Advertisement

iklan

BoE Akan Naikkan Suku Bunga Lagi Jika Brexit Mencapai Kesepakatan

BoE mengatakan bahwa ketidakpastian Brexit berdampak negatif pada sentimen bisnis. Namun, jika mencapai kesepakatan, maka BoE dapat menaikkan suku bunga lagi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Bank of England (BoE) tidak mengubah suku bunganya pada hari Kamis (01/November) malam ini. Para anggota komite MPC BoE sepakat untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.75 persen setelah kenaikan pada Agustus lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga kedua sejak krisis finansial. Kendati data ekonomi Inggris dinilai baik oleh BoE, tak jelasnya kepastian akibat Brexit mulai memukul sentimen bisnis dan dapat menyebabkan volatilitas makin tak menentu.

carney

BoE sejauh ini mengambil kebijakan berdasarkan ekspektasi bahwa Inggris dan Uni Eropa (UE) akan mencapai kesepakatan Brexit. Selama proses itu berlangsung, ada kemungkinan suku bunga akan kembali disesuaikan.

"Selama perekonomian terus berjalan selaras dengan proyeksi Inflation Report bulan November ini, kelanjutan pengetatan kebijakan moneter selama periode yang telah diprediksi, akan disesuaikan," tutur Gubernur Mark Carney.

Pernyataan Carney tersebut menyiratkan arti bahwa apabila Brexit berhasil mencapai kesepakatan, maka suku bunga BoE mungkin akan dinaikkan lagi.

Dalam sesi tanya jawab, Carney mengatakan bahwa setelah kenaikan suku bunga, inflasi Inggris kemungkinan akan sedikt melebihi target. Namun, pada intinya Carney menyimpulkan bahwa segala sesuatunya saat ini masih berupa estimasi sementara; mengingat para negosiator Brexit masih berjuang di meja perundingan dan belum menyimpulkan kesepakatan apa yang telah mereka dapatkan.

 

Poundsterling Naik

Kebijakan moneter BoE tersebut bernada hawkish, sehingga Poundsterling menguat. Selain itu, kabar positif mengenai Brexit dan data PMI Manufaktur Inggris sore tadi rupanya mulai dicerna pasar. Oleh sebab itu, saat berita ini ditulis, GBP/USD naik ke level 1.2937, dari sebelumnya di level rendah 1.2083.

Menurut analis DailyFx Nick Cawley, Sterling masih berada di level terbaiknya hari ini. Namun, mata uang Inggris tersebut masih akan volatile karena kabar mengenai perkembangan Brexit masih menjadi fokus utama pasar.

gu

285998

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.