Advertisement

iklan

Analisa Mental: Trading Bukan Selalu Tentang Fundamental Atau Teknikal

281913

Trading bukan hanya tentang analisa fundamental atau teknikal. Mental kuat juga merupakan salah satu komponen penting dalam kesuksesan di pasar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Awalnya, Analisa Fundamental

Tahukah Anda bahwa para trader zaman dahulu murni menggunakan analisa fundamental untuk menganalisa kemana market akan bergerak. Trader yang menggunakan aspek-aspek fundamental seperti berbagai macam kondisi, instrumen, maupun kebijakan pemerintah atau bank sentral dalam menetapkan kondisi keseimbangan pasar dikenal dengan julukan "fundamentalis". Umumnya, fundamentalis akan memperhatikan indikator-indikator ekonomi seperti Gross Domestic Product, Tingkat Pengangguran, Kenaikan Gaji, Penjualan Ritel, Tingkat Inflasi, dan lain-lain.

 Berbagai macam fundamental

 

Perpindahan ke Analisa Teknikal

Sampai pada akhir tahun 1970-an, penggunaan analisa teknikal masih dianggap hal mistis. Di awal 1980, para trader mulai menggunakan indikator-indikator teknikal dalam analisisnya. Alasan perpindahan ini utamanya adalah masalah uang

Analisa fundamental saja dianggap kurang efektif dalam menghasilkan uang kecuali digunakan pada investasi dalam jangka panjang. Menurut Mark Douglas dalam bukunya "Trading In The Zone", bukan hasil dari indikator-indikator ekonomi suatu negara lah yang menggerakkan harga pasar, tetapi ekspektasi, harapan, dan tindakan para pelaku pasar lah yang dapat menggerakkan harga. Dengan keadaan pasar yang volatile, para fundamentalis murni sulit menentukan kapan saatnya masuk, keluar, atau mempertahankan suatu posisi di pasar.

 

Contoh analisa teknikal

 

Analisa Teknikal Lebih Mudah Menghasilkan Uang

Berbeda dengan fundamentalis, teknikalis percaya bahwa perilaku dari pelaku pasar dapat dikonversi menjadi pola-pola tertentu dan akan terus terulang dari waktu ke waktu. Teknikalis menganggap masing-masing individu memiliki suatu kecenderungan perilaku yang sama dari waktu ke waktu. Individu akan saling berinteraksi membentuk perilaku kelompok. Kelompok-kelompok inilah yang akan berinteraksi di pasar dan kemudian membentuk perilaku pelaku pasar. 

Kebiasaan-kebiasaan dan perilaku pasar ini akan membentuk pola. Pola tersebut akan dapat diamati, dihitung dengan metode statistik, dan akan terus terulang dari waktu ke waktu. 

Pada masa kini, analisa teknikal menjadi jauh lebih superior dari para trader yang murni mengandalkan analisa fundamental. Terdapat sedikit kelemahan pada analisa fundamental. Hal ini adalah Reality Gap. 

Hal ini berarti terdapat kesenjangan antara hal-hal yang diharapkan seseorang pada pasar, dengan hal yang sebenarnya sedang terjadi pada pasar. Teknikalis menutup gap ini dengan berfokus pada yang sedang terjadi saat ini, tanpa melupakan yang pernah terjadi di masa lalu, untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. 

Sementara para teknikalis memanfaatkan berbagai macam perhitungan statistik yang bisa digunakan untuk analisa dalam hitungan menit, jam, hari, minggu atau bulan untuk memperkaya diri, para fundamentalis harus menunggu waktu lama untuk merealisasikan keuntungan.

 

Trading Bukan Tentang Fundamental Atau Teknikal

Jika kalian bertanya adakah kelemahan analisa teknikal? Ya, terdapat pula gap dalam teknikal analisis. Celah kesenjangan ini ada antara hal-hal dipahami seorang trader mengenai market, dengan kemampuan seorang trader untuk menjadikan pengetahuan itu menjadi kesempatan. 

Terdapat perbedaan besar antara memperkirakan sesuatu akan terjadi pada market serta realita tentang apakah kita benar-benar masuk dan membuat uang di pasar tersebut. Gap ini disebut Psychological Gap. 

Pernahkah kalian melihat suatu chart, lalu terpikir pasar ini akan naik, tapi tidak punya keberanian dikarenakan sudah menderita kerugian berturut-turut sebelumnya? Lalu mendapati pasar benar-benar bergerak sesuai perkiraan awal. Ya, hal inilah yang membuat trading dengan analisa teknikal menjadi sulit. Psychological Gap! 

