Advertisement

iklan

5 Tips Profit Trading Ala Ed Seykota

Mendapatkan profit dalam trading tentu bisa dilakukan oleh siapapun. Namun, bagaimana tips profit trading yang benar? Ketahui 5 aturan dari Ed Seykota berikut ini.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Anda tentu sudah mengenal nama Ed Seykota, bukan? Selain terkenal sebagai trader komoditi sukses asal Amerika Serikat, Ed juga dikenal sebagai pengajar dan mentor trading yang sudah banyak melahirkan trader-trader berhasil. Namun, kesuksesan seorang Ed tidak didapat begitu saja. Pria kelahiran 1946 ini menemukan tips profit trading forexnya secara otodidak dari pengalaman. Memang ya, experience is the best teacher...

Berbicara mengenai pengalaman tradingnya, Ed pernah mengalami kegagalan beberapa kali saat bertrading komoditas. Kegagalan tersebut tak lantas menyurutkan niatnya untuk terus belajar trading. Berkaca pada evaluasi trading sebelumnya, Ed berhasil memperbaiki faktor-faktor penyebab kerugiannya tersebut. Hingga pada akhirnya, ia berhasil menorehkan sebuah prestasi yang sangat mengesankan hingga kini, yaitu mengembangkan dana klien dari USD5,000 menjadi USD15,000,000, atau sekitar 300,000% dalam kurun waktu 12 tahun.

Ed Seykota

(Baca Juga: Kisah Trader Sukses Ed Seykota, Trend Follower Sejati)

 

Tips Profit Trading Sukses Ed Seykota

Sebagai seorang trader plus mentor yang sukses, Ed Seykota tak hanya berpedoman pada strategi trading yang dipakai, tetapi juga pada beberapa tips profit trading agar aktivitas tradingnya selalu menghasilkan profit konsisten. Apa sajakah itu?

 

1. Jangan Ragu Untuk Melakukan Cut Loss

Sebagai seorang trader, Anda tentu ingin mengetahui apa saja tips profit trading, agar dapat memperoleh keuntungan dari beberapa pair yang sedang ditradingkan. Namun, jika ternyata harga tidak bergerak sesuai prediksi, bahkan jauh dari perkiraan dan berpotensi menimbulkan kerugian lebih banyak, bagaimana? Dalam situasi seperti ini, Ed menyarankan untuk menutup posisi secara manual, atau disebut juga Cut Loss.

Secara harfiah, Cut Loss bermakna memotong (cut) kerugian (loss). Secara lebih lanjut, Cut Loss dimaknai sebagai usaha untuk mencegah terjadinya kerugian yang lebih dalam lagi. Sebagai contoh, perhatikan ilustrasi berikut:

Anda bertrading GBP/USD, dengan membuka posisi BUY di level harga 1.3100. Namun, harga ternyata turun ke level 1.2900, dan pelemahan harga terlihat masih cukup kuat. Dalam situasi seperti ini, Anda dapat segera menutup posisi guna menghindari kerugian yang lebih banyak, karena harga akan terus-menerus turun.

Prinsip Cut Loss ini sejalan dengan pandangan Ed Seykota. Bagi Ed, melindungi dana trading itu jauh lebih penting daripada sekedar bisa memperoleh profit. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa Anda tidak boleh Loss. Kalaupun Loss, cobalah menerima dengan lapang dada serta lakukan evaluasi terhadap trading plan yang sudah dibuat. Namun satu kuncinya, melakukan Cut Loss lebih cepat lebih baik, agar kerugian yang timbul tidak semakin besar.

 

2. Selalu Perhatikan Risk/Reward Ratio

Langkah kedua mengenai tips profit trading adalah selalu berpegang pada Risk/Reward Ratio, yaitu perbandingan target keuntungan serta kerugian yang bisa diterima oleh trader. Risk/Reward Ratio dalam forex memiliki peranan penting sebagai salah satu praktik Money Management yang penting digunakan selama trading. Trader yang menerapkan perhitungan Risk/Reward Ratio pada setiap posisi tradingnya secara disiplin, biasanya bisa memperoleh profit konsisten.

Risk Reward Ratio

Sebelum menerapkan Risk/Reward Ratio, hal pertama yang harus diperhatikan adalah tentukan besarnya risiko yang bisa Anda terima, sebut saja 50 pips. Jika Anda menentukan perbandingan Risk dan Reward sebagai 1:2, maka dengan besar kerugian 50 pips, jumlah keuntungan yang bisa Anda targetkan adalah 100 pips.

Selain melalui batas toleransi risiko, Anda juga dapat menerapkan metode Price Action dengan mengacu pada timeframe harian. Di samping karena sinyal yang terbentuk pada timeframe D1 cenderung lebih valid, Anda dapat mengetahui tren harga yang sedang terbentuk selama satu hari penuh. Pun, trading di timeframe D1 akan melatih kesabaran. Cara aplikasi metode Price Action dengan timeframe Daily dapat Anda simak pada contoh di bawah ini:

Para trader Price Action biasanya melihat apakah tampak setup Price Action pada chart daily-nya. Jika belum tampak, maka trader akan meninggalkan pasar untuk sementara waktu (biasanya 4 jam). Jika ternyata ada sinyal trading valid, mereka kemudian mengecek apakah kondisi tersebut masih logis untuk menentukan Risk/Reward Ratio 1:2. Apabila ratio 1:2 masih mungkin untuk diperoleh, maka trader dapat membuka posisi dan meninggalkan pasar sampai jadwal pada hari berikutnya, karena basis tradingnya adalah dengan timeframe Daily.

