10 Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit Yang Sebaiknya Dihindari

251510

Kartu kredit memberikan kemudahan transaksi dan juga menawarkan beragam bonus. Namun, kesalahan dalam penggunaannya akan membuat Anda masuk jeratan hutang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kartu kredit memang menggoda. Bukan cuma menawarkan kemudahan dan beragam bonus, tetapi juga gengsi yang cukup menyilaukan mata. Namun demikian, kilau kartu kredit bisa menghalangi pandangan Anda terhadap bunga yang cukup besar.

Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit

Selain itu, jika salah menggunakan kartu kredit, bukan tidak mungkin Anda akan terperosok dalam jurang hutang yang besar dan terus-terusan dikejar oleh debt collector. Untuk menghindari hal tersebut, berikut kami merangkum 10 kesalahan penggunaan kartu kredit yang sebaiknya dihindari:

 

1. Memperlakukan Kartu Kredit Layaknya Kartu Debit

Meski kartu kredit dapat digunakan untuk melakukan penarikan tunai di mesin ATM, tapi jangan salah, penarikan uang tunai dengan kartu kredit akan dikenakan biaya penarikan tunai dan juga bunga. Charge atau biaya penarikan tunai kartu kredit dikenakan pada saat kita mengambil uang tunai lewat mesin ATM yang cukup besar rata-rata adalah 4 persen atau minimal Rp. 50,000 setiap kali melakukan penarikan. Perhatikan, kata-kata setiap kali, jadi bila kita menarik 2 kali, maka biayanya akan menjadi dua kali lipat.

Selain dikenakan charge, bunga dari penarikan tunai ini juga lebih besar daripada suku bunga ritel kartu kredit, karena bank menganggap kita menggunakan dana tunai dari bank dan mereka juga tidak mendapatkan keuntungan dari toko (merchant). Di sini terlihat sangat beda kan dengan kartu debit yang tidak memberlakukan bunga dan biaya penarikan tersebut.
 

2. Beranggapan Bahwa Kartu Kredit Adalah Uang Tambahan

Kesalahan penggunaan kartu kredit selanjutnya adalah tak sedikit orang yang beranggapan bahwa kartu kredit sebagai uang tambahan yang bisa digunakan untuk alat pemenuh kebutuhan. Salah satu contoh yang biasa terjadi adalah bergembira ketika permohonan kartu kredit disetujui dan segera menggunakannya untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Yang patut kita ingat, kartu kredit hanya sebagai sarana atau alat bantu pembayaran, bukan merupakan pendapatan tambahan. Jadi gunakan kartu kredit dengan bijak.

Tidak salah memang, menggunakan kartu kredit untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Yang salah adalah jika kita tidak segera melunasinya sebelum akhir bulan, sehingga menyebabkan beban belanja konsumsi tersebut terkena bunga yang besar. Memang akan lebih baik jika menggunakan uang tunai atau kartu debit untuk melakukan pembelian sehari-hari.
 

3. Membeli Barang-barang Yang Tidak Perlu (karena diskon, dll)

Merchant-merchant atau pusat perbelanjaan sering memberikan promo "diskon 50 persen" atau "Buy 1 get 1 free" jika transaksi menggunakan kartu kredit, yang menyebabkan kepincut untuk membeli barang tersebut. Padahal, jika ditelaah lebih lanjut barang-barang itu belum tentu kita butuhkan atau bisa dibilang membeli hanya karena ada promo. Pada akhirnya, kita harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli barang-barang yang belum tentu kegunaannya.
 

4. Memiliki Terlalu Banyak Kartu Kredit

Semakin banyak kartu kredit yang dimiliki akan semakin sulit pula untuk mengontrol pengeluaran tiap-tiap kartu kredit dan semakin besar pula kemungkinan pada kesalahan penggunaan kartu kedit yang menjerumuskan Anda dalam jurang hutang. Biaya tahunan yang harus dibayar jika memiliki beberapa kartu juga dapat bertambah.

Beberapa pakar keuangan menyarankan untuk memiliki paling banyak tiga kartu kredit saja. Memiliki lebih dari satu kartu kredit sebenarnya bukan merupakan masalah, tapi jika jumlah tagihan dalam kartu kredit semakin membesar, itu merupakan salah satu tanda bahaya dan solusinya bukanlah dengan menambah satu kartu kredit lagi.
 

