Advertisement

iklan

Trader Legendaris Pencipta Candlestick

126406

Pencipta Candlestick adalah seorang pengusaha tenar Jepang bernama Munehisa Homma. Inilah kisahnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan investasi, menjadi konsultan, komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading, menulis buku, dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan mereka tentang dunia trading dan investasi.

Munehisa Homma - trader abad 18, pencipta chart candlestick

Munehisa Homma (1724-1803), trader Jepang yang terkenal pada jamannya, adalah orang yang menciptakan chart candlestick yang sekarang digunakan di seluruh dunia. Mungkin ia adalah pelopor dalam analisa teknikal jauh sebelum trader dari benua Eropa dan Amerika menggunakannya. Menurut rumor, hasil profit dari trading yang telah dibukukan Homma setara dengan US$ 10 milyard nilai sekarang. Munehisa Homma trading pada komoditi beras, salah satu komoditi andalan di Jepang saat itu. Karena kemampuan analisa dan prediksinya sangat mumpuni, Homma diangkat menjadi penasehat keuangan pemerintah Jepang dan memperoleh gelar kehormatan samurai.


                                                  Trader Legendaris Pencipta


Menurut rumor pula, Homma pernah membukukan profit dalam 100 kali trade secara berturut-turut. Mungkin pergerakan harga waktu itu tidak serumit sekarang dan perilaku para pelaku pasar juga berbeda, tetapi bagaimanapun Homma adalah satu diantara trader pada saat itu yang telah berhasil mensiasati pasar dengan kemampuan analisanya. Ide menciptakan indikator yang bisa digunakan untuk memprediksi arah trend adalah gagasan yang cemerlang.

Dalam bukunya yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa ‘The Fountain of Gold – The Three Monkey Record of Money’ (ditulis pada tahun 1755) ia menulis bahwa aspek psikologi berperan penting dalam menentukan keberhasilan trading, dan emosi para pelaku pasar sangat menentukan fluktuasi harga komoditi beras. Ia juga memberikan catatan bahwa ketika pergerakan harga bearish adalah waktu yang tepat untuk masuk pasar karena sesudahnya pasti akan naik dengan tajam, dan sebaliknya.

Pada mulanya Homma membuat catatan harga penutupan beras setiap hari pada kertas kulit dengan maksud untuk menentukan trend arah pasar. Dalam perkembangan selanjutnya, ia juga mencatat harga pembukaan, harga tertinggi dan terendah setiap hari dan menggambarkannya seperti pola candlestick yang ada sekarang. Setelah ia tahu bahwa candlestick ciptaannya banyak digunakan oleh sesama trader ia memberikan beberapa nama pada pola-pola tertentu seperti yang kita ketahui sekarang, seperti doji, harami, marubozu dan lainnya.

Homma menulis beberapa buku, dan khusus untuk candlestick ia jelaskan dalam sebuah bukunya dengan sebutan ‘Sakata Rules’. ‘Sakata Rules’ yang menjelaskan pola-pola candlestick dan cara menggunakannya adalah dasar analisa charting candlestick saat ini. Karena pada saat itu belum ditemukan indikator teknikal seperti RSI, stochastic dan sebagainya, maka bisa dikatakan Homma trading dengan price action murni, yang masih relevan hingga kini.

Bagi Munehisa Homma, pola candlestick sangat bermanfaat untuk menentukan arah pergerakan harga beras, dan bagi trader masa kini, ciptaan Homma yang telah berusia 250 tahun ini sangat berguna untuk menganalisa pergerakan harga pasar, tidak hanya pasar komoditi, tetapi juga pasar saham, futures dan forex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Lolol
weksss.. dah kayaq samurai ajah ni orang, cuman samurai dunia perekonomian jadull.. heheh...tpi gila juga menang 100 kali berturut - turut ..tpi klo sekarang seh dah banyak smart money nya..ga kayaq dulu msh sedikit smart money nya
Abdul Keri
Salut sama Bapak Homma ini, bukan cuma memberi pencerahan soal indikator teknikal saja, tapi juga masih mempertimbangkan faktor emosi dalam trading juga. Trader mesti benar2 berterimakasih sama Bapak satu ini.
Squad007
Satu lagi bukti keefektifan naked trading. Cuma mengandalkan pola candlestick aja udah bisa menang trading secara konsisten. Dan udah teruji juga sedari dulu.
Alvin Cipmung
Bgmn cr brtrdng dg hanya mengandalkan candle? yah ane tau sih kalo bentukx beda2, tapi kalo dipake untuk nentuin posisi order apa udh cukup meyakinkan kalo tanpa indikator?
Abdul Keri
@Alvin: Pola candlestick yang berbeda-beda itu sebenarnya menggambarkan pergerakan harga. tubuh candlenya itu sendiri saja dibentuk oleh harga-harga pembukaan dan penutupan. Kalau ingin mengembangkan trading dengan candlestick ya dipelajari dengan baik apa maksud dari masing-masing bentuk candlestick itu. Seperti doji yang menggambarkan konsolidasi, spinning tops yang menandakan reversal, dst.
Xlumintu
to squad007, cara naked trading yg cocok untuk seorang trader belom tentu cocok jg sama trader lain. tiap2 trader punya pilihan sendiri2. apalagi cara itu gak gampang. butuh pendalaman soal chart dan pola pergerakan harga yg sungguh2 supaya naked tradingnya berjalan lancar. sebelum bernaked trading sebenarnya lebh baik kalau sebelomnya sudah ada pengalaman pake indikator. kalau naked trading tapi masih belom biasa sama perangkat teknis itu berarti banyakan ngira2 aja tradingnya......
Agus Bastian
coba kalo yang nemuin price action bar itu orang indo, ntar jadinya pasti tusuk sate wkwkwkwkwk
Machmud
Nama istilahnya jadi lain ya mas, hehehe
Indika
Baru ngeh, kalau yg nyiptain candlestick ternyata bapak ini: Munehisa Homma. Jadi trading sudah ada sejak zaman samurai ya. Dulu mainnya pake apa ya? klw skrg kan bs pake aplikasi. Dulu kan belum ada gadget, wkwkwkwkwk
Rizal Sf
Dalam sejarah peradaban manusia, diketahui bahwa pertukaran barang antar individu dimulai dengansistem barter. Umpama seseorang membutuhkan seekor kambing berjumpa dengan orang lain yang menjual dua keranjang apel, lalu setuju saling menukarkan, maka transaksi bisa terjadi. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, barter saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Masalah terutama sistem barter adalah bagaimana jika tak bisa menemukan orang yang kebutuhan dan persediaan barang untuk ditukarkan persis cocok!?

Guna mengatasi kekurangan barter, maka diciptakanlah alat pembayaran atau alat pertukaran dalam berbagai bentuk. Di periode ini, umat manusia menggunakan kerang, manik-manik, batuan langka, dan logam mulia sebagai medium. Namun, perlu diketahui bahwa setiap wilayah bisa menerapkan "mata uang" sendiri berdasarkan apa yang dianggap paling berharga, diakui masyarakat, dan bersifat portabel (mudah dibawa kemana-mana). Selengkapnya bisa Anda baca di halaman berikut: Sejarah Trading Forex.