Advertisement

iklan

Kode Sinyal Pada EA Candlestick Sederhana

Bagaimana cara EA Candlestick mendeteksi pergerakan harga serta membuka posisinya? Simak penjelasannya pada artikel mengenai kode program EA Candlestick berikut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

EA Candlestick ini dibuat dan dirancang dengan mengandalkan Candlestick sebagai acuan untuk Open Posisi. Secara simpel, EA Candlestick akan membuka posisi Buy jika Candle terakhir yang terbentuk adalah Bullish, atau membuka posisi Sell jika Candle Bearish terbentuk. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan lebih dalam perihal bagaimana cara agar EA Candlestick mendeteksi pergerakan harga, serta bagaimana posisinya dapat terbuka.

 

Belajar Struktur Candle Dari EA Candlestick

Sebelum masuk lebih dalam mengenai cara pembuatan EA Candlestick, ada baiknya Anda mengetahui sedikit dasarnya. Candlestick merupakan salah satu Chart yang banyak digunakan oleh trader di dunia ini. Candlestick ditemukan oleh seorang pedagang beras bernama Munehisa Homma pada abad ke-17 lalu. Untuk melihat harga pergerakan berasnya, Homma aktif mencatat harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah dalam satu hari. Variabel-variabel inilah yang kita kenal menjadi nilai Open, Close, High dan Low saat ini.

cara membaca ea candlestick

(Baca juga: Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional)

Nilai-nilai di atas akan disusun dan membentuk sebuah Candle dalam Chart. Disebut Candle karena bentuknya yang memang sedikit menyerupai lilin. Candle ini disusun dari 2 bagian penting, yaitu Body dan Candle. Pembentukan Body dan Candle iniah yang akan mempengaruhi bentuk Candle secara keseluruhan, dan yang kelak akan dianalisa oleh para trader dan menjadi Pola Candlestick.

 

Kode Sinyal EA Candlestick Sederhana

Setelah mengetahui sedikit perihal Candlestick, mari membahas lebih lanjut bagaimana cara EA Candlestick sederhana bisa membaca, membuka, dan menutup posisi berdasarkan posisi harga yang terbentuk.

ea candlestick sederhana

(Baca juga: Cara Membuat EA Candlestick Sederhana)

EA Candlestick sederhana ini dibuat dengan membaca nilai-nilai pembentuk Candle. Dalam pemrograman MQL4, nilai ini bisa kita dapatkan dengan mudah melalui berbagai macam fungsi yang ada. Namun, pada artikel ini akan digunakan fungsi-fungsi yang digunakan untuk mendapatkannya langsung dari Candlestick pada chart.

Sebelum masuk lebih dalam, mari mengulang sedikit beberapa aturan yang ditetapkan dalam pembuatan EA Candlestick sederhana. EA Candlestck ini akan dibuat berdasarkan harga penutupan Candle. Secara simpelnya, jika Candle terakhir yang terbentuk Bearish, maka EA Candlestick akan membuka posisi Sell, begitu pula sebaliknya. Namun, komputer tidak akan mengerti jika peraturan tersebut diterapkan secara harfiah pada program. Dibutuhkan patokan-patokan yang lebih rinci agar komputer mengerti apa yang diinginkan oleh Programmer.

ea candlestick bullish dan bearish

 

Mari mulai mengalisa dari sebuah Candle Bearish. Apa yang membuat sebuah Candle dikatakan sebagai Bearish? Menurut pemahaman dari salah satu buku Candlestick karangan Steve Nison, Candlestick dapat dikatakan Bearish jika posisi dari Close Candle berada di bawah nilai Open Candle. Lalu bagaimana dengan Candle Bullish? Menilik dari buku yang sama, Candlestick bisa dikatakan Bullish jika posisi dari Close Candle berada di atas nilai Open Candle.

buku ea candlestick

(Download gratis Ebook Steve Nison - Japanese Candlestick Charting Techniques)

 

Fungsi iOpen Dan iClose Pada MQL4

Mengetahui kedua hal ini, hal pertama yang harus diketahui adalah nilai Open dan Close dari Candle itu sendiri. Nilai Open dan Close Candle dapat diperoleh menggunakan fungsi iOpen dan iClose pada bahasa pemrograman MQL4. Menurut keterangan yang diperoleh dari panduan resmi pihak Metaquotes, kedua fungsi tersebut berfungsi untuk mengembalikan nilai terakhir yang dapat dispesifikasikan dengan Symbol dan time frame. Secara teknis, berikut keterangan lengkapnya:

double iOpen{
//Returned value = Open prices value for the bar of specified symbol with time frame and shift or 0 if error.
string symbol, //pair yang digunakan, nilai 0 untuk pair saat ini
int time frame, //timeframe yang digunakan, nilai 0 untuk time frame saat ini
int shift //candle yang digunakan
};

double iClose{
//Returned value= Close price value for the bar of specified symbol with time frame and shift or 0 if error
string symbol, //pair yang digunakan, nilai 0 untuk pair saat ini
int time frame, //timeframe yang digunakan, nilai 0 untuk time frame saat ini
int shift //candle yang digunakan
};

Contoh penggunaan:

iClose("EURUSD", PERIOD_H1,1) = perintah ini akan memberikan nilai Close pada 1 Candle di belakang Running Candle pada chart EUR/USD 1-jam.

iOpen("EURUSD",PERIOD_M15,1) = preintah ini akan memberikan nilai Open pada 1 Candle dibelakang Running Candle pada tchart EUR/USD 15-menit.

