OctaFx

iklan

Kenyamanan Trading Dan Pengetahuan Atas Risiko

Semua jenis kegiatan usaha pasti memiliki risiko dan bentuk risiko selalu berbeda-beda dalam setiap jenis usaha. Ada yang memiliki risiko kecil, sedang, dan ada juga yang memiliki risiko besar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Semua jenis kegiatan usaha pasti memiliki risiko. Bentuk risiko selalu berbeda-beda dalam setiap jenis usaha. Ada yang memiliki risiko kecil, sedang, dan ada juga yang memiliki risiko besar. Tetapi intinya kita tidak akan pernah bisa menghindar dari sebuah risiko dalam setiap jenis usaha yang kita geluti.

Sebelum melangkah pada sebuah jenis usaha yang akan digeluti, biasanya dari awal kita telah melakukan perhitungan-perhitungan kasar untuk mengukur berapa besar resiko dalam usaha kita. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi saat kegiatan usaha sudah berjalan. Setelah mengetahui seberapa besar kemungkinan risiko yang akan kita terima, selanjutnya kita harus sangat disiplin mengikuti aturan yang telah kita buat untuk keberlangsungan kegiatan usaha.

pengetahuan risiko trading

Mengukur Resiko Forex

Dalam dunia Forex ada sebuah informasi psikis yang beredar di masyarakat, bahwa Forex adalah kegiatan usaha yang memiliki risiko besar dan cukup tinggi. Tetapi menurut saya pribadi Forex sangatlah fleksibel dalam menentukan resikonya. Kita bisa dengan leluasa menentukan berapa jumlah kerugian yang dapat kita tolelir dalam setiap perdagangan. Kita juga bisa dengan leluasa mengatur semua bentuk kerugian dengan menggunakan money management yang ketat.

Jadi gosip yang beredar di masyarakat bahwa Forex itu adalah sebuah kegiatan usaha yang memiliki risiko tinggi tidaklah benar seluruhnya. Mungkin informasi yang paling tepat adalah Forex itu sebuah kegiatan usaha yang berat dan butuh pengetahuan serta disiplin sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena para tradernya mencoba untuk menganalisis ke mana arah pergerakan harga. Nah, inilah yang sesungguhnya menjadi alasan kenapa bisnis Forex dianggap berat. Sebab kita harus bisa menganalisis sebuah pergerakan harga dan "meramal", ke mana harga akan bergerak. Sementara kapasitas kebanyakan trader bukanlah seorang "peramal" yang bisa mengetahui sesuatu sebelumnya.

Untuk menyiasati agar kita nyaman dalam melakukan transaksi perdagangan, hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Mengetahui besar risiko yang akan diterima dalam setiap transaksinya. Hal ini akan membantu persiapan trader dalam menghadapi risiko kerugian.
  2. Gunakan money management untuk mengukur sebuah kerugian. Hal ini pasti akan membuat psikologi kita tidak selalu berada dalam tekanan saat melakukan trading Forex.

Eris mengenal trading forex sejak tahun 2012, kemudian mulai menulis untuk Seputarforex pada tahun 2013. Memiliki ketertarikan pada psikologi trading, karena topik ini sering dikesampingkan trader, padahal sangan menentukan kesuksesan dalam forex.


Septi Susanto
Saya setuju, bisnis forex memang punya resiko, tapi resiko itu masih bisa diantisipasi dan dimanage dengan baik, kuncinya setiap trading jangan hanya melihat untung yang bisa dikejar saja tapi juga mengukur kemungkinan resikonya
Okki
fokus bisnis forex yg lbh diutamakan pa bwt hsl trdingx, strategi tradingx, pa manajemen resikox?
Danang Mashudi
meskipun sama-sama penting tapi yang paling mengamankan adalah manajemen resiko
strategi trading bisa berganti-ganti & analisa bisa tepat bisa tdk
namun manajemen resiko adalah satu 2 nya hal yang membatasi akun dari kerugian total terutama untuk newbie manajemen resiko tidak bisa diabaikan sama sekali
belajar trading dengan manajemen resiko akan lebih cepat membawa newbie untuk menjadi trader yang ahli emngatasi resiko, sama seperti trader berpengalaman lain.
Septi Susanto
@oki: tiga hal yang anda sebutkan itu menurut saya bukan untuk diutamakan salah satunya, tapi lebih kepada melengkapi satu sama lain. manajemen resiko bisa digabungkan dengan strategi trading untuk memperoleh tujuan profit yang ingin diperoleh
Fx Nubi
gimana caranya melakukan money managment yang benar?
Abang
paling sip pake rasio risk reward. jadi tiap trading bisa dibantu dengan stop loss dan take profit. kalo udah ada rasio risk reward yang udah disepakati. gampang aja misalkan stop loss jaraknya 30 pips dari entry berarti take profitnya 60 pips. menentukan stop loss ini juga bisa tergantung aturan sendiri atau dari sinyal lain misal dari price action atau indikator. yang paling penting kudu bisa disiplin kalo udah punya money management maka kudu rutin menerapkanya. udah begini ga bisa gampang terpengaruh kalo ada pergerakan harga di luar rencana. jadi trader resepnya kudu tahan godaan supaya ga emosional
Evan Anggara
ada beberapa cara melakukan money management. tapi yang paling umum dan sederhana adalah dengan membatasi ukuran trading dan memperkirakan besaran rugi yang siap ditanggung. tingkat leverage bisa jadi hal yang menentukan dalam penghitungan mm ini, jadi semuanya sebaiknya sudah diperhitungkan dari awal.
M Oso
leverage g ada pengaruhx bang
Pramana Budi
Mengukur resiko ada baiknya juga untuk jangan dilihat per transaksinya sja. Tapi lihat juga secara keseluruhannya untuk memastikan profit dan loss yg diperoleh bisa konsisten. Walaupun nanti misalkan, di 1 posisi sdh ditetapkan untuk punya resiko loss lbh rendah dr target profit, tp kalo dr satu posisi ke posisi lain, tingkatan rasionya tdk sama juga akan sia-sia manajemen resikonya. Harus diusahakan konsisten dlm jangka panjang, kalau sudah menentukan rasio 1:2, ya jangan diuba-ubah lagi untuk tiap posisinya.
Provita
lho bos bukanya selama lbh dari 1 : 1 berarti dah aman ya bos? di prakteknya wlpun entri dr sinyal yg sama tapi bisa aja tingkat peluang gg sama. klo butuh memperbesar/memperkecil slama lbh dari 1 : 1, misal 1 : 1.5 dst mestinya gg apa2 slm si trader ngerti risiko2nya.

contohnya ini ane comot dri postingan artikel dsini juga (ijin post gambar ya pak martin.. hehehe):


Nah jelas kan rasio gg mesti harus selalu 1 : 2 kdng bisa jg 1 : 3. Kayake emg pahami aturan umumnya aja cukup , yg penting lebih dr 1 : 1 itu...
Eggy Doang
@abang; betul gan.. tapi sayang problem para nubi justru krn emosi itu.. udah disusun manajemen sedemikian rupa tpi masih sering kocar kacir ndak karuan gara2 masih suka gemes liat fluktuasi chart tapi klo ndak rugi emang susah dapet pelajarannya.. karna kalo dg cara gitu justru kebetulan profit malah ndak akan kapok buat ngulangin kesalahan yg sama.. makanya rugi trading buat para nubi itu wajar. itung -itung buat belajar lah, jangan ambil resiko trading yg gede2 dulu. mungkin mereka yg ngomong forex resikonya besar karna masih nubi udah berani pasang lot besar.. padahal hampir 100% nubi disini udah pasti lost duluan