Advertisement

iklan

Cara Mengobati Sifat Egois Dalam Trading

Ego tinggi umumnya dimiliki oleh trader-trader pemula. Bagaimana cara mengatasinya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kurangnya rencana trading dapat menjadi kegagalan kita dalam mengembangkan keuntungan jangka panjang. Trader pemula biasanya akan menderita penyakit yang umumnya sama. Mereka selalu membatalkan rencana yang sudah benar karena adanya keragu-raguan. Kebanyakan dari mereka lebih sering menyimpan posisi dalam keadaan minus terlalu lama, daripada mempertahankannya saat dalam kondisi plus. Semuanya disebabkan oleh sifat egois yang semakin berkembang saat ber-trading.

Mengapa para trader pemula ini selalu mempertahankan egonya padahal sudah jelas-jelas kalau transaksinya salah?

Cara Mengobati Sifat Egois Dalam

Sebagian orang mungkin mampu mengakui bahwa metode trading yang sedang digunakan saat ini tidak bekerja dengan baik. Sementara sebagian dari mereka sangat sulit untuk mengakuinya. Biasanya trader semacam ini akan mempertahankan floating sampai dana akun mereka benar-benar habis. Jika Anda mengenali salah satu dari sifat-sifat tersebut pada diri Anda, mulai detik ini juga, berhentilah ber-trading. Anda tidak akan pernah menjadi trader yang sukses jika terus berada dalam keadaan penyangkalan.

Lalu bagaimana solusinya agar sifat egoisme dalam ber-trading bisa diobati?

Pertama-tama pastikan Anda tidak berada di bawah tekanan, misalnya sedang floating atau terkena Margin Call. Cara ini tidak akan bisa bekerja ketika kita stres. Kita tak dapat melihat dengan jelas ketika sedang  dalam kondisi tertekan. Sebaliknya, kita cenderung menjadi kaku dan tidak dapat melihat alternatif dalam segala hal. Salah satu solusi termudah adalah melakukan transaksi lebih kecil dari yang dahulu. Semakin kecil trading Anda, semakin kecil risiko dari stres, terutama bagi pemula.

Hal kedua yang dapat Anda lakukan adalah yakin dan optimis, bahwa Anda masih memiliki harapan. Caranya? Jangan melibatkan semua emosi Anda ketika bertransaksi. Jika sudah bisa menerapkan langkah-langkah di atas, maka Anda akan dapat menerima kerugian dengan tenang dan melihat trading lebih menyenangkan.

Untuk berhasil di forex, Anda tidak boleh kehilangan terlalu banyak modal. Gunakan manajemen risiko dan terimalah kerugian yang telah Anda sepakati sendiri. Dengan cara ini, transaksi akan lebih memuaskan dan melegakan. Ingat sekali lagi, jangan menjalankan transaksi dalam keadaan penyangkalan.

Setelah mengetahui bagaimana sejatinya egoisme diri dalam ber-trading, maka saat itu pula terima keterbatasan diri Anda dengan lapang dada. Jangan lupa, tuliskan rencana trading secara lengkap. Tulis juga kapan buka posisi sampai kapan harus melakukan exit posisi. Namun yang terpenting adalah terapkan disiplin diri dalam menjalankan rencana trading yang sudah Anda tetapkan sebelumnya.

sumber: EarnForex

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.

Adrian Pro
Antara mempertahankan posisi minus buat menunggu harga balik sama mempertahankan posisi minus dengan sia-sia itu perbedaan nya diliat darimn?

Trader mesti punya alasan dong kenapa kok mau nahan posisi floating meskipun sudah minus. Kalo dia sudah menuruti sinyal dari indikator dan tetap saja hasil akhirnya rugi itu kan bisa jg terjadi.

Dlm kasus ini bagaimana kalau di sistem yg digunakan memang close posisi nya harus menunggu kena sinyal dulu meskipun posisi nya sudah minus?
Ibrahim Wibowo
maka itu dianggap sebagai kerugian yang wajar dalam trading. tapi bagaimanapun sebaiknya tetap dievaluasi posisi tersebut, supaya bisa tau kesalahannya dan bisa jadi bahan pelajaran yang baik untuk posisi berikutnya. asalkan trader sudah menggunakan stop loss sepertinya kerugian yang seperti itu tidak akan terlalu destruktif untuk akun trading yang dikelola. dan ketika trader bisa tetap disiplin untuk membiarkan posisinya terclose sesuai rencana, maka dia tidak termasuk trader egois yang dibicarakan di sini. karena yang dipermasalahkan disini adalah trader yang mementingkan ego dan lebih suka menahan floating minus karena alasan tertentu. mungkin bagi trader yang belum punya sistem kondisi ini berlaku jika trader begitu saja membiarkan posisi negatifnya tertahan tanpa dukungan analisa dan rem stop order, dan bagi trader yang sudah menggunakan sistem, hal ini berlaku saat trader tersebut mengganti level stop loss/take profit karena melihat peluang yang tidak terlalu valid.
Pandu
yakin & optimis tu bkn trmsk jnis emosi jg gn? klo kudu yakin & optimis y sama ja namax ngelibatin emosi itu... klo g pengen ada emosi trlibat sm sekali y pake robot aja... beres kan?
Ibrahim Wibowo
biasanya yang dimaksudkan disini sebagai emosi adalah tipe yang merugikan, seperti stres karena tekanan atau pikiran negatif. namun adakalanya jika berhubungan dengan tindakan mempertahankan floating minus itu lebih disebabkan oleh pikiran yang justru terlalu positif. optimisme yang terlalu berlebihan justru yang memotivasi trader untuk meyakini bahwa harga akan segera berbalik dan mengcover kerugiannya, tanpa sadar bahwa pasar tidak bisa dikendalikan seperti itu. maka dari itu mungkin yang paling sesuai adalah dengan menyertakan pikiran yang positif/optimis namun tetap terkontrol.
Nur Rahmawan
Betol gan... suka nahan2 posisi negatip itu kebanyakan malah disebabin sama faktor kepedean itu. iya kalo dah disertain sama analisa, kalo kurang valid sinyalnya bukannya malah untung tapi malah makin banyak tuh ruginya...

Ane juga berasa aneh sih, lha kalo biasanya trader punya pikiran negatip dia malah cenderung buruan cut loss, nutup trading lebih cepet, ato malah g trading sama sekali. Emang ada trader pesimis yg mutusin buka terus posisi negatipnya? Scr psikologis itu kan bertentangan antara emosi sama tindakanya...