Kisah Trader Sukses Ed Seykota, Trend Follower Sejati

133823

Sebagai trader sukses, ajaran trading Ed Seykota telah membuatnya menjadi panutan trader-trader terkenal lainnya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Edward Arthur Seykota adalah seorang trader komoditi Amerika Serikat kelahiran Belanda. Ia adalah salah seorang pelopor trading dengan komputer pada awal tahun 1970-an. Dalam mempelajari pengetahuan dan metode trading, Ed Seykota adalah seorang otodidak yang belajar dari pengalaman.

ed seykota

 

Sebagai pengajar dan mentor trading, murid-muridnya sekarang telah menjadi trader tangguh dan terkenal, antara lain Michael Marcus, David Druz dan Jason Russell dari Salida Capital. Prestasi Seykota yang paling mengesankan adalah mampu mengembangkan dana klien dari USD5,000 menjadi USD15,000,000, atau sekitar 300,000% dalam kurun waktu 12 tahun. Nah, bagaimana perjalanan karir trading-nya?

Lahir di Belanda pada tahun 1946 dan berimigrasi ke AS, Ed menyelesaikan pendidikan teknik elektro di MIT dan ilmu management di MIT Sloan School of Management pada tahun 1969. Pada awal tahun 1970, ia bekerja sebagai analis di sebuah perusahaan pialang. Di sini lah ia mulai mengembangkan sistem trading dengan komputer yang pada saat itu masih sangat sederhana.

Dalam petikan wawancaranya dengan Jack Schwagger seperti yang ditulis dalam buku ‘Market Wizards’, Seykota mengatakan:

"Saya pernah mengalami kerugian yang cukup banyak pada komoditi perak, kemudian broker saya merekomendasi untuk sell pada tembaga, tapi rugi lagi. Saya tunggu harga perak naik dan merencanakan buy dengan ukuran trading sebesar mungkin. Ketika tiba saatnya saya open buy. Tapi apa yang terjadi? Ludes, habis dana saya. Saya heran, mengapa harga perak jatuh lagi, saya pikir itu tidak mungkin terjadi. Saya percaya berita-berita pasar, dan itulah contoh pergerakan harga yang tidak selalu sejalan dengan prediksi.

Ketika pikiran saya benar-benar buntu, saya baca tulisan Richard Donchian mengenai trend. Ia menulis bahwa sistem trading mechanical yang mengikuti trend akan sangat bermanfaat, karena pasar selalu bergerak dalam trend. Ya, itu dia. Saya kemudian mencoba teori itu dengan membuat program sederhana yang bisa mem-backtest teori tersebut. Sangat mengagumkan, teorinya benar-benar profitable. Meski saya tidak mengerti benar mengapa pasar demikian, tapi sejak itu saya memutuskan untuk trading for living, trading adalah pekerjaan full time saya."

Metode trend following pertamanya didasarkan pada teori Donchian 4 Week Rule dan 5-20 day Moving Averages. Seykota adalah trend follower sejati, dan ia selalu konsisten dengan cara tradingnya, baik untuk mengelola account pribadi maupun account kliennya.

Seykota meramu sistem trend following-nya dengan sederhana dan mudah dimengerti. Menurutnya, jika trader bisa konsisten mengikuti trend, dalam kondisi pasar apapun akan selalu untung.

"Sistem trading yang sudah berjalan tidak seharusnya diubah-ubah. Trader-lah yang harus menyesuaikan dengan sistem," kata Seykota yang juga mengintegrasikan sistem trend following-nya dengan money management itu. Menurut murid-muridnya, kesuksesannya dalam trading juga sangat didukung oleh sikap mentalnya yang begitu mencintai pekerjaan ini dan optimismenya yang tinggi.

 

Apa Nasehatnya Bagi Para Trader?

"Jika Anda rugi, segera tutup posisi Anda. Jika untung, biarkan keuntungan Anda bergerak mengikuti trend. Jika Anda tidak bisa menerima jumlah kerugian yang sedikit, cepat atau lambat Anda akan mengalami rugi besar. Anda harus berani cut-loss. Saya pernah merasakannya. Begini, ada banyak trader tua (old trader) dan trader yang berani (bold trader), tetapi sangat sedikit trader tua yang berani," kata Ed Seykota yang sekarang tinggal di pantai utara Nevada, AS.

