OctaFx

iklan

Penegasan Harian Dalam Trading Anda

100545

Dalam trading forex, penegasan apa yang hendak Anda capai sangat penting untuk meraih sukses dalam jangka panjang, dimulai dengan penegasan harian dalam trading Anda. Berikut daftar 17 penegasan harian yang bisa Anda terapkan pada trading forex untuk memotivasi Anda dalam meraih sukses.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seorang trader yang telah berhasil menemukan kekuatan dalam diri dan mampu menerapkannya dalam trading bahkan dalam cara hidupnya menuturkan apa yang telah dilakukannya. Adalah Napoleon Hill, seorang penulis buku dan motivator terkenal yang telah mempengaruhinya. Napoleon Hill yang terkenal karena pernah mewawancara orang-orang yang telah mencapai sukses seperti Henry Ford, Thomas Edison, Andrew Carnegie dan lainnya menuliskan bahwa pada umumnya mereka ‘berlaku seolah-olah’ seperti apa yang hendak dicapai sebelum mereka benar-benar bisa mencapainya.

Penegasan Harian Dalam Trading


Inilah inti filosofinya, penegasan, atau pernyataan yang tegas bahwa yang diangankan atau dipikirkan seseorang itu nyata, benar dan pasti terjadi. Dituliskan oleh Napoleon Hill : ‘apa yang dipikirkan seseorang dengan sangat yakin, pasti akan bisa dicapainya’. Dalam trading forex, penegasan apa yang hendak Anda capai sangat penting untuk meraih sukses dalam jangka panjang, dimulai dengan penegasan harian dalam trading Anda. Jika Anda tertarik lebih jauh pada tulisan motivasi Napoleon Hill, silahkan lihat video ini  Napoleon Hill : ‘Think And Grow Rich’

Berikut daftar 17 penegasan harian yang bisa Anda terapkan pada trading forex untuk memotivasi Anda dalam meraih sukses :

1. ‘Apa yang dipikirkan seseorang dengan sangat yakin, pasti akan bisa dicapainya’
    (Napoleon Hill)

2. ‘Saya adalah seorang trader yang sukses’ - jika Anda memikirkan setiap hari bahwa Anda adalah seorang trader yang sukses, maka Anda akan melakukan hal-hal yang menuju untuk menjadi trader yang berhasil. Sebaliknya jika Anda tidak percaya dan tidak yakin bahwa Anda adalah trader yang sukses, maka Anda benar-benar tidak akan pernah menjadi trader yang sukses. Seperti hal lain dalam kehidupan, Anda harus percaya dan yakin akan suatu alasan dan tujuan sebelum membuatnya menjadi kenyataan.

3. ‘Saya menerapkan trading plan dengan konsisten’ - perlakukan trading forex sebagai bisnis Anda hingga diperlukan suatu rencana dan strategi yang mesti dijalankan dengan konsisten dan tidak menyimpang. Jika telah Anda lakukan, trading Anda jadi jauh lebih efektif  karena dengan trading plan Anda bisa obyektif dan tidak emosional dalam menyikapi kondisi pasar.

4. ‘Saya mempunyai jurnal trading dan saya menggunakannya’ - jurnal trading yang berisi track record hasil trading Anda harus Anda buat dan gunakan untuk evaluasi setiap kali Anda selesai melakukan transaksi, baik saat open posisi ataupun saat menutup posisi trading. Jurnal trading sangat diperlukan agar Anda lebih bertanggung-jawab terhadap hasil trading Anda, dan lebih mudah melakukan koreksi pada cara trading Anda.

5. ‘Saya menerapkan managemen resiko yang terukur’ - besarnya resiko hendaknya disesuaikan dengan ukuran resiko per trade yang telah Anda sepakati. Sukses dalam trading forex diukur dalam kurun waktu yang cukup panjang, bukan pada sekali atau dua kali trade, jadi hendaknya Anda benar-benar disiplin dalam menerapkan level resiko yang telah direncanakan.

6. ‘Saya entry berdasarkan kondisi yang sedang terjadi di pasar, bukan apa yang saya pikir akan terjadi’ - Anda hanya masuk pasar setelah mencermati apa yang sedang terjadi pada pergerakan harga pasar saat ini, bukan yang Anda perkirakan atau inginkan akan terjadi. Pada akhirnya pasar akan bergerak sesuai dengan keinginan pasar itu sendiri, yang Anda lakukan hanya mempelajari pergerakan harga (price action) pasar untuk mengambil keuntungan darinya, bukan untuk melawan kondisi tersebut.

