Advertisement

iklan

10 Acuan Menggunakan Indikator Teknikal Dari Barbara Rockefeller

Sukses trading tidak datang dari indikator apa yang diterapkan, tapi bagaimana Anda menggunakan indikator teknikal. Berikut ini 10 acuan penggunaan indikator versi Barbara Rockefeller.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sukses trading tak ditentukan dari indikator teknikal apa yang Anda gunakan, tapi bagaimana cara Anda memanfaatkan indikator tersebut. Barbara Rockefeller, trader wanita sukses sekaligus penulis buku trading populer Technical Analysis for Dummies, membagikan ilmu bermanfaat tentang 10 pedoman menggunakan indikator teknikal. Apa sajakah itu?

10 Cara Menggunakan Indikator Teknikal


1. Dengarkan Harga Baik-baik

Aturan pertama yang dicamkan Barbara berhubungan dengan memperhatikan harga dari pola bar atau pun candlestick. Menurut trader yang berpandangan realistis ini, ada banyak informasi tersimpan di formasi harga. Setiap pola harga dapat digunakan untuk membaca sentimen pasar. Misalnya, ketika serangkaian higher high diikuti dengan close harga jauh di level bawah atau bahkan low harian, maka itu merupakan sinyal jelas bahwa pelaku pasar telah mengakhiri trend bullish.

Karena indikator teknikal pada dasarnya menggunakan harga sebagai basis perhitungan matematisnya, maka dengarkanlah harga baik-baik lewat pola bar atau candlestick. Langkah ini nantinya dapat membantu Anda mendapat gambaran lebih jelas ketika menggunakan indikator teknikal.

2. Pahami Indikator Teknikal Anda

Hanya gunakan indikator yang menurut Anda "masuk akal". Dengan kata lain, jika tidak paham dengan cara membaca sinyal atau kinerja suatu indikator, maka jangan gunakan indikator tersebut. Sebagus apapun indikator itu dikata orang, tetap tak akan bermanfaat jika Anda tak paham dengan cara kerjanya.

"Ada cukup banyak indikator yang bisa Anda gunakan di dunia ini. Anggap saja analisa teknikal sebagai supermarket khusus indikator. Kalau belum ketemu indikator yang cocok di satu bagian, maka teruslah cari di bagian lain. Jangan paksakan satu indikator yang jelas-jelas tidak cocok hanya karena produk itu dianggap paling laris," nasihat Barbara Rockefeller.

3. Trading Pada Apa Yang Anda Lihat

Pola harga seperti bottom, triangle, head and shoulders, dan sebagainya dapat membantu Anda mengidentifikasi arah pergerakan harga selanjutnya. "Ketika melihat pola double bottom, Anda akan mendapatkan sinyal buy karena idealnya harga akan bergerak naik setelah membentuk pola tersebut. Prinsip ini sering terbukti tepat dan bisa mendatangkan gain sekitar 40 persen," ujar Barbara.

Pola Harga
Beberapa pola mudah dilihat, tapi ada pula yang sedikit menjebak. Agar tidak bingung, perhatikan saja yang menurut Anda tampak benar-benar jelas. "Jika tidak dapat dilihat maka jangan dipakai trading," seperti itulah kira-kira tips dari Barbara Rockefeller. Hal itu berlaku juga untuk penggunaan indikator. Anda tak perlu memaksakan trading bila sinyal indikator tampak kurang jelas.

4. Gunakan Support Dan Resistance

Karena digunakan dan disepakati oleh semua trader teknikal, Support dan Resistance (SR) wajib untuk selalu diterapkan. SR bisa diamati dengan berbagai cara, mulai dari memasang sendiri garis horizontal di chart, hingga mengandalkan indikator teknikal macam Fibonacci. "Sebagai langkah antisipasi, selalu perhatikan level support dari instrumen trading Anda. Jika harga break dari level SR, maka bersiap-siaplah untuk segera bertindak," saran Barbara Rockefeller.

5. Ikuti Prinsip Breakout

Sama seperti support dan resistance, prinsip breakout harga juga diakui secara universal oleh para trader. Baik ketika Anda entry atau exit, trading mengikuti arah breakout hampir pasti menguntungkan. Itulah mengapa Anda perlu memahami prinsip-prinsip trading dengan breakout, sekaligus belajar cara mengenali false breakout agar tidak terjebak 'harapan palsu'.

6. Awasi Convergence Dan Divergence

Waspadalah ketika indikator dan harga bergerak tak searah. Alasan dibalik terjadinya kedua fenomena ini kadang bisa diketahui, tapi kadang juga tidak. "Jika harga terlihat menguat namun indikator momentum justru turun, ada kesenjangan yang perlu diwaspadai. Itu artinya, uptrend harga sebentar lagi akan terhenti sejenak, retrace, atau bahkan berbalik. Apabila Anda tipe trader risk averse, segeralah keluar," kata Barbara.

