Advertisement

iklan

Cara Profit Trading Dengan Indikator CMF

Trading dengan indikator CMF merupakan salah satu alternatif menarik menggunakan indikator volume. Bagaimana cara penggunaannya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mungkin beberapa trader kurang familiar bahkan asing bila mendengar strategi trading forex menggunakan acuan volume. Karena pada dasarnya, perdagangan valas tidak terpusat layaknya trading saham. Volume trading yang tampak pada perdagangan forex merupakan akumulasi dari jumlah trader yang melakukan trading pada suatu broker. Artinya, data volume yang ditampilkan pada suatu pair mata uang tentu akan berbeda-beda pada setiap broker.

Namun faktanya, strategi trading menggunakan volume ternyata masih banyak digunakan beberapa trader hingga saat ini. Biasanya, strategi ini menggunakan bantuan indikator volume untuk mendapatkan sinyal entry. Salah satu indikator volume yang bisa digunakan adalah CMF (Chaikin Money Flow). Lantas, bagaimana cara trading dengan indikator CMF? Selengkapnya silahkan simak ulasan berikut ini. 

trading dengan indikator cmf

 

Berkenalan Dengan Indikator CMF

Indikator volume dalam pasar forex secara umum biasanya membantu menunjukkan minat trader ataupun investor terhadap pair mata uang tertentu. Semakin besar volume yang ditangkap oleh indikator CMF mencerminkan besarnya transaksi yang terjadi. Sehingga, pair forex yang memiliki volume besar bisa menjadi pilihan untuk diperdagangkan.

Seperti yang dilansir dari Trading Strategy Guides, salah satu alasan CMF merupakan indikator volume terbaik adalah dapat mengukur volume arus uang pada suatu pair forex dalam periode waktu tertentu. Pengukuran volume tersebut didasarkan pada penjumlahan total kumulatif aliran uang keluar dan masuk yang terjadi pada masa lampau. Secara teknikal, indikator ini akan mengukur keseimbangan tekanan jual atau beli dan kemudian menampilkannya dalam bentuk garis sinyal di chart.

Sebagai aturan umum, apabila garis sinyal indikator CMF naik di atas nol, maka menandakan bahwa transaksi yang masuk pada pair terkait dikuasai para buyer; biasanya hal ini akan mendorong sentimen pelaku pasar untuk membuka posisi BUY.

Sebaliknya, jika garis sinyal turun di bawah nol, maka mengindikasikan bahwa transaksi pair mata uang didominasi oleh kaum seller. Kondisi ini akan memicu sentimen negatif para pelaku pasar dan mendorong trader untuk membuka posisi SELL.

Memahami cara trading dengan indikator CMF dapat membantu trader mengantisipasi fluktuasi harga dari aliran tekanan jual dan beli di luar ekspektasi. Selain itu, indikator ini juga membantu trader dalam mendeteksi peluang trading dari perubahan aliran transaksi, yang kemudian bisa diproyeksikan sebagai skenario trading untuk meraih profit trading.

 

Contoh Trading Dengan Indikator CMF

Sekarang mari kita jawab pertanyaan tentang "bagaimana cara trading dengan indikator CMF". Mungkin beberapa dari Anda belum pernah trading menggunakan volume sebagai acuan. Untuk itu, penulis akan mencoba mengulas cara profit trading dengan indikator CMF yang direkomendasikan oleh Trading Strategy Guides.

 

Langkah #1: Amati Perlintasan Volume Chaikin

Untuk menemukan sinyal entry yang bagus dengan indikator CMF, maka Anda perlu mengamati pergerakan yang signifikan pada garis sinyal indikator CMF.

Ketika garis bergerak dari area negatif ke positif secara signifikan, maka ada daya beli yang kuat dari para pelaku pasar yang bisa dimanfaatkan. Masuknya buyer dalam skala besar seperti ini biasanya datang dari trader institutional atau biasa disebut dengan Smart Money.

