Dolar Belum Beranjak Dari Level Rendah Delapan Pekan

Dolar AS masih berkutat di level rendah delapan pekan terhadap Euro di sesi perdagangan Asia Jumat (19/Agustus) pagi ini, menuju penurunan mingguan setelah notulen Federal Reserve AS dirilis kemarin. Euro melangkah turun 0.1 persen ke angka 1.1338 terhadap Dolar AS pagi ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS masih berkutat di level rendah delapan pekan terhadap Euro di sesi perdagangan Asia Jumat (19/Agustus) pagi ini, menuju penurunan mingguan setelah notulen Federal Reserve AS dirilis kemarin. Risalah rapat yang telah digelar pada akhir Juli lalu tersebut mengungkapkan, para pembuat kebijakan di bank sentral AS tak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga, meski diwarnai dengan perbedaan pendapat yang cukup tajam.

dolar_as

Para pejabat The Fed setuju bahwa masih dibutuhkan lebih banyak data ekonomi lagi sebelum menaikkan suku bunga, walaupun secara umum, mereka masih yakin terhadap outlook ekonomi AS dan pasar tenaga kerja.

Presiden The Fed untuk wilayah New York, William Dudley, mengatakan bahwa sektor ketenagakerjaan dan upah tenaga kerja akhirnya menguat. Perekonomian pun makin berada dalam jalurnya dan di awal pekan ini. Dudley mengatakan, ada kemungkinan bank sentral menaikkan tingkat suku bunga pada rapat tanggal 20-21 September.


Apiknya Data Kenegakerjaan Tak Jamin Kenaikan Fed Rate September

Di samping itu, data pada hari Kamis malam kemarin menunjukkan, jumlah penduduk Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran pada akhir pekan lalu menyusut lebih banyak dari yang diperkirakan. Kendati kondisi data ketenagakerjaan menunjukkan perkembangan yang memuaskan, para ekonom lebih melihat bahwa peluang kenaikan suku bunga The Fed lebih besar saat pertemuan pada bulan Desember ketimbang September, mengingat ketidakpastian yang bisa saja terjadi sebelum Pemilu AS pada November, demikian hasil survei Reuters.

Euro melangkah turun 0.1 persen ke angka 1.1338 terhadap Dolar AS pagi ini, setelah memuncaki level tinggi 1.1366, perolehan terbanyak EUR/USD sejak tanggal 24 Juni. EUR/USD sedang dalam jalur untuk mendapat perolehan 1.6 persen pekan ini.

Sementara itu, indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor lainnya, melorot 1.5 persen pekan ini, walaupun naik 0.1 persen ke angka 94.245. Indeks Dolar sempat menyentuh ke level rendah 94.077 di hari Kamis, titik nadir sejak tanggal 23 Juni.

Di sisi lain, USD/JPY sempat membalas pelemahan yang dialami kemarin dengan naik 0.4 persen ke angka 100.22, pagi ini, pair tersebut diperdagangkan pada level 100.200. Meski demikian, USD/JPY masih berpeluang menurun 1.1 persen pekan ini.

270701

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


25 Mar 2019

28 Feb 2019

Sugi Anwar
hmm, iya, saya juga pikirnya NFP AS terakhir bisa bikin dolar nglunjak, eh sekarang mentok2nya sideways... Hmm, kapan2 yah kira2 dolar bisa rebound gitu? Syukur2 bisa breakout, jadi saya bisa siap2 pasang posisi begitu
Abu Bakar
Pak/Bu, ini pidatonya 2 member FOMC terakhir (kaplan n william) hasilnya gimana ya? apakah sudah berefek ke dollar? Hawkish / dovish? Soalnya saya ga terlalu paham omongan panjangnya mereka, pingin dapat kesimpulannya aja dah, terimakasih