7. Lakukan Backtest Indikator Teknikal Dengan Benar

Ketika baru dipasang di chart, indikator teknikal akan muncul dengan parameter default. Ambil contoh RSI dengan periode 14-nya dan Stochastic dengan standar 5,3,3. Tak ada salahnya menuruti parameter itu, tetapi bukan berarti pilihan Anda terbatas sampai di situ saja. Setting indikator tersebut nyatanya bisa diubah sesuai pengukuran masing-masing trader. Lalu bagaimana cara mendapatkan parameter indikator ideal? Jawabannya adalah dengan melakukan backtest.

"Jika Anda berencana melakukan backtest untuk menentukan parameter indikator, laksanakanlah dengan benar. Gunakan history harga sebanyak-banyaknya, tapi jangan terlalu terpaku pada angka keberhasilan," ucap Barbara. Hasil backtest kurang bisa menjadi patokan win rate karena bahan dasar pengujiannya adalah harga di masa lalu. Daripada mencari ketepatan angka tersebut, fokuslah untuk mengamati perilaku harga dan parameter indikator yang potensial saat melakukan backtest. "Karena bagaimana pun juga, angka yang bisa tepat memperkirakan keberhasilan di masa depan itu tidak ada," ungkap Barbara Rockefeller.

8. Sadari Jika Indikator Teknikal Juga Bisa Gagal

Sebagus-bagusnya suatu setup pasti ada kelemahannya. Sebaik-baiknya suatu indikator pasti ada gagalnya. Ketidaksempurnaan dalam analisa teknikal haruslah menjadi gagasan yang dimaklumi setiap trader. Seperti kata Barbara Rockefeller, indicators are only arithmetic, not magic.

Walaupun tidak selalu benar, indikator tetap bisa digunakan untuk memberi gambaran dan memperkirakan gerak harga. Dengan demikian, daripada mengharapkan indikator terknikal agar bisa selalu benar, pergunakanlah indikator sesuai proporsinya, yaitu sebagai alat untuk membantu analisa trading Anda.

9. Indikator Rahasia Itu Tidak Ada

Banyaknya pilihan indikator teknikal saat ini membuka peluang tak terbatas bagi trader untuk memilih dan menggabungkan "indikator-indikator terbaik". Mungkin karena saking bagusnya kombinasi indikator tersebut, banyak trader jadi percaya jika keberadaannya pastilah dirahasiakan, dan untuk mendapatkannya, mereka harus membayar sejumlah uang kepada si pembuat indikator.

Indikator Teknikal Rahasia
Menurut Barbara Rockefeller, "indikator rahasia itu semestinya tidak ada. Tak seharusnya juga trader membeli indikator, karena indikator bisa didapatkan gratis di mana saja." Tak ada indikator yang tidak pernah gagal, tak ada pula kombinasi indikator yang selalu benar. Jadi kalau sama-sama tidak pasti, buat apa Anda merogoh kocek untuk membeli sesuatu yang sebenarnya bisa diperoleh gratis?

Pada akhirnya, kemampuan Anda untuk memanfaatkan indikator-lah yang menentukan kesuksesan, bukan jenis indikator mana yang digunakan. Lagi pula, kunci sukses trading itu tak hanya terletak pada indikator. Jadi daripada hanya sibuk mencari "indikator terbaik" mana yang akan dibeli, akan lebih baik untuk belajar menyempurnakan faktor-faktor lain yang berperan dalam kesuksesan trading.

10. Cermat Memilih Indikator Teknikal

Keinginan mencoba indikator baru yang terlihat lebih menarik pasti pernah dirasakan semua trader teknikal. Menjajal indikator-indikator yang menurut Anda potensial sebenarnya sah-sah saja. Namun ketika hendak memasang indikator baru, pastikan bahwa:

  1. Indikator tersebut cocok dengan setup lama Anda
  2. Indikator itu mampu membantu Anda meraih profitabilitas yang bagus

Kedua pedoman itu sebaiknya selalu Anda gunakan saat hendak mencoba indikator baru. Jika hanya berpegangan pada pendapat trader lain dan tidak disesuaikan dengan trading Anda sendiri, maka penggunaan indikator baru justru akan membawa dampak yang tidak diharapkan. Sekali pun indikator tersebut terlihat lebih bagus dan lebih lengkap, bukan berarti akan cocok bagi trading Anda. Untuk mengetahuinya, maka lakukanlah backtest dan lihat apakah indikator itu sudah memenuhi 2 syarat di atas.

Akhir Kata

Kemampuan indikator teknikal yang mampu memberikan sinyal trading kadang membuat trader lupa akan prinsip utamanya: Bahwa indikator sebetulnya hanyalah perangkat analisa yang didasarkan pada perhitungan matematis dari harga di masa lalu. Itulah mengapa, mengetahui cara menggunakan indikator yang benar jauh lebih penting daripada sekadar mencari jenis indikator terbaik. Nah, sepuluh aturan dari Barbara Rockefeller di atas bisa Anda jadikan panduan ideal dalam menggunakan indikator teknikal.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar indikator maupun analisa teknikal, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus indikator berikut.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Ferry
Tidak ada indikator satu pun yg sempurna di dunia ini.