OctaFx

iklan

Mengidentifikasi Trend Dalam Forex

91408

Trend dalam forex bisa dibedakan menjadi 3: up trend (trend naik), down trend (trend turun), dan sideways. Namun, bagaimana cara mengidentifikasi trend itu?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu ketrampilan dasar bagi seorang forex trader adalah mengidentifikasi trend. Mungkin bagi anda yang sudah punya jam terbang tinggi sebagai trader, identifikasi trend tidak terlalu menjadi masalah. Tapi bagi trader pemula, bagaimana mengenal trend ini seringkali menjadi masalah krusial yang mau gak mau harus dihadapi.

Trend Dalam Forex

Bagi trader pemula, trend dalam forex memang seringkali menjadi hal yang membingungkan. Mungkin anda juga sering melihat (membaca) atau mendengar keluhan-keluhan (yang terkadang malah lucu-lucu sih) berkaitan dengan kebingungan mengenali trend ini. "Gimana sih. Di-buy malah turun, giliran di-sell malah  naik".

Nah tuh, biasanya setelah kalimat itu, kemudian kalimat selanjutnya berisi aneka macam curahan kekesalan (yang biasanya tak lupa juga terselip berbagai koleksi kata-kata "indah").

Terus terang saya sering geli dengan ungkapan kekesalan semacam itu. Yah, setidaknya saya jadi teringat di masa lalu, saat trading tak pernah lepas dari yang namanya bingung plus (sedikit) panik. Hehehe... Oke, deh... Bagi anda para master, bahasan kali ini mungkin hanya sekedar mengenang masa lalu yang indah. Tapi bagi anda yang masih pemula, pemahaman tentang trend ini mutlak harus anda kuasai.

 

Jenis-Jenis Trend Dalam Forex

Mari kita mulai dengan jenis-jenis trend. Trend secara umum bisa dibedakan menjadi 3: up trend (trend naik), down trend (trend turun), dan sideways alias bolak-balik dalam kisaran (range) tertentu.

trend dalam forex

Masalahnya, bagaimana kita menentukan trend yang sedang terjadi sekarang masuk jenis yang mana? Nah, kalau tentang hal ini, karena saya cenderung pada teknikal, maka saya mengandalkan indikator teknikal dalam mengenali trend yang sekarang sedang terjadi.

Bagi teman-teman trader yang lebih mengandalkan analisis fundamental, biasanya sih akan mengamati berita-berita yang berkaitan dengan mata uang yang diperdagangkan, untuk kemudian mengambil kesimpulan bagaimana reaksi market tentang kondisi yang ada. Kali ini saya nggak akan bahas lebih lanjut tentang masalah analisis fundamental ini. Biarlah temen-temen fundamentalist yang bahas aja yah.

Oke. Kita lanjut dengan masalah indikator teknikal tadi yah! Untuk mengenali trend, saya biasanya menggunakan indikator sederhana yang tersedia di semua trading platform: Trend Line dan Moving Average. Kedua indikator ini sangat sederhana, tetapi cukup bisa memberikan gambaran tentang trend yang sedang terjadi.

 

Mengidentifikasi Trend Dengan Menarik Garis

Pertanyaan selanjutnya biasanya adalah: gimana cara menarik garis Trend Line? Kalo jawaban saya sih: suka-suka kita ajah... hehehe! Eh, jangan sewot dulu dong! Menarik Trend Line ini memang bisa disesuaikan dengan selera kita kok.

Pokok dasarnya, kita perlu menentukan titik-titik level rendah (Low) dan level tinggi (High) pada setiap pergerakan harga yang nampak. Selanjutnya, tariklah Trend Line dari satu titik ke titik berikutnya.

Mengidentifikasi Trend Dengan Menarik Garis

Kalau saya sih memang lebih sering menarik Trend Line dari High ke High, dan dari Low ke Low di masing-masing wave. Tapi ada juga temen trader yang lebih suka bermain-main dengan Channel, jadi ditariknya justru dari High ke Low, dari Low ke High. Terserah anda mau pilih cara yang mana, yang penting hasil tarikan Trend Line tersebut informatif bagi anda.

