persen terhitung mulai bulan Juli, sehingga konsumen langsung memborong Emas sepanjang bulan lalu.

 

Pendapat Analis Mengenai Outlook Emas

Dollar AS yang terbenam dekat low 10 bulan terhadap major currency membuat permintaan Emas naik, karena harga Emas menjadi lebih murah karena menggunakan standar mata uang Dollar. Memburuknya data Fundamental AS menurunkan probabilitas Fed Rate Hike di akhir tahun 2017, sehingga banyak Analis mengungkapkan outlook Emas yang berpotensi menguat dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami melihat rata-rata harga Emas di kuartal ketiga 2017 hingga akhir tahun berada di atas $1,300 per ounce", kata Warren Patterson, Analis Komoditas ING kepada Reuters.

Pada pukul 19:46 WIB, harga Emas bergerak di level $1,241.65 per ounce, atau menguat 0.64 persen sejak pembukaan sesi perdagangan hari Selasa. Sementara itu, harga Emas Berjangka AS naik 0.2 persen menjadi $1,236.1 per ounce.

279617

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

17 Juli 2019 09:58

1,405.19 ( 0.06%)

Support : 1,399.07
Pivot : 1,408.58
Resistance : 1,415.56

20% Buy 75% Buy 67% Buy

56% Buy
Selengkapnya