Advertisement

iklan

Kebijakan BoJ Juli: Target Waktu Pencapaian Inflasi Diundur Lagi

Meski tak melakukan perubahan pada tingkat suku bunga dan yield obligasi, BoJ mengundurkan waktu pencapaian target inflasi 2 persen, dari tahun 2018 ke tahun 2019.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Bank Sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk tak merubah kebijakan moneternya, di hari Kamis (20/Jul) siang ini, sesuai ekspektasi. Selain itu, BoJ memundurkan waktu pencapaian target inflasi 2 persen. Kebijakan ini kembali meyakinkan prediksi pasar bahwa Jepang kemungkinan akan sangat tertinggal dibandingkan bank-bank sentral negara maju lainnya dalam menyudahi program stimulus.

yen-jepang


Lagi-Lagi Diundur, Jepang Akan Tertinggal Jauh

BoJ mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.1 persen dan mempertahankan target yield obligasi 10 tahunan pemerintah Jepang di kisaran 0 persen. Dalam review kuartalan untuk proyeksi jangka panjang, bank sentral tersebut memotong prediksi inflasinya, untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret 2018 menjadi 1.1 persen. Tiga bulan yang lalu, inflasi Jepang untuk periode tersebut diprediksi mencapai 1.4 persen.

BoJ juga menunda waktu pelaksanaan pencapaian target inflasi 2 persen, dengan mengatakan bahwa target inflasi akan tercapai di tahun fiskal 2019. Padahal, dalam rapat pada bulan April lalu, BoJ memperkirakan target inflasi dapat tercapai pada tahun fiskal 2018.

"Risiko terhadap perekonomian dan outlook inflasi cenderung ke arah penurunan," tulis BoJ dalam pernyataan kebijakan moneternya hari ini.

Setelah pengumuman kebijakan moneter BoJ, Dolar AS sedikit unggul terhadap Yen, dengan USD/JPY yang naik 0.1 persen ke 112.120. Dolar AS memang sedang mendapat sedikit angin segar setelah pengumuman data Perumahan AS kemarin malam. Meski demikian, secara umum Yen telah menguat terhadap Dolar AS dalam beberapa minggu terakhir, hingga USD/JPY terjun ke level 111.555 pada hari Rabu kemarin.

Pagi tadi, Jepang juga merilis data ekonomi mengenai neraca perdagangan. Untuk bulan Juni, Jepang masih surplus 440 miliar yen. Meski demikian, itu masih lebih rendah daripada ekspektasi surplus 485 miliar yen.

279642

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


15 Jul 2019