Apa Itu Bitcoin Cash?

288266

Dinilai sebagai kripto hasil hard fork Bitcoin yang paling sukses, Bitcoin Cash memiliki beberapa kelebihan dan insiden perang Hash yang menarik untuk dibahas.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Bagi banyak pendatang baru di dunia kripto, mata uang kripto menjadi cukup membingungkan karena saat ini sudah ada lebih dari 2,100 koin dan token yang beredar, baik yang merupakan koin asli maupun dari hasil turunan. Bitcoin sendiri yang notabene adalah mata uang kripto pertama sudah memiliki berbagai macam variasi, di antaranya termasuk Bitcoin Cash, Bitcoin Gold, Bitcoin Diamond, dan Bitcoin Private. Dari beberapa ragam tersebut, pesaing terbesar BTC saat ini adalah Bitcoin Cash (BCH).

Apa Itu Bitcoin Cash

 

Definisi Bitcoin Cash

Definisi dari situs resmi Bitcoin Cash mengatakan:

Bitcoin Cash adalah uang tunai elektronik peer-to-peer untuk Internet. Sepenuhnya terdesentralisasi, tidak melibatkan (peran) bank sentral dan tidak membutuhkan pihak ketiga untuk beroperasi.

Penekanan pada bagian "uang tunai elektronik peer-to-peer" dilakukan karena manfaat utama Bitcoin Cash semata-mata terfokus pada kemampuan untuk melakukan lebih banyak transaksi yang bebas kendala keterlambatan jaringan. Bitcoin Cash memang menawarkan cara untuk menyesuaikan tingkat kesulitan kerja yang lebih cepat daripada interval penyesuaian kesulitan normal pada Bitcoin.

 

Diciptakan Karena Transaksi Bitcoin Terlalu Mahal

Bitcoin Cash (BCH) adalah hasil dari Hardfork Bitcoin yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah skalabilitas melalui penggunaan blok lebih besar. Kendala terkait skalabilitas pada Bitcoin muncul ketika jumlah transaksi BTC yang semakin pesat mulai memenuhi jaringan. Hal ini menyebabkan jaringan Bitcoin menjadi lebih lambat dan biaya melakukan transaksi pun lebih mahal daripada sebelumnya. Pada saat itu, biaya per transaksi di jaringan Bitcoin mencapai lebih dari $5, terlepas dari berapa nominal BTC yang ditransaksikan.

Untuk mengatasinya, ada dua opsi yang kemudian diperdebatkan oleh para pengembang; meningkatkan ukuran blok Bitcoin atau solusi lapis kedua seperti Lightning Network. Ketika kedua belah pihak tidak dapat mencapai kompromi, pertikaian terjadi dan mengarah pada penciptaan koin baru yang mereka anggap lebih sempurna, yakni Bitcoin Cash.

Hardfork Bitcoin

(Baca juga: Penjelasan Lengkap Tentang Hardfork Bitcoin)

Didukung oleh Roger Ver, raksasa penambangan Jihan Wu, para pemimpin industri kripto, serta pakar lainnya, Bitcoin Cash dibuat setelah melakukan Hardfork yang cukup sulit di Blockchain Bitcoin, dengan menerapkan ukuran blok yang bertambah menjadi 8MB. Tujuannya adalah untuk mengatasi kemacetan transaksi dan mengkonfirmasi transaksi yang lebih cepat ke dalam setiap blok.

Blok yang lebih besar memungkinkan lebih banyak transaksi terjadi dalam kurun waktu satu blok. Namun, ini disertai dengan kelemahan yang cukup mengkhawatirkan. Mereka yang masih berpihak pada BTC berpendapat bahwa blok lebih besar pada akhirnya akan mengarah pada sentralisasi penambangan.

Di lain pihak, pendukung BCH berpendapat bahwa melalui teknologi berbasis Moore's Law yang diterapkan, penambangan kripto Bitcoin Cash tidak akan tersentralisasi meski memungkinkan penerapan blok yang lebih besar.