 

Identifikasi Trend Dengan Moving Average

Bagaimana dengan Moving Average? Terus terang, inilah indikator yang pertama saya kenal. Maklumlah, di trading platform yang saya gunakan, indikator ini sudah terpasang secara default. Tapi memang Moving Average ini indikator yang sederhana tetapi banyak gunanya loh...

Moving average, sesuai dengan namanya, menunjukkan rata-rata bergerak dari beberapa data terakhir sesuai dengan periodenya. Untuk memasangnya, cukup periksa menu pilihan indikator di trading platform saja, pasti ada.

Nah, pertanyaan selanjutnya biasanya adalah berapa periode Moving Average yang paling baik untuk digunakan? Seperti biasa, jawabannya adalah: terserah selera anda. Hihihi... eh, ampun boss! Lah memang periode Moving Average ini bisa dipilih sesuai selera kok.

Kecuali, pertanyaannya, "Greenpips biasanya pake yang mana?" Nah, itu baru saya akan jawab: untuk identifikasi trend di chart Daily, saya pakai Moving Average 50, 100, dan 200. Itu kalau memilih gaya trading swinger. Bagi anda yang lebih senang scalping, tentunya anda perlu menyesuaikan Time Frame dan periode Moving Average yang akan anda gunakan.

Selain dua indikator di atas, sebenarnya ada banyak sekali indikator teknikal yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi trend. Diantaranya Average Directional Index (ADX), atau bahkan tanpa indikator, identifikasi trend hanya dengan mengamati Price Action di atas chart. 

Ada pula teman trader yang menggunakan imajinasi. Maksudnya, garis imajiner yang cukup dibayangkan untuk mengetahui trend. Ada juga yang katanya cukup menggunakan tangan yang didekatkan ke monitor untuk membayangkan "garis" trend. Hihihi... ada-ada ajah memang. Tapi bukankah justru di situlah letak asyiknya trading yah? Trading is fun! So, enjoy your trade!

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


arrow up arrow down
Amalia Fajrina
Nah trus setelah bisa tahu pola2 tren dlm suatu chart misalnya, yg mesti dilakukan apa biar kita bisa menempatlan order di waktu yg sesuai? G mungkin kan kita nempatin order di tren yg udah lalu,,
Rianto Dwika
kalau masih gunakan ma lebih baik ga expect bisa op dimomen awal. ma ni indikator lagging jdi sinyalnya juga lambat, mo ambil profit pun gbs maks. sukur 2 bisa op sesuai tren. mlh kadang op buy harga malah turun op sell harga malah naik. yg bikin lebih susah lagi naik turun ini artinya bisa jd retracement tp bisa jg reversal. jadi musti belajar jg cr mengenali pergerakan harga yg beginian. karna g selalu hrg terus naik sehabis kita op buy d uptren n hrg jg g selalu terus turun sehabis kita op sell d downtren.
Fadil
Memang disinilah sulit dan serunya trading forex. Kita sudah analisa dengan cara serumit, tampak sebagus apapun tapi masih saja ada peluang loss. Maka itu yang paling penting sebenarnya bukan indikator mana tapi bagaimana manajemen resiko dan psikologi tradingnya. MA di trader ini bisa beda hasilnya dengan trader itu walaupun settingan yang dipakai mungkin aja sama. Karena gaya tiap trader jelas tdk sama, dn kondisi mentalnya pun juga tdk bakal sama. Belajar jenis indikator dan fungsinya emang perlu, tapi ini bukan yang paling penting karena yang paling penting tetaplah manajemen resiko dan psikologi trading.
Emon
@Amalia: Ya terus dicari sinyal trading yang pas buat entry posisi. Analisa teknikal kan memang membantu cari entry posisi dari pergerakan harga yang sudah terjadi. Dari situ akan ditarik pola tertentu buat mencari pembentukan harga berikutx. Mungkin karna disini baru pengantar makax belum ada cara mengenali dan memanfaatkan indikator teknikal untuk tren itu. Tapi biasax kalau sudah sekali paham, banyak yang bakal pakai indikator itu, bahkan sampai cenderung mengutamakan hasil analisis dari cara teknikal itu buat trading2 berikutx.
Dion_fr30n
indikator untuk mengenali tren itu apaan aja sih? trus kenapa tren line sama moving average jadi yang paling umum diantara yang lain? apa karena hasilnya selalu benar? trus cara pakainya gimana?
Emon
@Dion: Ya barangkali trend line sama MA sering pakai karna mudah dipasang dan diamati juga. Banyak sih indikator lain yang dipakai untuk mengenali tren. Coba deh lihat masing2 penjelasan soal indikator2 umum di sekolah forex.
Deni Suhandi
klo mnurut gw indi-indi itu plg banyak dipake cz plg simpel. brngkali hmpr smw trader pemula yg br bljr analisa teknikal prtm kali pakenya trendline/ma. bljr ma aja bs lm selesenya cz ada bbrp jns ma utk dipelajarin, periodenya bs berapapun, udh bgt bs ditrpkn lbh dr 1 garis ma d 1 chart, jd bnyk skl strategi yg bs divariasikan cm dr 1 indikator ma ini aja.
Hari Santoso
Pemakaian indikator yang umum bukan ditentukan dari kebenaran hasilnya yang selalu pasti, karena sampai saat ini tidak ada indikator yang 100% menjamin kebenaran dari hasil analisis. Mungkin peluang untuk profit dari penggunaan indikator itu lebih besar dari indikator lain, atau juga memang karena mudah untuk diaplikasikan dan diamati.

