Dolar AS Melemah, Fokus Pasar Pindah Ke Suriah

Meski notulen FOMC The Fed terkesan hawkish, Dolar AS tetap melemah karena pasar fokus pada memanasnya hubungan AS-Rusia, menyusul rencana serangan militer AS ke Suriah.

iklan

Advertisement

iklan

Advertisement

Seputarforex.com - Gejolak politik di Suriah membuat Dolar AS melemah terhadap Yen Jepang. Para investor mencari aset-aset safe haven di tengah kemungkinan serangan militer Barat terhadap Suriah akhir pekan ini. USD/JPY diperdagangkan di angka 106.81 pada Kamis (12/Apr) pagi ini, setelah melorot 0.4 persen tadi malam.

 

as-rusia-suriah

 

 

Tak Gentar Ancaman Rusia, AS Akan Luncurkan Misil Ke Suriah

Para investor tak dibiarkan tenang lebih lama pasca meredanya isu perdagangan antara AS dan China. Gejolak geopolitik kembali meningkat, setelah kemarin Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia bahwa pihaknya akan segera melancarkan serangan militer ke Suriah. Hal ini terkait dugaan serangan gas beracun yang menewaskan sedikitnya 40 orang di Suriah.

Trump mencuit di akun Twitternya bahwa misil AS akan datang, meskipun Rusia bersumpah akan melumpuhkan misil apapun yang ditembakkan ke Suriah. Kendati demikian, Trump tidak menyebutkan secara detail kapan peluncuran misil yang digembar-gemborkannya itu akan dieksekusi. Trump juga mengatakan bahwa Rusia tidak seharusnya berpihak pada orang yang telah membunuh rakyatnya sendiri, yaitu Presiden Suriah, Bashar Al-Assad.

Trader Kembali Ke Pangkuan Safe Haven

Penguatan Dolar AS ke level 107.400 yen pada Selasa lalu pun tak berlangsung lama. Ketegangan antara blok Barat dan blok Timur karena masalah Suriah ini kembali membuat Yen, yang merupakan mata uang safe haven, kembali kebanjiran peminat.

"Yen menguat terhadap Dolar AS dalam ketegangan geopolitik. Dolar AS melemah terhadap hampir semua mata uang mayor, tetapi juga dikarenakan oleh peran faktor lain, seperti harga komoditas dan ekspektasi kebijakan moneter ECB," kata Masafumi Yamamoto, Kepala Ahli Forex di Mizuho Securities, Tokyo.

Yamamoto menambahkan, dalam masalah Suriah ini, negara-negara lain yang akan terlibat adalah Inggris dan Prancis. Kondisinya mungkin akan mirip seperti era Perang Dingin, dan ketidakpastian pun dapat berlarut-larut karenanya.

Konflik Suriah Alihkan Perhatian Dari Notulen FOMC Maret 2018

Notulen dari rapat FOMC yang telah dilaksakan oleh Bank Sentral AS (The Fed) pada bulan Maret lalu, telah dirilis dini hari tadi. Tertulis bahwa semua anggota rapat merasa bahwa ekonomi AS akan terus menguat, dan inflasi akan naik dalam beberapa bulan ke depan.

Akan tetapi, walaupun notulen tersebut menunjukkan sentimen yang hawkish, perhatian pasar lebih tertuju ke masalah Suriah. Kondisi ini pun membuat Dolar AS tetap tidak bisa menguat.

Menurut Justin Low, penulis analisis forex di ForexLive, absennya rilis indikator ekonomi penting di sisa minggu ini makin membuat masalah Suriah menjadi pusat perhatian. Apabila ketegangan di Suriah bertambah dan menimbulkan aksi risk-off, maka Low memperkirakan peluang trading yang baik akan memudar. Untuk saat ini, penulis tersebut akan memegang prinsip "buy value, sell hysteria".

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.