Advertisement

iklan

Profil Penulis : Raras Hapsari

Menekuni dunia tulis menulis dan SEO sejak 2011. Berkarir di bidang berita online selama dua tahun sebelum bergabung dengan Seputarforex. Sedang giat-giatnya belajar dunia trading.

iklan

iklan

Rupiah berhasil melanjutkan reli versus Dolar AS di awal pekan. Ada sejumlah faktor yang menopang penguatan rupiah, salah satunya terkait dengan GWM.
Rupiah terperosok di awal pekan menyusul sikap agresif The Fed dalam menentukan kebijakan moneter selanjutnya. Selain itu, konflik geopolitik juga menjadi faktor pendorong.
Rupiah gagal menguat di awal tahun 2022. Selain penguatan yield obligasi AS, kekhawatiran akan Omicron turut jadi penyebab Rupiah tertekan.
Di penghujung tahun 2021, Rupiah bergerak terbatas versus Dolar AS. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran Omicron yang mulai kembali.
Rupiah anjlok versus Dolar AS. Salah satu penyebabnya adalah kemunculan varian virus Corona dari Afrika, Omicron, yang menyebabkan aksi penghindaran risiko.
Secara teknikal, Rupiah memang menguat versus Dolar AS. Namun, pergerakannya dinilai macet karena beberapa faktor yang melingkupi pasar saat ini.
Rupiah mempertahankan posisinya terhadap Dolar AS setelah The Fed mengisyaratkan tapering bulan November dan kenaikan suku bunga tahun depan.
Penyataan bernada dovish Jerome Powell menyebabkan Rupiah menguat ke 14,390. Penguatan ini didukung penurunan kasus COVID-19 di Indonesia.
Rupiah menguat di tengah lonjakan virus COVID-19. Namun, analis memperkirakan jika Rupiah bisa kembali turun karena masih tingginya ketidakpastian.
Kisah 3 trader wanita sukses kelas dunia ini membuktikan bahwa siapapun bisa berkarir dalam dunia finansial. Inilah kisah mereka melawan stereotip.