5. Membayar Hutang Menggunakan Kartu Kredit

Kartu kredit dikategorikan sebagai "Unsecured Debt", maksudnya adalah kredit tanpa agunan. Bunga yang tinggi mengiringi hutang dengan jenis ini. Oleh karenanya, sangat tidak disarankan menggunakan kartu kredit untuk membayar angsuran KPR, KMK, maupun kredit lain dengan tipe "Secured Debt" atau biasa disebut hutang yang menggunakan jaminan. Jika demikian, berarti kita menggunakan hutang yang bunganya lebih berat untuk membayar hutang dengan bunga yang lebih ringan.
 

6. Hanya Membayar Cicilan Minimum

Kesalahan inilah yang menyebabkan banyak orang terjerumus dalam jeratan hutang kartu kredit karena hanya mampu membayar jumlah cicilan minimumnya saja (sebesar 10 persen sesuai ketentuan BI). Hal ini menyebabkan sisa tagihan yang belum terbayar akan terkena bunga yang sangat tinggi, mencapai 2.9 hingga 4 persen per bulan. Bayangkan jumlah yang membengkak berlipat-lipat dari bulan ke bulan jika tidak segera dilunasi.
 

7. Terlambat Membayar Tagihan Kartu Kredit

Masih berkaitan dengan poin keenam, terlambat membayar tagihan kartu kredit menyebabkan penggunanya akan dibebani oleh denda. Ini yang akan membuat tagihan kartu kredit Anda semakin membengkak. Walaupun terlambat membayar masih lebih baik daripada tidak membayar, tapi tetap saja tidak baik. Selain dikenakan denda, keterlambatan membayar akan muncul pada laporan kredit dan merusak riwayat perbankan Anda sehingga menyulitkan untuk mendapatkan pinjaman lagi di masa depan.
 

8. Tidak Memantau Laporan Bulanan Kartu Kredit

Sebenarnya kita bisa menghindari keterlambatan membayar seperti di poin tujuh dengan memeriksa laporan bulanan yang dikirimkan oleh bank dimana kartu kredit diterbitkan. Mengecek laporan bulanan akan membantu Anda membayar tagihan dengan sesuai dan memastikan jumlah tagihannya tepat.

Kita harus segera melaporkan jika jumlah tagihan kartu kredit tidak sesuai. Biasanya kita diberi waktu sekitar 60 hari untuk menggugat tagihan yang tidak sesuai, tapi akan lebih baik lagi jika kita melakukan dispute sebelum membayar tagihan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau laporan bulanan kartu kredit.
 

9. Tidak Memperhatikan Limit Kartu Kredit

Memeriksa laporan bulanan juga dapat menjaga Anda terkena limit kartu kredit. Akan sangat memalukan bila Anda telah berada di depan kasir dan ternyata kartu kredit Anda ditolak. Lebih lagi jika sedang tidak membawa uang tunai untuk membayarnya. Hehe, semua pasti tak ingin mengalami kejadian ini.

Hindari meningkatkan limit kartu kredit jika tidak dalam keperluan yang sangat penting dan kita memiliki nominal yang sesuai untuk melunasinya. Karena semakin besar limit kartu kredit maka akan semakin besar juga peluang untuk berhutang dengan jumlah yang besar.
 

10. Tidak Disiplin Dalam Mengontrol Kartu Kredit

Dari semua pembahasan tadi, pada dasarnya sangatlah penting untuk mengontrol dengan disiplin dalam menghindari kesalahan penggunaan kartu kredit. Tak hanya disiplin dalam penggunaan tapi juga tagihannya. Kita perlu menentukan sendiri batas maksimum yang boleh digesek setiap bulannya. Sebelum melakukan transaksi kartu kredit, pastikan memiliki jumlah uang yang cukup untuk melunasinya.

Jika memungkinkan, catat jumlah pemakaian setiap kali melakukan transaksi. Jangan pernah menunggu hingga hari terakhir untuk melunasi kartu kredit, karena jika terjadi sesuatu yang mendadak atau kita lupa maka tagihan menjadi tak terbayar dan semakin membengkak karena denda dan bunga kartu kredit.

 

M Septian mulai berkecimpung di dunia forex sejak 2015. Setelah itu, menyelami berbagai instrumen trading dan berlanjut menjadi jurnalis yang meliput seputar forex dan komoditas di Seputarforex mulai 2016.

Mei 2019
BANK KPR Mikro
BANK CENTRAL ASIA 9.90% -
BANK DANAMON INDONESIA 10.25% 17.00%
BANK MANDIRI 10.25% 17.75%
BANK NEGARA INDONESIA 10.50% -
BANK RAKYAT INDONESIA 9.98% 17.50%
BANK TABUNGAN NEGARA 10.50% -
Selengkapnya