Advertisement

iklan

Angka Persentase Profit Yang Bagus

190232

Trader seringkali mengalami kegalauan saat ditanyai tentang persentase profit bulanan mereka. Sebenarnya, seperti apa sih persentase profit yang bagus?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Meraih profit konsisten dalam bisnis forex adalah hal yang diinginkan semua orang. Meskipun kerugian dan keuntungan adalah dua hal yang sudah lumrah terjadi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar potensi profit bisa lebih besar dibandingkan loss. Selain menerapkan manajemen modal yang baik dan selalu tanggap dengan keadaan pasar, salah satu hal yang sering menjadi perhatian para trader adalah angka persentase profit dalam forex (Win Ratio).

Sebagai pemahaman awal, persentase profit adalah jumlah trade yang profit dibagi jumlah keseluruhan trade yang telah dilakukan. Misalnya: seorang trader mendapatkan profit 4x dari 5 trade yang telah dilakukan, maka persentase profitnya adalah 80%.

 

Adakah Angka Persentase Profit Dalam Forex Yang Bagus?

Jika berbicara mengenai persentase profit dalam forex, para trader pemula sering terjebak dengan pola pikir: angka persentase profit yang besar akan menghasilkan hasil yang besar. Padahal, dalam kenyataannya, angka persentase profit sama sekali tidak memberikan gambaran profitabilitas sebuah strategi trading.

Saat diminta memilih antara sebuah strategi yang mempunyai persentase profit 45% atau 90%, kebanyakan orang tentu akan menganggap angka persentase profit 90% jauh lebih bagus dari 45%. Tetapi, bagaimana kita bisa tahu profitabilitas sebenarnya dari masing-masing strategi, mengingat persentase profit 90% belum tentu lebih besar nilai riilnya dibandingkan yang 45%?

Caranya adalah dengan melakukan analisa terhadap Risk/Reward ratio yang digunakan pada masing-masing strategi. Hasil dari analisa tersebut akan menghasilkan Expectancy atau harapan terhadap profitabilitas yang sebenarnya dari strategi tersebut.

Kita ambil contoh kasus yang sangat mungkin terjadi

Misalnya, hasil akhir sebuah strategi dengan persentase profit 90% bisa minus, karena total pips dari profit yang dihasilkan lebih kecil dari total pips ketika loss, meskipun jumlah trade yang profit jauh lebih besar dari yang loss (dalam hal ini, 90% dari keseluruhan trade profit dan hanya 10% yang loss).

Sebaliknya, trader yang memiliki angka persentase profit hanya 45%, justru bisa mendapat hasil riil yang lebih besar dan angka harapan profitnya positif. Kenapa bisa begitu?

Berikut contoh hipotesis hasil akhir dari dua strategi yang memiliki persentase profit yang berbeda:

Profitability negative vs positive

 

Dari kedua contoh di atas, strategi A menerapkan Risk/Reward Ratio yang sangat kecil yaitu 1:0.075 (15 pips/200 pips); atau rata-rata memperoleh 15 pip ketika profit, tetapi kehilangan 200 pips ketika loss. Sebaliknya, strategi B menggunakan Risk/Reward Ratio 1:2 (200 pips/100 pips) pada setiap trade-nya, yang berarti: rata-rata profit 200 pips dan loss 100 pips. Meskipun persentase profit dalam forex pada strategi A jauh lebih besar, tetapi harapan (Expectancy) profitnya negatif. Berarti, strategi tersebut akan cenderung menghasilkan kerugian besar jika digunakan untuk trading.

 

Perihal Angka Persentase Profit Dalam Forex

Sampai di sini, kita sudah paham bahwa tidak ada angka persentase profit yang bagus dan absolut. Besarnya angka persentase profit dalam forex bukanlah ukuran final dari sukses atau tidaknya seseorang melakukan trading. Banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Selain itu, ada hal-hal yang bisa dijadikan sebagai acuan awal:

 

1. Buat Perkiraan Angka Persentase Profit Sebelum Trading, Bukan Setelahnya

Trading forex adalah proses Trial And Error yang diperhitungkan dengan sebaik mungkin, bukan keberhasilan instan berbekal coba-coba. Jadi, untuk dapat menentukan berapa angka persentase profit yang menghasilkan keuntungan, Anda dapat melakukannya terlebih dahulu di akun demo. Jika hasilnya menunjukkan profitabilitas yang positif, angka tersebut dapat Anda terapkan pada akun riil.