Sebagai tolok ukur perubahan volume yang bisa dijadikan sinyal trading adalah ketika indikator menunjukkan nilai di bawah nol (minimum -0.15) kemudian bergerak hingga di atas nol (minimum +0.15). Lebih jelasnya, silahkan lihat gambar di bawah ini.

trading dengan indikator cmf

 

Langkah #2: Perhatikan Pullback Dan Swing Harga

Setelah melihat pergerakan yang signifikan, langkah berikutnya jangan terlalu tergesa-gesa melakukan entry posisi. Sangat disarankan Anda memastikan garis sinyal benar-benar melintas di bawah atau di atas level Nol, baru kemudian membidik target entry.

langkah ke dua cara trading dengan indikator cmf

Pada grafik di atas, terlihat bahwa setelah menyeberang ke area positif, garis sinyal mengalami Pullback hingga melintasi level Nol. Dalam kondisi ini, perhatikan posisi swing harga. Jika swing low masih terbentuk di atas swing low sebelumnya, maka jangan entry sell dulu karena ini merupakan indikasi bahwa seller belum benar-benar siap untuk mengambil alih kekuatan buyer.

 

Langkah #3: Waspadai Breakout

Bagaimana jika ternyata garis sinyal indikator CMF kemudian naik hingga kembali melintasi level Nol? Maka perhatikan saja swing harga sebagai konfirmasi. Untuk open posisinya, pastikan candle benar-benar ditutup di atas lebih tinggi atau lebih rendah dari swing harga sebelumnya.

langkah ke tiga cara trading dengan indikator cmf

Chart di atas menunjukkan bagaimana harga berhasil membentuk swing high yang setara dengan swing high sebelumnya, setelah harga menyeberang dari area negatif ke positif. Entry buy diambil ketika candle ditutup di atas swing high tersebut, karena mengindikasikan bahwa kekuatan buyer sudah cukup signifikan untuk mendorong harga naik hingga melampaui batas penguatan sebelumnya.

 

Langkah #4: Pasang Stop Loss Di Bawah Swing Sebelumnya

Langkah yang tak kalah penting dalam cara trading dengan indikator CMF adalah memasang Stop Loss. Stop Loss ini berfungsi sebagai pengaman bila ternyata harga berbalik arah atau tidak sesuai dengan skenario trading awal. Anda bisa meletakkannya di swing sebelumnya.

Jika posisi entry yang ditempatkan adalah buy, maka Stop Loss diposisikan pada swing low sebelumnya. Swing yang bertepatan dengan Pullback seperti tampak pada chart di atas bisa menjadi sinyal Stop Loss yang lebih valid.

langkah ke empat cara trading dengan indikator cmf

 

Langkah #5: Tentukan Take Profit Di Level Minimum/Maksimum

Take Profit (TP) biasanya dihitung berdasarkan risk/reward ratio yang Anda gunakan. Namun jika Anda lebih suka meletakkan TP sesuai peluang pergerakan harga, maka disarankan untuk memasang TP setelah indikator CMF mengalami pergerakan ekstrem hingga mencapai level minimum -0.15.

langkah ke lima cara trading dengan indikator cmf

 

Bagaimana Untuk Skenario SELL? 

Contoh di atas adalah cara trading dengan indikator CMF pada skenario BUY. Untuk mendeteksi sinyal Sell, langkah-langkah menganalisanya masih sama dengan skenario buy. Hanya saja, pastikan bahwa sinyal entry hanya diambil ketika garis indikator di area minus dan swing harga saat ini telah terbentuk di bawah swing sebelumnya. Pemasangan Stop Loss diukur dari swing high sebelumnya (bertepatan dengan Pullback akan lebih bagus), sementara Take Profit berdasarkan sinyal dipicu saat CMF telah bergerak hingga level +0.15.

trading dengan indikator cmf sinyal sell

 

Indikator CMF hanyalah salah satu alat bantu teknikal yang didasarkan pada pengukuran volume. Jika Anda tertarik mencoba indikator lain yang tak kalah ampuh dan menarik, silahkan berkunjung ke artikel Indikator Yang Sering Digunakan Trader.

 

Download Seputarforex App

293118

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywritring, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone