Just Follow The Trend

62145

Tidak perlulah menantang trend yang terjadi. Ikuti saja trend yang ada, toh kita trading dengan modal yang relative kecil dibandingkan keseluruhan pelaku pasar.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Satu nasehat bijak bagi seorang trader adalah: “follow the trend, trend is your friend”. Ok deh… terus terang saya udah dikasih nasehat itu di minggu pertama saya belajar forex. Tapi terus terang pula, itu nasehat yang sering saya “langgar”. Bukan bermaksud menentang trend sih sebenernya. Cuma, kadang mungkin karena over self confidence atau sekedar menguji analisis plus uji nyali. Jadinya, seringkali posisi yang saya ambil akhirnya kejebak floating negative deh. Saya sengaja capture “salah posisi” yang saya lakukan supaya kita bisa ambil pelajaran dari sini.

Mari kita perhatikan gerakan pair EUR/USD yang di minggu-minggu terakhir ini berhasil mencuri perhatian saya, sehingga saya “melupakan” pair favorite saya sebelumnya, GBP/JPY.


Di time frame 15 menit, kita bisa amati gerakan sideways yang lumayan lama, disertai gap di awal pekan, yang kemudian diakhiri dengan lonjakan yang fantastis. Gerakan sideways, berarti terjadi tarik menarik yang cukup alot antara buyer dan seller. Jika “pertempuran” akhirnya di menangkan oleh salah satu pihak, maka kecenderungan terjadi breakout, yang berarti harga akan melonjak atau menukik tajam.

Pada kasus pair EUR/USD di atas, lonjakan yang terjadi cukup lumayan, diselingi “istirahat” sebentar,  yang cukup membuat saya mengira over buy sudah terjadi dan bakalan terjadi retrace, sehingga saya memutuskan memasang pending order sell limit. Tapi, apa yang kemudian terjadi? Ternyata kenaikan terus berlanjut alias harga terus melejit naik. Hasilnya? Floating negative minus ratusan pips! Satu "kesombongan" pula bahwa saya tidak memasang Stop Loss di posisi tersebut.

Satu hal lagi kesalahan yang tidak perlu kita lakukan, khususnya di pair EUR/USD yang kecenderungan jalannya cenderung tidak berlenggak-lenggok, alias  gerakannya lurus-lurus ajah. Mengapa saya tidak memutuskan untuk memasang pending order buy stop? Nah, ini salah satu kesalahan lagi yang saya lakukan. Saya menganggap harga sudah mencapai “pucuk gunung” sehingga apabila pending order tersebut tersentuh, takutnya nantinya bakalan kejebak buy di pucuk gunung. Tapi tunggu dulu, benarkah harga sudah sampai di pucuk gunung? Mari kita coba amati posisi harga sekarang dengan sudut pandang yang lebih luas. Mari kita amati pair yang sama di saat yang sama di time frame daily.


Apa kondisi yang bisa kita lihat? Ternyata harga baru saja mulai mendaki gunung. Nah lo, gawat nih, masih berapa lagi harga bakalan turun gunung klo githu? Mm, iya deh, itu satu posisi “salah” yang semoga dari situ kita bisa ambil kesimpulan dan pelajaran bahwa: Tidak perlulah menantang trend yang terjadi. Ikuti saja trend yang ada, toh kita trading dengan modal yang relative kecil dibandingkan keseluruhan pelaku pasar, kecuali kalau anda memang termasuk “big boys” yang trading dengan modal yang cukup untuk “mempengaruhi” market.

Jangan over self confidence. Selalulah memasang Stop Loss meskipun anda yakin dengan trend yang ada. Cobalah menganalisis satu pair dengan beberapa sudut pandang atau time frame untuk meyakinkan posisi harga saat ini relative terhadap harga di masa lalu.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Nadia Hutahuma
Salah satu cara main aman trading ya ngikutin trend ini. Tapi jangan lupa, ada potensi bahwa harga akan mengalami koreksi. Pertanyaanya, apakah koreksi tsb akan sementara, atau berhari2, atau berminggu2? itu yang gawat.
Francisca
Just follow the trend sometimes become suicide mission.