7. ‘Saya hanya trading dengan reward yang lebih besar dari resikonya’ - tujuan utama setiap trader atau investor tentunya mendapatkan profit dengan kalkulasi lebih besar dari resiko yang mesti ditanggungnya. Bergantung pada kondisi pasar, risk/reward ratio paling tidak ditetapkan 1:1.5 atau 1:2.

8. ‘Saya akan melakukan aktivitas lain setelah membuka posisi trade’ - setelah membuka posisi, sebaiknya Anda tinggalkan pasar hingga jadwal Anda untuk kembali memeriksanya. Biarkan pasar bekerja, dan Anda akan terhindar dari keterlibatan emosi Anda untuk mengintervensi posisi trade Anda yang sedang direspon pasar. Set and forget.

9. ‘Saya tidak terpengaruh oleh hasil trading yang profit atau loss’ - profit atau loss bisa mempengaruhi emosi Anda. Loss menyebabkan rasa balas dendam menuntut dana Anda yang hilang, dan profit bisa mengakibatkan rasa percaya diri Anda berlebihan atau bahkan rasa euforia. Keduanya sangat mungkin menyebabkan Anda over-trade dengan entry pada probabilitas rendah yang sebelumnya tidak direncanakan, dan menyimpang dari trading plan Anda. Jika mungkin mengalaminya, sebaiknya menjauh dari pasar untuk sementara sampai rasa percaya diri Anda pulih kembali.

10. ‘Saya trading dengan trend dominan pada time frame daily’ - trend adalah teman Anda, dan jika Anda trading mengikuti trend yang sedang dominan di pasar tentu probabilitas profitnya tinggi. Dibawah time frame daily, sering terjadi counter-trend atau berlawanan dengan trend yang dominan pada time frame daily. Dengan berpatokan pada time frame daily, Anda akan memperoleh sinyal-sinyal yang lebih akurat dan relatif tanpa noise, sehingga sinyal trading yang dihasilkan akan cukup valid.

11. ‘Saya tidak akan over-trading, dan sabar menunggu sinyal trading yang valid’ - banyak trader yang mengalami rugi besar karena over-trade. Jika metode trading Anda yang telah teruji tidak memberikan sinyal yang valid, sebaiknya Anda bersabar hingga kesempatan untuk entry tiba.

12. ‘Saya adalah trader profesional maka saya tidak akan gambling dalam trading’ - semua aturan yang telah Anda buat dalam trading plan dan money management harus Anda terapkan dengan sungguh-sungguh dan tidak bersifat ‘gambling’ yang pada akhirnya berpengaruh pada hasil trading Anda.

13. ‘Saya tidak akan mengintervensi posisi trading tanpa alasan tertentu’ - sama seperti point 8, hanya saja jika Anda menerapkan strategi memaksimalkan profit semisal teknik averaging atau pyramiding, maka Anda mesti memindahkan level stop loss (trailing) dan level target profit, hanya jika kondisi pasar mendukung.

14. ‘Berita fundamental tidak akan mempengaruhi saya dalam mengambil keputusan trading’ - bagi pembaca yang fundamentalist, harap dimaklumi bahwa si trader kita ini rupanya lebih ke chartist, yang percaya bahwa semua variabel dalam pasar telah tercermin pada pergerakan harga itu sendiri. Hal ini tentunya sangat relatif tergantung dari pengalaman trading dan pembelajaran pelaku trading. Disini diasumsikan si trader menerapkan metode trading dengan kurang mempertimbangkan faktor fundamental, dan keputusan yang akan diambil hanya berdasarkan metode tradingnya.

15. ‘Saya sudah puas dengan target profit saya, dan tidak akan greedy’ - hendaknya Anda tidak ‘greedy’ dengan memperbesar target profit ketika target itu hampir tercapai, kecuali Anda menggunakan teknik trading seperti pada poin 13.

16. ‘Saya harus tetap belajar’ - Anda harus tetap terus belajar karena pembelajaran yang terus menerus adalah kunci untuk meraih sukses dalam trading forex. Bisa dengan mengikuti seminar atau workshop yang beneran dan bermutu, atau membaca artikel-artikel trading yang mutakhir.