 

Perbedaan Bitcoin Cash Dengan Bitcoin

Bitcoin Cash (BCH) sekilas mirip dengan Bitcoin, tetapi pada dasarnya memiliki beberapa perbedaan yang sangat mencolok:

  • Ukuran blok adalah 8MB.
  • Tidak akan memiliki Segwit.
  • Tidak akan memiliki fitur percepatan dengan biaya tambahan.
  • Memiliki perlindungan replay dan wipeout.

Dengan demikian, Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH) adalah dua mata uang yang berbeda dan independen. Bitcoin Cash tidak boleh dikirim ke alamat Bitcoin, begitu juga sebaliknya.

 

Anti Serangan Replay

Salah satu fitur terbaik dari Bitcoin Cash adalah bagaimana ia mampu bertahan dari salah satu masalah terbesar yang dihadapi mata uang kripto apa pun setelah Hardfork, yakni serangan replay.

Apa itu serangan replay? Serangan replay adalah transmisi data yang berulang-ulang. Transmisi semacam ini mengambil transaksi yang terjadi di satu Blockchain dan mengulanginya di Blockchain lain. Dengan demikian, serangan replay mampu mengeluarkan atau menggunakan koin yang sama lebih dari satu kali, dan ini dapat merusak total jaringan Blokchain karena gangguan Supply.

Bitcoin Cash tahan dari serangan replay

(Baca juga: 3 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Keamanan Bitcoin)

Bitcoin Cash dapat melindungi diri dari replay karena menggunakan algoritma sighash yang didefinisikan ulang. Algoritma ini hanya digunakan ketika flag sighash memiliki bit 6 set. Dalam hal ini, penggunaan output OP_RETURN yang memiliki string unik sebagai data tambahan mampu memastikan keamanan Bitcoin Cash. Setiap transaksi yang berisi string unik akan dianggap tidak valid oleh node Bitcoin Cash hingga blok ke-530,000. Pada dasarnya, sebelum blok itu muncul, Anda dapat membagi koin dengan bertransaksi pada rantai non-UAHF terlebih dahulu dengan output OP_RETURN, dan kemudian bertransaksi pada rantai UAHF kedua.

 

Perang Hash Bitcoin Cash

Baru-baru ini, ada perang yang terjadi di dalam komunitas Bitcoin Cash dan dijuluki Hash War. Perang Hash pada dasarnya adalah perang saudara antara dua faksi yang bersaing dalam komunitas Bitcoin Cash:

  • Bitcoin ABC (Adjustable Blocksize Cap): adalah pihak yang dipimpin Roger Ver dan CEO Bitmain, Jihan Wu.
  • Bitcoin SV (Satoshi's Vision): adalah pihak yang diketuai oleh Craig Wright dan miliarder Calvin Ayre dan pemilik CoinGeek.

Kedua faksi Bitcoin Cash di atas memanfaatkan kekuatan Hash untuk menambang rantai terpanjang. Siapa pun yang memiliki rantai terpanjang dan lebih efisien, akan menjadi rantai kas Bitcoin yang dominan. Menurut coin.dance, 71.8% komunitas mendukung Bitcoin ABC, sedangkan Bitcoin SV hanya menggaet 28.2%.

 

Kesimpulan

Ada banyak pendukung kuat dari Bitcoin Cash yang percaya bahwa penskalaan on-chain adalah solusi utama untuk masalah skalabilitas saat ini. Meskipun masih belum berhasil menyalip rantai Bitcoin asli dalam hal popularitas, kepercayaan terhadap Bitcoin Cash belum berkurang.

Sementara banyak orang mencemooh Bitcoin Cash, ada argumen yang berpendapat bahwa pengujian solusi penskalaan on-chain adalah percobaan yang baik untuk seluruh mata uang kripto. Jika mengacu pada perkembangan adopsi mata uang kripto yang lebih cepat, maka memang dibutuhkan ruang Blockchain yang cukup besar untuk mencegah masalah perlambatan jaringan.

 

Tahukah Anda? Craig Wright yang memimpin perang Hash Bitcoin Cash dari faksi Bitcoin SV adalah figur yang selama ini konsisten mengaku sebagai Satoshi Nakamoto. Benarkah demikian? Mari simak kisahnya di artikel: Craig Wright, Sosok Kontroversial Yang Mengaku Sebagai Penemu Bitcoin.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.