 

Tidak terlalu sulit bukan untuk penggunaannya? Fungsi-fungsi ini dapat dipanggil secara langsung ataupun diberikan nilainya ke dalam sebuah variabel. Tipe data variabel yang digunakan adalah Double. Selain fungsi ini, sebenarnya masih terdapat banyak cara untuk mengetahui nilai Open dan Close Candle, hanya saja dibutuhkan pengetahuan yang sedikit lebih untuk menggunakannya.

data double ea candlestick

(Baca juga: Tipe Data Double Dalam Expert Advisor Berbasis MQL4)

 

Aplikasi Kode Pada EA Candlestick

Setelah mengetahui perintah-perintah yang bisa digunakan untuk mendapatkan nilai Open dan Close Candle, mari membedah lebih lanjut kode program yang telah dibuat untuk EA Candlestick sederhana kemarin. Berikut kode utama yang memuat proses pembacaan Candlestick serta pembukaan posisi dalam EA Candlestick:

//Candle Bullish
if(iClose(Symbol(),0,1) > iOpen( Symbol(),0,1))
{
OrderSend(Symbol(), OP_BUY , jumlahlot , Ask ,Slippage ,Ask – StopLoss * Point , Ask + TakeProfit * Point , txComment , MagicNumber);}

//Candle Bearish
else if ( iClose( Symbol(),0,1) < iOpen( Symbol(),0,1))
{
OrderSend( Symbol() , OP_SELL , jumlahlot ,Bid ,Slippage , Bid + StopLoss * Point, Bid –TakeProfit * Point ,txComment , MagicNumber);
}

Perhatikan kode pada bagian EA Candlestick Bullish. Seperti yang telah direncakan sebelumnya, agar dapat dikatakan sebagai Candle Bullish, maka nilai Close harus berada di atas Open. Dengan kata lain, nilai Close tersebut harus lebih besar daripada nilai Open. Dengan menggunakan fungsi iOpen dan iClose, serta sintaks "If" dari MQL4, maka program menentukan Candle Bullish dituliskan sebagai berikut:

If(iClose(Symbol(), 0,1) > iOpen(Symbol(), 0,1)

Sintaks "If" pada program di atas bertugas sebagai pembandingnya. Sintaks ini akan menjalan isi program yang berada di dalamnya jika hasil dari pembanding memberikan nilai True. Dalam kasus ini, "If" baru akan menjalankan perintah jika nilai Close dari Candle berada di atas nilai Open Candle. Untuk penggunaan fungsi iOpen dan iClose-nya, akan diatur agar EA Candlestick ini dapat berfungsi pada pasangan mata uang apapun, di time frame manapun.

if else ea candlestick

(Baca juga: Operator If-Else Di EA)

Jika dalam Running Price ditemukan Candle dengan nilai Close yang lebih tinggi dari Open, maka secara otomatis sintaks "If" pada EA Candlestick tadi akan menjalankan perintah yang ada di dalamnya. Berikut perintah yang diberikan:

OrderSend(Symbol(),OP_BUY,jumlahlot , Ask ,Slippage ,Ask–StopLoss*Point,Ask+TakeProfit*Point , txComment,MagicNumber);

Perintah tersebut digunakan untuk membuka posisi Buy pada pasar dengan jumlah lot, level Stop Loss, Take Profit, dan Magic Number yang telah ditentukan sejak awal. Variabel-variabel ini sebenarnya dapat juga dihitung berdasarkan nilai-nilai Candlestick.

 

Penutup

Dengan mengetahui dasar serta proses lengkap dari bagaimana cara mudah memanfaatkan fungsi MQL4 untuk membaca nilai Open dan Close Candlestick, tentu saja ada banyak sekali ide yang akan muncul di benak Anda. Hal ini terutama apabila Anda mengandalkan pola-pola Candlestick dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, dan bisa membuat EA Candlestick versi Advance.

Selain beberapa fungsi di atas, masih banyak fungsi lain yang bisa membantu Anda dalam membuat EA Candlestick lainnya. Fungsi tersebut adalah iHigh dan iLow. Sesuai namanya, fungsi ini digunakan untuk mendapatkan nilai tertinggi dan terendah dari sebuah Candle. Cara penggunaannya pun sama dengan fungsi iOpen dan iClose.

 

Anda masih punya pertanyaan dan ingin berdiskusi tentang seluk-beluk kode sinyal pada EA Candlestick? Silahkan bergabung di forum tanya jawab Seputarforex khusus EA.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.


Mario
terus cara masukin code nya gmn ya bos?
Mustamin
Artikel yang menarik, apalagi disertai dengan penjelasan yang mudah dimengerti semoga  dapat terus mengupatednya dengan  contoh-contoh lain yang lebih sederhana. Terimakasih Seputar Forex  :-)