17. ‘Saya percaya sepenuhnya pada metode dan strategi trading yang saya terapkan’ - hal ini penting Anda tanamkan dalam diri Anda untuk menghilangkan keraguan dan memperkuat rasa percaya diri Anda dalam menyikapi kondisi pasar saat trading.

Diharapkan dengan kalimat-kalimat motivasi diri diatas akan membuat Anda percaya diri dan disiplin dalam trading forex hingga bisa mencapai hasil yang maksimal.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Greg
Mraktekin 1 aja susah..apalagi ini 17 level..hihihi. Dibacanya sih enak dan emang itu menjadi "semacam doa" yang mesti kita "lafalkan" setiap kita berada di depan chart. Dan inspirasi yang disampaikan si master Hill ini sepertinya pas buat para trader yang masih punya aktifitas lain di kesehariannya (set and forget). Nah tapi buat para scalper..mungkin harus melakukan modifikasi lebih ya. Btw harus segera dipraktekin ya..semangat2..
Martin S
@ Greg:
Scalper biasanya tidak set and forget, dia harus memonitor harga selama ada posisi karena biasanya untuk exit dilakukan secara manual.
Kara
kalo tradernya bukan tipe chartist berarti ntar penegasanya "sinyal dari chart tidak akan mempengaruhi keputusan trading saya" ?
Martin S
@ Kara:
Nggak juga, seorang fundamentalis tidak bisa trading hanya berdasarkan data fundamental semata, untuk entry dan exit dia juga harus tahu paling tidak level support dan resistance terdekat. Untuk entry dia juga harus melihat chart, apakah harga bergerak sesuai dengan data fundamental atau malah berlawanan, dan seorang trader yang serius biasanya akan entry pada momentum yang tepat dengan mengacu pada indikator teknikal tertentu sekalipun trader tersebut seorang fundamentalis.
Denila Purnawan
Inti dari semua poin diatas itu cuma konsisten dan konsisten. Begitu sudah punya trading plan yg terdiri dari strategi manajemen sampe jurnal trading semuanya mesti digunakan dengan cara yg konsisten. Sudah itu aja
Reihan Nur Santoso
dipoin 15, ada pengecualian bwt trader yang suka intervensi dg cara dipoin 13. apa itu artiny trader yg suka averaging sm trailing stop bisa dibilang greedy? seumpama tujuan mula intervensi itu ternyata utk maksimal kan profit yg dilakukan pas sinyal trenny bener2 terkonfirmasi, bagaimana cr menetapkan target tambahan spy g dikatakan greedy? trus apa ada cara mengenali kalo seumpama tanpa sadar kita sudah berubah jadi greedy??
Martin S
@ Reihan Nur Santoso:
Trader yang melakukan teknik averaging atau pyramiding dengan benar bukan greedy, justru kalau kondisi pasar memungkinkan untuk memaksimalkan profit trader harus melakukannya, misalnya ketika kondisi pasar sedang trending dengan kuat. Yang dimaksud greedy pada point 15 adalah memperbesar target profit tanpa alasan tertentu yang mendukung, hanya karena greed saja..
Rizky Fauzi
@Reihan: Ukuran greedy atau tidak greedy itu bisa juga dikaitkan dengan keterlibatan emosi dan penggunaan resiko yang diukur sesuai kemampuan. Gampangnya, bisa dilihat dari resiko trading, jika target keuntungan ditambah resiko juga akan bertambah, jika setelah dihitung resiko tersebut jadi mencapai jumlah yang tidak bisa ditanggung, maka bisa dibilang trading tersebut sudah mulai bersifat greedy, apalagi jika ternyata tidak ada alasan valid yang mendukung untuk menambah target profit dan besarnya resiko itu. Atau ketika mengintervensi tidak terlalu memperhitungkan kondisi pasar yang mendukung dan asal menambah target karena merasa akan mendapat profit.
Ben Beng
pemula rasio risk reward yng sesuai berapa? tadinya gw pikir 1:2 itu dah bagus n proporsional. ternyata stlh diterapin lumayan bsr juga jaraknya. apa lebih baik 1:1,5 aja yak? apa leverage disini ada pengaruhnya sama menentukan rasio itu? apa saja yg musti dipikirkan untuk seorang yng masih baru?
Martin S
@Ben Beng:
… apa saja yg musti dipikirkan untuk seorang yng masih baru?
- Yang mesti dipikirin adalah bagaimana supaya bisa profit. Kalau masih belum bisa profit bisa belajar lagi metode dan strategi trading serta money management.