Perbedaan antara trader profesional dan yang belum adalah mereka memiliki pola pikir yang berbeda. Para trader awam umumnya melakukan kesalahan-kesalahan mendasar. Sedangkan trader profesional memiliki pola pikir yang dapat membuat mereka tetap disiplin, fokus, dan percaya pada kemampuan mereka menghasilkan uang, bagaimanapun keadaan pasarnya.

Setres trading

 

Akhirnya, Analisa Mental

Mungkin Anda bertanya, kalau sebegitu menguntungkannnya analisa teknikal, mengapa masih banyak trader kehilangan uangnya bahkan terkena margin call. Psychological Gap inilah jawabannya. Kebanyakan orang-orang yang merugi ini marah dan kecewa karena banyaknya kesempatan untuk memperoleh uang tak terbatas, tetapi nyatanya kondisi mereka malah tertinggal dibanding trader-trader lain. 

Begitu seseorang belajar cara untuk membaca dan menganalisis market, kebanyakan akan sadar bahwa terdapat kesempatan tak terbatas untuk memperoleh uang dalam market. Keinginan untuk menjadi trader yang konsisten dalam mengambil untung dari market inilah yang membuat banyak trader yang mulai beralih ke analisa mental, atau dengan kata lain, keadaan psikologi dan mental trader tersebut. 

Bagaimana kita merubah kondisi psikologi dan mental kita agar dapat menjadi trader professional?

 

1. Perhatikan dan Amati Dirimu

Hal pertama dari proses mencapai konsistensi dalam dunia trading adalah mengenali diri kita sendiri. Beberapa proses dari wujud pengenalan diri sendiri adalah mulai sadar akan apa yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan. Ide umumnya adalah bagaimana kita belajar mengawasi alur pikiran kita yang biasa disebut dalam dunia psikologi sebagai Self-Awareness

Pengenalan diri adalah salah satu skill yang paling penting untuk seorang trader. Mengapa bisa demikian? karena hal-hal yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan, punya kontribusi dengan hasil yang selama ini kita capai dalam hal apapun, termasuk dalam portofolio trading kita. 

Tembok pertahanan pertama yang harus kita tembus untuk menghindari kesalahan-kesalahan karena kurang disiplin adalah mengetahui dan sadar saat hal tersebut melintas di pikiran kita. Kebanyakan orang membiarkan pikirannya dalam mode auto-pilot. Lain kali, ketika terlintas pikiran atau ucapan yang berhubungan dengan indisipliner atau error dalam aktifitas trading, segera cepat-cepat ubah ke arah yang lebih baik seperti saat Anda tanpa kesulitan apapun dapat dengan mudah berdisiplin menjalankan aktivitas trading. 

Cara yang paling baik dalam melatih hal ini adalah sengaja mengarahkan pikiran kita menuju godaan-godaan indisipliner atau error dalam trading seperti ingin melanggar trading rule, lalu berhenti dan menggantinya dengan pikiran yang lebih baik. Dengan latihan pikiran-pikiran buruk itu akan hilang seiring dengan waktu, sehingga kondisi mental kita akan semakin kuat. 

Selain itu, mencoba mengenali tipe trader seperti apa kita ini juga merupakan ide yang tidak buruk untuk dicoba.

 

2. Bertanya Adalah Jawabannya

Analisa mental secara khusus adalah masalah bertanya. Tujuan utama para trader professional harus selalu menganalisa mentalnya dikarenakan mereka ingin selalu menjaga kondisi pikiran dan mental mereka agar bisa terus berada dalam puncaknya tanpa menghilangkan objektivitas mereka. Dengan objektivitas tinggi dan kondisi pikiran berada pada puncaknya, para trader handal ini terus dapat memanfaatkan berbagai macam peluang yang ada dalam market tanpa diiming-imingi rasa cemas, takut, serakah, maupun berharap

Oleh karena itu, perlu untuk mengajukan sejumlah pertanyaan guna memastikan kestabilan kondisi mental trader. Dan sebaiknya pertanyaan-pertanyaan ini terus secara bertahap kita tanyakan pada diri kita sendiri. Beberapa orang akan menanyakannya di awal mereka memulai hari atau sesaat sebelum mereka naik ke tempat tidur untuk menutup harinya. Berikut beberapa pertanyaan menurut Mark Douglas harus selalu kita tanyakan pada diri kita sebagai seorang trader.

