Tips Mengatasi Faktor Emosi Ketika Trading

Kenali beberapa faktor emosi ini untuk mencegah terjadinya tindakan tidak rasional saat bertrading.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Pada suatu hari kita dihadapkan pada sebuah pilihan investasi, dimana tanpa kita sadari, bahwa kondisi emosi kita sedang kurang bagus seperti yang kita harapkan. Mungkin inilah yang sering menjadi penyebab kenapa kita selalu melakukan kebiasaan aneh dan terkadang membuat kita untuk mengambil sesuatu yang tidak rasional.

Emosi - twps2 - www.seputarforex.com
Sebenarnya apakah anda termasuk orang-orang dari bagian yang rasional ? mungkin dari sebuah pertanyaan tersebut, kita sendiri terkadang kurang memahaminya, maka untuk dapat menjawabannya bisa anda temukan pada uraian dibawah ini.

Takut Akan Menyesal
Perasaan takut akan sebuah penyesalan adalah sebuah kondisi dimana sisi emosi seorang trader sedang dipengaruhi, seorang trader akan tersadar ketika dia telah membuat sebuah kesalahan. Contoh : Seorang trader telah melakukan open posisi Buy, dan terpaku pada harga dimana dia melakukan buy. Ketika harga bergerak jauh menurun, secara tidak sadar dia terlibat secara emosional dengan harga pada saat dia melakukan open posisi Buy. Maka, dia mencoba untuk tidak menutup posisi tradingnya tersebut. Karena untuk menghindari penyesalan telah membuat sebuah keputusan trading yang salah. Dia juga merasa malu bila posisinya yang loss diketahui orang lain. Dengan situasi dan kondisi seperti itu, sebetulnya apa yang harus kita lakukan… ? Anda dapat ilustrasikan kondisi tersebut dengan bertanya pada diri anda sendiri, “Apakah saya akan kembali melakukan buy kembali pada posisi yang sudah loss ini saya tutup ?” Jika jawabannya adalah tidak, maka ini adalah waktunya untuk menutup posisi anda. Ketakutan akan rasa menyesal dan malu mengakui sebuah kesalahan terkadang malah membawa kita mendapatkan penyesalan yang lebih berat.

Terjerat Oleh Sebuah Mental
kita terkadang cenderung terpengaruh secara emosional terhadap kondisi market yang sedang bagus ataupun buruk. Perbedaan situasi market seperti ini seringkali berdampak banyak kepada sisi emosional seorang trader. Sedangkan investor cenderung optimis ketika market sedang booming. Hasilnya, mereka menjadi lebih sabar untuk menunggu sampai mendapatkan profit yang lebih besar. Namun ketika dihadapkan pada kondisi market yang dilanda resesi, tanpa ragu-ragu mereka dengan cepat menjual posisinya agar  mendapatkan profit yang kecil. 

Over Confidence - twps2 - www.seputarforex.com

Over Confidence
Kita terkadang sering memandang diri kita sendiri terlalu tinggi. Ketika kita berhasil melakukan beberapa kali trading yang sukses secara berturut – turut, kita merasa bahwa kita bisa mengalahkan market. Kondisi emosional seperti ini biasanya akan berujung pada posisi trading yang berlebihan, biaya komisi trading yang besar, serta kemungkinan loss yang lebih besar pula.

Kesimpulan
Tingkah – laku para pelaku pasar ini biasa disebut behavioral economic. Banyak studi yang dilakukan untuk mengamati kejadian-kejadian seperti ini. Dan hasilnya, behavioral economic seperti ini seringkali berbenturan dengan teori ekonomi akademis. Dari uraian diatas, bisa dikatakan bahwa musuh besar kita adalah diri kita sendiri. Kenali kondisi seperti apa yang membuat kita menjadi hilang kontrol atas diri kita sendiri. Dengan memahami apa yang terjadi dengan sisi emosional kita ketika trading, diharapkan kita dapat menghindari kesalahan – kesalahan trading seperti ini secara berulang – ulang.


Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Edhy Vanjava
apa yg dimaksud sama terjerat oleh sebuah mental?
mental apa yg dimaksud? apa mental menghadapi market ato bagaimana?
tolong dijelaskan maksudny,
trims,
Alfin Wijaya
@Edhy:
Ya, yang dimaksud dengan terjerat oleh sebuah mental, adalah terjebak oleh pengaruh emosional terhadap kondisi market. Jika market sedang menunjukkan tren yang bagus, maka trader cenderung menunggu lebih sabar untuk mendapatkan profit yang besar, karena mereka tau situasi market masih akan menguntungkan.

Sementara ketika kondisinya sedang menurun, mereka tetap akan mengharapkan profit meskipun hasilnya bisa lebih sedikit.

Dalam hal ini yakinilah bahwa trading sesuai dengan sinyal dan strategi yang sudah disusun sebagai pilihan terbaik. Dalam kondisi apapun sebenarnya market tetap menunjukkan kesempatan trading. Dengan menguasai cara entry dan exit yang tepat sesuai sistem, maka trader akan mendapatkan hasil yang lebih bisa diandalkan.
Syaiful
terimakasih banyak, gw bisa tambah ilmu disini. trading yg g dilengkapi sm strategi psikologis, emang lebih rawan kena loss, cz kondisi mental trader itu punya pengaruh besar ke cara tradingx. gw setuju sm perkataan "musuh besar trader adalah dirinya sendiri"... siiip itu.....
Dealuva
bgaimana kalo sy mo ngukur rasionalitas sy dalam trading? apa ini ada alat/indikator nya sendiri? sy penasaran dgn porsi rasionalitas dasar sy apakah suda cukup untuk jdi trader forex yg sukses.. bgaimana y cara mengetahui nya?
Alfin Wijaya
@Dealuva:
Saya kurang tau tentang tool-tool atau alat yang digunakan untuk mengetahui tingkat rasionalitas seperti itu. Tapi secara sederhana ini bisa dilakukan dengan mengevaluasi trading-trading yang pernah dilakukan. Perhatikan apakah keputusan-keputusan yang dilakukan sebelumnya sudah rasional, ataukah masih ada yang dalam prosesnya masih dipengaruhi oleh emosi. Kesuksesan itu bisa jadi anda sendiri yang menentukan, apakah anda sudah merasa sukses ketika balance anda sudah berkembang sedemikian banyak dalam kurun waktu tertentu, atau baru merasa sukses ketika sudah profit dengan menerapkan cara yang disiplin sesuai sistem. Tentu saja, keputusan yang rasional adalah untuk menaati sistem yang telah disusun. Namun dalam perkembangannya, bisa jadi trader yang telah berpengalaman memiliki tips dan triknya sendiri untuk meraih profit yang diinginkan.