Atau bisa jadi karena banyak yang menggunakan. Seumum apapun indikator itu, trader mestinya tetap memprioritaskan indikator yang paling sesuai untuk gaya trading masing-masing, karena yang paling banyak digunakan belum tentu sesuai dengan cara trading individual.
Andik Maruff
Hmm ini sih ndak cukup menjawab permasalahan yng udah diajukan d bag awal. Dimana banyak trader frustasi krna harga suka bergerak d arah yg berbeda dr posisi open nya. Nyata nya walaupun open sudah sesuai dg sinyal dari trend line ataupun MA tapi tetep saja kondisi itu bisa menimpa posisi kita. Mestinya yng dibahas adalah apa yng bisa dilakuin kalau ternyata mengalami itu. Bagaimana cara ngenali itu sebagai retrace atau benar - benar pembalikan , trus apa tindakan yng sebaik nya dilakuin, langsung cut loss, dipasangi stop loss dulu sebelum nya atau bagaimana
Adi Warsuni
nah memang betul ini, saya sebagai trader pemula juga sering mengalami masalah tersebut, di mana harga ternyata melawan arah OP kita. Kalau saya sih diajarin oleh guru trading saya dengan rasio risk:reward, karena menurut beliau setiap posisi trading itu pasti ada resiko-nya masing-masing.

Dari situ saya membiasakan menggunakan rasio reward vs risk kira-kira 2RR, maksudnya target profit 2x dari stop loss. Jadi kalau posisi kita benar, kita dapat keuntungan yang bisa menutupi kerugian dari posisi-posisi yang salah.
Dede S.
ma & trendline biasanya juga ditunggu breakout. jadi bukan cuma u/ entri sesuai tren sj tapi juga u/ entri ditren baru. cuma kadang juga ada suka sinyal fakeout dari harga. bisa karna setting periode indikatornya yg kurang sip atau emang belom banyak pengalaman analisa teknikal pake indikator2 ini. kalo gw lebih suka mengamati breakout daripada bounce apalagi klo bertepatan sm momen fundamental penting yg arahnya sama.
Thomas D.
sebelum mulai OP, ini adalah satu langkah yang sangat penting, mengidentifikasi arah dan kekuatan trend pair. Kalau kita sudah tahu ke mana arah trend berikutnya, kemungkinan untung dari OP bisa lebih besar. Wajib dipelajari
Ranggeh S.
boleh juga nih informasinya, saja jadi bisa mengetahui bagaimana cara mengidentifikasi trend pergerakan harga forex. Jadi saya bisa tahu kira-kira di titik-titik level mana saja harga berpotensi untuk rebound atau breakout, cukup bermanfaat.
Dian
Mengidentifikasi trend adalah hal tersusah dalam trading forex. (menurut saya, pengalaman pribadi)
Rizal Sf
Anda bisa menerapkan Tips Jitu Untuk Trading Mengikuti Trend berikut ini.
Farah
Kenapa kita tidak dianjurkan trading saat pasar sedang berkonsolidasi ya mbak?