... apa leverage disini ada pengaruhnya sama menentukan rasio itu?
- Memilih leverage tidak ada pengaruhnya sama risk/reward ratio. Leverage hanya berpengaruh pada margin minimum pada setiap kali entry. Untuk keterangan bisa baca: Margin Dalam Trading Forex (2)

… pemula rasio risk reward yng sesuai berapa?
- Agar dalam jangka panjang bisa profit, usahakan risk rewrad ratio lebih besar dari 1:1, tidak harus 1:2, bisa 1:1.2, 1:1.5 atau mungkin 1:1.7 dsb. Sebagai penjelasan lebih lanjut bisa baca: Jumlah Posisi Trading Dan Risk/Reward Ratio.
Rizky Fauzi
@Ben: Setau saya memilih ratio itu bisa dengan menghitung dulu berapa resiko yang siap ditanggung. Baru setelah itu menentukan rewardnya berapa kali lipat dari risk tersebut. Yang terbaik adalah reward lebih besar dari 1.

Untuk menentukan apakah rewardnya nanti 2 atau 1 setengah bisa dilihat bukan hanya dari keinginan seberapa besar profit yang inigin dicapai, tapi juga probabilitas harga menyentuh level target profit yang ditentukan.
Abdul Hamid
Banyak sekali yah poin-poinnya, saya masih belum yakin saya bisa menerapkan semua poin tadi saat saya ber-trading. Mungkin ada cara atau metode lebih simple supaya saya akhirnya jadi terbiasa dengan trading goal di-atas? Apa jam terbang juga merupakan faktor menentukan? kalo iya berapa lama waktu yg sy butuhkan untuk menjadi trader handal
Hans
Kalo menurut saya sih, perkembangan individual tiap trader itu beda-beda, tidak bisa dipatok dengan sama persis. Jadi tidak semua poin-poin di atas langsung diaplikasikan swaktu trading, bahkan di beberapa kesempatan trader professional akan melanggar kebiasaan dan kode tradingnya dari poin banyak tadi untuk meraup kesempatan sebesar-besarnya.
Abdul Hamid
oh bgitu? kalo boleh saya minta contoh konkritnya bisa? jadi sewaktu apa misalnya si trader akan melanggar kebiasaan supaya bisa meraup keuntungan lebih?
Hans
sebenarnya bukan "melanggar" dalam artian secara membabi buta keluar dari kebiasaan hanya beradasar atas keinginan meraup untung dalam sekejap. Intinya sih kita harus mengimprovisasi metode dan sistem trading kita supaya reward:risk kita semakin efisien.

Misalnya sewaktu rilis berita penting seperti NFP nih, nah kan biasanya harga bisa langsung turun atau naik dalam waktu singkat. Nah bagi para pemula umumnya news trading sama sekali tidak dianjurkan karena pergerakannya yang sangat cepat dan mampu menguras deposit kita jika kita tidak berhati-hati dalam meletakkan order kita beserta stoplossnya. Tapi kalo kita sudah siap menanggung resiko (karena kita juga tahu potensi untungnya), bisa saja trader professional mencoba mengambil posisi swaktu pasar dalam kondisi bergejolak tadi... begitulah kira2
Martin S
@ Abdul Hamid:
Karena sumber artikel ini trader jangka menengah panjang yang mengandalkan price action, maka intinya adalah trading dengan money management yang proporsional (resiko disesuaikan dengan besarnya dana) dan terukur (disesuaikan dengan kondisi pasar), dan agar jangka panjangnya bisa profit maka risk/reward ratio harus lebih besar dari 1:1. Selain itu trading dengan time frame tinggi (daily) dengan metode yang sudah diuji, dan tidak mengandalkan berita fundamental. Trading dengan time frame tinggi untuk mencegah over trading, dan tidak mengandalkan faktor fundamental karena sumber artikel ini hanya mengandalkan price action. Untuk yang terakhir ini tidak semua trader harus seperti itu karena banyak juga trader yang fundamentalis (mengandalkan berita dan data fundamental). Jam terbang jelas sangat mempengaruhi keberhasilan dalam trading, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sukses sangat relatif, tergantung dari ketekunan Anda dalam belajar dan kedisiplinan Anda dalam menerapkan aturan dan rencana trading yang telah Anda tetapkan.