Memperhatikan pengaruh berita-berita fundamental terhadap pergerakan harga di pasar juga bisa menjadi pertimbangan penting dalam menentukan Risk/Reward Ratio. Terjadinya volatilitas tinggi, penerusan tren yang kuat, atau bahkan reversal secara tiba-tiba, tentunya tidak bisa lepas dari pengaruh berita-berita berdampak.

 

3. Jangan Membuka Posisi Dengan Lot Terlalu Besar

Ed Seykota sangat tidak menyarankan untuk membuka posisi dengan porsi lot yang terlalu besar. Memang pasang "lot gajah" dapat memberikan keuntungan yang besar ketika profit. Namun, perlu diingat bahwa prinsip trading forex adalah High Risk High Return, alias keuntungan yang diperoleh sebanding dengan kerugian yang mungkin timbul. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa trading dengan lot besar dapat menggiring Anda menjadi takut serta serakah; takut akan kerugian yang terlampau besar, sekaligus tergoda pula dengan profit yang menggiurkan.

Memperhatikan Lot saat trading

Untuk menghindari keserakahan serta rasa ketakutan yang mungkin menghantui tersebut, maka tips profit trading paling mudah adalah dengan menentukan lot dengan nilai yang tidak melebihi batas toleransi kerugian Anda. Dengan demikian, besarnya risiko yang timbul tidak akan mengakibatkan "senam jantung". Pun, seandainya itu adalah profit, maka profit yang Anda peroleh adalah sesuatu yang berkesan.

 

4. Patuhi Rencana Trading Yang Sudah Dibuat

Sebelum memulai aktivitas trading, Anda tentu sudah menyusun rencana trading seperti apa yang akan diterapkan nantinya, mulai dari strategi trading apa yang akan dipakai, serta pengaturan setup Money Management dan Risk Management yang rapi. Dua hal tersebut membutuhkan asumsi bahwa Anda memiliki wawasan yang cukup terhadap berbagai strategi trading, juga pengetahuan mengenai kondisi ekonomi global, serta data-data fundamental dan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi sentimen pasar.

Beberapa alasan mengapa rencana trading itu penting adalah untuk menanggulangi risiko emosi serta meningkatkan kualitas trading. Dengan berdisiplin pada rencana trading, keterlibatan emosi selama trading bisa diminimalisir. Hal ini karena baik Loss maupun Profit sudah diperkirakan secara matang-matang.

 

5. Ketahui Saat Yang Tepat Untuk Melanggar Aturan

Tips profit trading terakhir ini jelas sangat bertentangan dengan poin sebelumnya, tapi penting juga untuk diperhatikan. Bagaimana bisa? Hal ini terkait dengan pergerakan harga di pasar forex yang bersifat dinamis. Aturan trading Anda boleh jadi sesuai dengan kondisi harga saat ini. Namun untuk ke depannya, tidak menutup kemungkinan jika terjadi perubahan struktural yang membuat dinamika harga tak lagi kompatibel dengan rencana trading Anda.

Namun, apabila ternyata Anda menemui sesuatu yang "aneh" atau adanya pergerakan harga yang tidak wajar, pada saat seperti itulah Anda diperbolehkan tidak mengikuti trading plan yang sudah dibuat. Bagi Ed, intuisi serta feeling terkadang juga diperlukan dalam aktivitas trading. Tentunya hal ini masih dalam batas wajar dan rasional, bukan mentah-mentah bisa bermain dengan intuisi setiap kali memasuki pasar.

Melanggar aturan trading boleh-boleh saja

"Terkadang saya trading sepenuhnya berdasarkan rencana, tapi kadang saya juga melanggar aturan karena feeling, dan kadang juga saya malah tidak trading sama sekali. Jika saya tidak fleksibel dalam menerapkan aturan trading, maka akan terjadi 'ledakan' kerugian," kata Ed Seykota.

 

Kesimpulan

Dalam bertrading, menemui kegagalan atau ketidaksesuaian rencana dengan hasil adalah suatu hal yang wajar. Hal yang paling penting adalah bagaimana mengevaluasi kegagalan tersebut dan membentuk strategi baru. Terlepas dari berbagai kesulitan yang pernah dihadapi sebelumnya, Ed berhasil menjadi seorang trader sukses dengan profit konsisten, berpedoman pada 5 tips profit trading berikut: berani Cut Loss, selalu memperhatikan Risk Reward Ratio, membatasi penggunaan Lot, mematuhi rencana trading, hingga sesekali menggunakan intuisi dan feeling saat trading.

Namun, satu hal yang perlu diingat dalam trading adalah setiap trader memiliki gaya masing-masing, yang bisa berubah mengikuti perkembangannya dalam trading forex. Karena itu, trader tidak boleh terlalu kaku dalam menyikapi perubahan aturan trading yang mungkin terjadi.

"Saya rasa trader tidak bisa mengikuti aturan dalam waktu yang lama, kecuali jika aturan tersebut mencerminkan gaya mereka sendiri. Pada akhirnya, mereka juga akan mencapai titik jenuh di mana mereka harus berhenti, mengubah, atau menemukan seperangkat aturan trading baru yang bisa mereka ikuti. Ini tampaknya sudah menjadi bagian dari evolusi pertumbuhan seorang trader forex," ujar Ed Seykota.


Meskipun terlihat sederhana dan gampang, ternyata untuk memperoleh profit tidak cukup hanya dengan mengandalkan strategi trading yang sudah dibuat. Anda juga perlu mengatur emosi saat trading, agar pada akhirnya dapat meraih profit konsisten. Apa sajakah cara trading itu? Ketahui jawabannya di artikel berjudul Cara Menghasilkan Profit Yang Konsisten.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.