  1. Dari nilai 0-10, bagaimana kondisi psikologi, dan fisiologiku saat ini? (Nilai 0 berarti mati dan 10 berarti merasa luar biasa)
  2. Ingin menjadi trader seperti apakah aku hari ini, besok dan seterusnya?
  3. Sudahkah aku memiliki sikap-sikap yang dimiliki sosok trader yang kuinginkan?
  4. Disiplinkah aku dalam mengikuti segala rule dalam sistem tradingku hari ini?
  5. Sudahkah kuhitung probabilitas (Edge) dari posisi tradingku hari ini?
  6. Adakah trading yang tidak berjalan sesuai rencana hari ini? Bagaimana perasaanmu terhadap hasil tersebut?
  7. Masih adakah pikiran untuk melakukan trading balasan langsung setelah loss?
  8. Masih adakah pikiran hari ini bahwa pasti ada suatu cara untuk menghasilkan uang dari trading tanpa rugi (loss)?
  9. Masih adakah pikiran untuk membuka suatu posisi hanya karena rasa ingin berada dalam market?
  10. Masih adakah keinginan untuk mencari sistem lain yang lebih profitable?

Pertanyaan-pertanyaan di atas memiliki berbagai macam fungsi yang dapat membantu kita. Beberapa pertanyaan bersifat sebagai pengingat, dan pembantu fokus. Ada juga pertanyaan yang harus selalu menjadi awalan terutama jika kalian berencana mengevaluasi mental di pagi hari. 

Pertanyaan pertama disini bertujuan mengetahui keadaan pisikologi dan fisiologi kita. Jadi jika di awal hari badan sudah terasa tidak enak atau kurang fit. Beristirahatlah! Jika kondisi psikologi sedang berantakan, segera ubah psikologi Anda menjadi lebih baik dengan cara seperti berolahraga, bermeditasi, minum segelas teh hangat, dll. 

Pertanyaan mengenai sosok trader menjadi yang kedua karena fungsinya yang sangat penting untuk mengingatkan kita pada tujuan awal kita atau mungkin lebih tepatnya sosok seperti apa yang sedang kita kejar. Ingatlah kita ingin menjadi trader handal dan professional yang dapat disiplin dan konsisten. Bukan uang yang kita kejar, uang akan mengikuti jika kita dapat menjadi trader professional. 

Pemikiran yang terus diulang dengan fokus, sudah terbukti membantu meningkatkan probabilitas kita dalam mencapai hal tersebut. Pertanyaan-pertanyaan lain kurang lebih bersifat sebagai analisis diri kita terhadap kondisi mental trader kita. Seperti misalnya setelah mengalami loss di sesi trading sebelumnya, masih adakah rasa kecewa, marah dan ingin segera membalas kerugian? Jika ada, sebaiknya berjanjilah pada diri untuk tidak akan pernah lagi membebani pikiran dengan merasakan hal tersebut di kemudian hari. Karena Anda seharusnya tahu bahwa loss itu merupakan salah satu bagian dari bisnis trading

Secara garis besar, pertanyaan-pertanyaan tersebut banyak digunakan para trader dan berbagai bidang lain. Tinggal dirubah konteks dan tema pertanyaannya saja. Jumlahnya pun beragam. Pada buku Trading In The Zone karangan Mark Douglas bahkan terdapat 30 pertanyaan seputar analisa mental ini.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.


Trader Utara
Agan saya mau tanya....., apabila seseorang telah melakukan trading dengan benar ,antara lain dalam sistem trading berdasarkan follow the trend ,juga telah menggunakan MM, memakai Risk to Reward , position sizing , melakukan trading dengan disiplin dan konsisten ,tidak over trading , Apakah bila semua itu telah dilakukan , dalam jangka panjang mempunyai kemungkinan besar untuk bisamembuat PROFIT KONSISTEN , Kalau jawabannya adalah YA , apakah alasan yang mendasari hal tersebut , Terimakasih.SALAM PROFIT
Muh Nuzul
Kemungkinan besar membuat profit konsisten itu tidak pasti pak. Yang pasti trading kita jadi konsisten. masalahnya profitnya kan belum tau. Yang bisa saya janjikan ke bapak hanya 1, Margin Call pasti jauh dari bapak. Drawdown-pun tidak akan besar. Profit biasanya mengikuti 1-3 bulan setelah itu, bahkan bisa lebih.
Trader Utara
Terimakasih Gan...Penjelasan Agan menjadi pencerahan untuk trading plan saya
Muh Nuzul
sama-sama pak. senang sekali rasanya bisa sedikit membantu sesama trader.
Jangan menyerah dan terus selalu belajar ya pak