 

Ed Seykota adalah pengikut Richard Donchian, bapak trend following. Untuk melihat seperti apa kisah sukses dan inspirasi dari sang tokoh, ikuti perjalanannya di: Kisah Trader Sukses - Richard Donchian.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Arya Lubis Amru
menurut pendapat seykota sistem trading yng udah berjalan tdk perlu dibuah-ubah. berarti apa selama ini beliau tdk mengikuti perkembangan pasar? kata beberapa master sistem trading baiknya rutin selalu dicek dan diperbarui selalu. tapi melihat prinsip seykota yng selalu konsisten trend following apa berarti beliau tdk pernah membarui sistemnya?
Martin S
@ Arya Lubis Amru:
Pertama, mungkin pada saat interview dengan Market Wizards tersebut karakteristik pasar dimana Seykota trading masih relatif sama atau tidak banyak perubahan, jadi parameter-parameter pada sistem trading tidak perlu diubah selama masih profitable. Kedua, mungkin secara garis besar sistem tersebut tidak perlu diubah, rule-nya harus sesuai dengan trend following, tetapi bisa saja ada parameter-parameter tertentu yang harus disesuaikan dengan kondisi pasar. Kita tidak tahu pasti karena penjelasannya tidak mendetail.
Firly
Ane ragu ada trader sukses yang nggak mengikuti kondisi market terbaru. Kayaknya trader sukses bisa bertahan di forex salah satunya ya karna itu. Mungkin y mungkin, yang dipertahankan Ed itu sistem trend followingnya. Tapi mestinya kalau ada kondisi-kondisi tertentu Ed juga siap menyesuaikan. Kayak siap cut loss kalau posisinya rugi dsb. Ane rasa emang sengaja ada beberapa hal yang nggak disebutin semuanya disini. Mungkin y mungkin, ada kaitanya sama rahasia sukses Ed. Kalau sudah begini y ambil apa yang bisa diambil, pelajaran lain yang belum didapet mungkin bisa cari inspirasi dari yang lain... Stay positive :)
Martin S
@ Firly:
Penjelasan Ed Seykota memang tidak mendetail, hanya garis besar saja. Mengenai cut loss dia menasehatkan agar jika ternyata loss, lebih baik segera cut loss.
Syarip Jawa
wuihhhhh hebat buener bisa numbuhin profit sampe 300000%... percaya nih sama trader yg 1 ini. walopun lama smpe 12 tahun tapi invest jadi berasa ndak rugi. jadi penasaran dlm waktu 12 tahun rata2 umumnya trader bisa numbuhin profit sampe berapa persen? apa ini tergantung sama banyak modal? barangkali ed seykota bisa numbuhin profit sampe segitu karna modal awalx udah gede..
Martin S
@ Syarip Jawa:
Dalam trading memang persentase profitnya tidak terbatas, tergantung dari bagaimana money management yang Anda terapkan, yaitu meminimalisir resiko dan memaksimalkan profit misalnya menggunakan teknik averaging, pyramiding dsb.

Besar kecilnya persentase profit tidak tergantung modal tetapi money management. Kalau dilihat modal klien Seykota yang $5,000 itu untuk ukuran di AS juga tidak besar.
M.a. Ridwan
Syarip:Potensi persentase profit seharusnya tidak ada hubungannya dengan jumlah modal. Jika yang dibahas di sini adalah balance akhirnya, yang sebesar 15 juta USD itu, maka masuk akal jika dihubungkan dengan banyak modal. Namun untuk persentase profit saya pikir itu lebih terkait dengan cara dan sistem trading yang digunakan. Contohnya, bisa diandaikan bahwa seseorang yang mengelola dana dengan cara yang sama seperti Ed Seykota juga berpotensi untuk mengembangkan akun dengan persentase profit sebesar itu. Hanya saja pencapaian setiap trader tentulah tidak sama. Meski sudah menggunakan cara dan sistem yang sama namun kemungkinannya akan selalu berbeda.
Nyong Adilah
klo prinsipny ed seykota profit dibiarkn mengikuti tren sdngkn ketika rugi berani cutloss...
berarti ed ini bukan pengguna sl / tp ya suhu?
klo begitu ntar mone managamentny dia spt apa? selama ini ane kenalny pake prinsip risk / reward ration
klo g ada sl / tpny berarti apa close posisiny dia secara manual?

begitu ya suhu, klo uda master aman2 aja meski g pake sl, sptny mereka uda bisa ngira2 sendiri kapan momen tepat buat close
Martin S
@ Nyong Adilah:
Ya, itu nasehat Ed Seykota untuk trader yang tidak memasang stop loss, jadi selalu memonitor harga. Perlu diketahui Ed Seykota ini memulai trading komoditi antara tahun 1970-an hingga 1980-an, dimana pada waktu itu trading masih dilakukan secara manual dan lewat dealing desk. Internet saat itu belum ada, dengan demikian trading tidak dengan cara online sehingga tidak bisa setting stop loss secara otomatis. Kalau trader ingin cut loss harus dengan cara manual, yaitu trader memberitahu dealer (mereka yang kerja di dealing room) untuk menutup posisinya pada harga saat itu. Meski demikian pada jaman online sekarang dimana banyak fasilitas trading yang menguntungkan, kita seharusnya menggunakan stop loss dan take profit dengan risk/reward ratio yang terukur.