2. Pahami Risk And Reward Ratio

Hal pertama yang seharusnya dilakukan trader dalam mengatur strategi tradingnya adalah menghitung risiko yang berani untuk ditanggung. Ketika menghitung Risk And Reward, trader sering melakukan kesalahan dengan menentukan Reward terlebih dahulu, atau setting level Stop Loss yang terlalu dekat jaraknya dengan Level Entry. Hal ini menyebabkan strategi tidak bisa berjalan dengan baik.

Berpatokan pada probabilitas harga pasar dalam menentukan Risk dan Reward, yang perlu ditentukan terlebih dahulu adalah risikonya, baru kemudian Reward yang dihitung sebagai kelipatan dari risiko. Dengan menentukan risiko terlebih dahulu, kita akan lebih memperhitungkan Risk daripada Reward yang akan diperoleh. Risk And Reward Ratio yang biasa dipakai adalah 1:2 dan disesuaikan dengan besarnya modal yang ada. Artinya, untuk setiap 1 kali kerugian yang didapatkan, maka saat 1 kali untung, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besarnya 2 kali lipat dari satu kerugian tersebut.

Risk Reward Ratio Dalam Forex

(Baca Juga: Risk And Reward Ratio Adalah Holy Grail Dalam Trading Forex)

 

3. Selalu Disiplin Dengan Money Management

Pada trader pemula, seringkali terjadi kasus di mana mereka hanya mengekor angka persentase profit trader lain, dengan harapan mendapatkan hasil yang sama. Padahal, kemampuan modal, gaya trading, keadaan pasar, akun yang digunakan, serta banyak faktor yang lainnya, sangat mempengaruhi nilai profit yang diperoleh.

Beberapa orang sering merasa minder saat mendengar rekannya mendapatkan profit 90% dalam waktu sebulan. Padahal, belum tentu persentase profit 90% itu membawa keuntungan dengan jumlah pips yang besar juga. Tetaplah miliki kedisiplinan dengan Money Management yang baik. Selain itu, kita juga perlu membaca kondisi pasar sebelum melakukan entry dengan aturan Risk And Reward Ratio. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa memaksakan Reward harus selalu lebih besar dari Risk jika kondisi pasar tidak memungkinkan.

Penerapan Money Management

(Baca Juga: 3 Kesalahan Fatal Saat Mengatur Money Management)

 

4. Perhatikan Leverage Yang Dipakai

Hal yang sering membuat trader kehilangan arah adalah besarnya Leverage. Sudah merupakan rahasia umum bahwa Leverage membuat trader cenderung membuka lot yang melebihi rasio kekuatan normal modal. Penggunaan Leverage juga berpotensi mengaburkan pertimbangan objektif saat mengambil keputusan trading. Walaupun Anda mendapatkan angka persentase profit yang besar dan telah menerapkan Risk And Reward Ratio 1:2, jumlah pips yang didapatkan tentu saja akan lebih sedikit jika menggunakan leverage terlalu tinggi.

Dari artikel ini, dapat disimpulkan bahwa angka persentase profit dalam forex (Win Ratio) bukanlah patokan utama dalam melakukan trading. Yang lebih penting adalah kemampuan trader dalam mengendalikan diri sendiri agar tetap berdisiplin dengan Money Management, terutama dalam menerapkan Risk And Reward Ratio.

Untuk mengetahui kinerja sebuah strategi trading, biasanya dilakukan dengan cara Backtest. Dengan melakukan Backtest, trader bisa memeriksa apakah bahwa suatu sistem trading telah bekerja sesuai ekspektasi atau belum. Untuk mengetahui besarnya presentase profit dalam forex melalui Backtest, panduannya sudah dijelaskan dalam artikel ini.

 

Anda masih mengalami kebingungan mengenai angka persentase profit dalam forex? Tinggalkan komentar pada kolom di bawah ini atau tanyakan langsung dengan ahlinya pada rubrik Tanya Jawab SeputarForex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Rivano As
eh, baru tau ane kalo persentase profit perhitunganx bs kyk gitu, akirnya y ttp yg lbh penting jumlah pipsx...
Faj_pratama
Percuma aja profit terus kalau hasil profitnya tidak sebanding dengan jumlah kerugian, strategi trading masih jadi faktor penting penentu keberhasilan trading, memang lebih baik mengutamakan hasil daripada proses
Anam Sugiono
ya iyalah rugi banyak lha wong rasio risk/reward nya sekecil gitu. mau profit brp kalipun ya ga bakal positif ekspektansinya. nah kalo yang rasio nya besaran kyk 1:2 ya meskipun persentase loss nya banyak masih bisa untung, orang reward nya lebih gede dari risk, kalo yang di contog sebelum nya kan risk nya lebih gede dari reward. kalo dipikir secara logika, emang ada trader yang mau nentuin rasio risk nya lebih besar dari reward?
Faj_pratama
@Anam: Perhitungan di atas sepertinya ditentukan dengan tidak menetapkan risk reward rasionya dulu, cuz perhitungan pipsnya diambil dari average pips. dalam kasus ini cara trading trader yang lebih menentukan average pips itu, dimana trading yang tidak disiplin dan dipengaruhi emosi akan lebih mengutamakan hasil profit tanpa memperhitungkan selisih pip dari trading-trading sebelumnya untuk mempertimbangkan rata-rata keuntungannya
Panca
apa bisa diartikan kalo semakin kecil rasionya semakin besar persentase profitnya? jd yg perlu dilakukan disini memperbesar rasio risk rewardnya?
Faj_pratama
@Panca: Yang mempengaruhi besaran persentase profit bukan dari rasio risk reward, melainkan hasil perhitungan rata-rata dari trading sebelumnya pada periode tertentu. rasio dari contoh di atas juga dihitung dari perolehan rata-rata pip dari trading-trading itu, jadi bukan direncanakan untuk meraih persentase profit di level tertentu
Ajisuseno
kalau saya cut loss seminimal mungkin dan biarkan profit sebesar besarnya. minim risk 1 : 2 reward.
Martin S
@ Anam Sugiono: saya kira tidak ada Pak. Dalam hal ini risk/reward tidak ditentukan dari awal, tetapi trading begitu saja. Kalau sudah profit 15 pip langsung diambil karena takut nggak kebagian, tetapi giliran loss dibiarin dengan harapan harga akan bergerak berbalik arah, dan kalau ditunggu-tunggu nggak balik-balik sedangkan posisinya sudah minus 200 pip maka baru di-close. Jadi dalam hal ini si trader tsb tidak menerapkan money management yg benar walaupun dia menggunakan sistem trading yg persentasi profitnya tinggi.
Martin S
@ Panca: ratio yang kecil dalam contoh tersebut adalah dibawah 1:1 (misalnya 1:0.075 seperti pada contoh pertama), sedangkan ratio yang besar pada contoh tsb adalah 1:2. Jadi semakin besar rationya maka semakin tinggi harapan profitnya (bukan persentasi profit).

Kalau persentasi profit itu ditentukan sebelum sistem atau strategi tsb. digunakan untuk trading. Biasanya dilakukan melalui backtest. Jadi waktu mau trading dengan sistem tsb, sudah tahu persentasi profit atau loss-nya.
Tanto
Paling ideal sih win/lose ratio tinggi dan risk/reward tinggi..hehehe. Tapi apa itu mungkin ya pak master? Apakah para trader di New york dan London sana udah sampai ke level itu?
Ninda
Katanya para trader terbaik di luar sana gak pernah ambil untung banyak. Fokusnya hanya konsistensi dan untung yang wajar. Jadi apakah skenario profit berlipat dan ideal itu hanya mimpi?
Martin S
@ Tanto:
Seperti tampak pada contoh diatas, win/lose ratio tidak berpengaruh pada hasil akhir (profit/loss) karena penyebaran pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak (random). Yang berpengaruh langsung pada hasil akhir dalam jangka panjang adalah risk/reward ratio, dan trader profesional selalu fokus pada faktor ini. Kalau dari hasil analisanya risk/reward ratio tidak bisa lebih dari 1:1 mereka lebih baik tidak masuk pasar.
Riyadi
hmm, masuk akal juga sih, tapi melihat win ration 90% saja rata2 orang sudah pasti menganggapnya sebagai sistim trading yg berhasil. lagipl mana ada trader pasang tp15 terus SL sejauh 200? tidak ada yah saya kira, kecuali robot. tapi entahlah namanya jg manusia. Sedangkan winrate di bawah 50% dengan risk:reward 1:2 itu bagi mimpi saja, kenyataannya sangat sulit meraih win rate di atas 30% untuk rasio 1:2, sudah saya coba, ntah mungkin karena saya salah strategi atau bagaimana
Handoko
biasanya sih saya pakai rasio 1:1.5 saja, itupun winrate mentok cuma 55%. Setahu saya sih rasio super-kecil (di bawah 1:1) biasanya memang digunakan oleh robot dengan strategi anti-martingale. Jadi setelah menang biasanya next lot-nya dikecilkan. jadi meksipun 1 posisi kalah masih bisa ditutupi oleh posisi awalnya yg menang.