Advertisement

iklan

Trading Minyak WTI Dan Brent, Apa Bedanya?

Minyak WTI dan Brent merupakan 2 instrumen komoditas yang banyak ditawarkan oleh broker. Sebelum trading pada dua instrumen tersebut, penting untuk tahu perbedaannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Saat ini, telah banyak broker yang menyediakan instrumen trading tidak hanya di pair forex, melainkan juga di indeks saham, kripto, serta komoditas. Salah satu komoditas yang menggiurkan untuk diperdagangkan adalah oil (minyak bumi). Sama seperti instrumen-instrumen trading lain, pelaku pasar memilih trading minyak WTI dan Brent karena potensi volatilitasnya.

Minyak mentah merupakan komoditas yang banyak dicari di dunia, tetapi pasokannya terbatas. Karena itu, harganya bisa sangat melambung ataupun merosot, tergantung kondisi geopolitik negara-negara penghasil minyak, spekulasi pasar, serta industrialisasi. Kekhawatiran pasar karena belum adanya sumber energi alternatif yang bisa menggeser posisi minyak, juga memicu dinamika harga emas hitam ini.

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai trading minyak, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu beda minyak WTI vs Brent yang banyak ditawarkan oleh broker. Dengan mengetahui beda trading minyak WTI, maka Anda akan bisa membuat strategi trading yang lebih tertata, baik untuk trading minyak WTI maupun Brent.

Sebagai permulaan, video berikut dapat Anda simak:

 

Mengenali Beda Trading Minyak WTI Dan Brent

Baik WTI maupun Brent merupakan 2 harga acuan minyak bumi paling populer di dunia trading. Sebenarnya, masih ada beragam jenis minyak lain yang diperdagangkan secara internasional. Contohnya yang berasal dari Dubai, Oman, Rusia, serta negara-negara OPEC. Meskipun begitu, Brent dan WTI masih menjadi patokan favorit untuk harga minyak bumi seluruh dunia.

 

WTI (West Texas Intermediate), Minyak Dari Amerika Serikat

Peningkatan produksi minyak Amerika Serikat membuat harga trading minyak WTI menjadi acuan pasar sejak tahun 2007. Karakteristik minyak WTI ringan dan mudah diolah, serta lebih manis daripada minyak Brent. Dengan kandungan belerang yang hanya sebesar 0.24 persen, minyak WTI banyak digunakan sebagai bahan pembuatan bensin.

beda minyak wti dan brent

(Baca Juga: 10 Negara Produsen Minyak Terbesar Di Dunia)

Untuk trading minyak WTI, kontrak berjangkanya tercatat pada NYMEX (New York Mercantile Exchange) dari CME (Chicago Mercantile Exchange). Pengiriman untuk minyak mentah berjangka WTI terjadi di Cushing, Oklahoma.

 

Brent, Minyak Dari Laut Utara Eropa

Brent Crude adalah sebutan untuk minyak yang dihasilkan oleh Laut Utara (Eropa). Pertambangan ini dibuka pada tahun 1970, dan menjadi dasar pembentukan harga sejak tahun 1971.

Jenis-jenis minyak Brent yang dikenal antara lain: Brent Blend, Forties Blend, Oseberg, dan Ekofisk. Secara umum, disebut sebagai kuotasi BFOE. Dalam dunia trading, penanda untuk minyak Brent adalah Brent Blend, London Brent, dan Brent Petroleum.

Minyak Brent memiliki karakteristik sebagai Sweet Light Crude Oil. Yang dimaksud dengan ringan adalah tekstur kepadatannya (relatif rendah). Di samping itu, rasanya manis karena kandungan belerang yang sedikit. Namun jika dibandingkan dengan WTI, maka kandungan belerang Brent masih lebih tinggi. Jika minyak WTI banyak digunakan sebagai bensin, maka Brent digunakan untuk solar.

Saat ini, 2/3 harga minyak seluruh dunia mengacu pada Brent. Harga minyak Brent sendiri cenderung lebih tinggi dari WTI, dan perdagangan berjangkanya berpusat di Intercontinental Exchange (ICE).

 

Penyebab Perbedaan Harga Minyak WTI Dan Brent

Negara-negara Asia cenderung menggunakan campuran harga patokan Brent dan WTI untuk memberi harga pada minyak mentah mereka. Dalam kondisi ceteris paribus, harga minyak WTI dan Brent memiliki korelasi positif. Itu artinya, ketika harga minyak WTI naik, harga minyak Brent akan menyusul naik. Meskipun begitu, harga minyak WTI dan Brent tidak pernah sama karena beberapa hal, antara lain:

beda minyak wti dan brent di trading(Kunjungi juga: Data Harga Minyak Terkini)

1. Perbedaan karakteristik.

Seperti yang dijelaskan di atas, minyak WTI dan Brent digunakan untuk tujuan yang berbeda. Meskipun sama-sama termasuk dalam Sweet Light Oil, kandungan belerang pada WTI lebih rendah daripada Brent. WTI diolah menjadi bensin (gasoline), sementara Brent diolah menjadi bahan bakar diesel (solar).

 

2. Perbedaan pangsa pasar.

Minyak mentah Brent dan WTI memiliki sifat berbeda, dengan WTI yang memiliki kandungan sulfur lebih rendah daripada Brent. Oleh karena itu, selain perbedaan harga, ada juga Quality Spread (selisih yang dilihat dari kualitasnya) pada saat trading minyak WTI. Karena kedua minyak mentah itu berasal dari belahan dunia berbeda, Brent di Eropa dan WTI di Amerika Utara, biayanya juga dipengaruhi oleh Location Spread.

Harga nominal minyak mentah hanyalah salah satu faktor yang terlibat dalam memahami pasar minyak mentah. Spread antara Brent dan WTI adalah contoh sempurna tentang bagaimana kualitas dan penyebaran lokasi mempengaruhi struktur dan harga akhir minyak mentah di seluruh dunia.

 

3. Perbedaan proses pengolahan.

Untuk sampai di Amerika Serikat, minyak mentah dari Eropa (Brent) seharga 3-4 USD per barel dikirim menggunakan supertanker. Kandungan sulfur yang lebih rendah pada WTI, membuat proses pengolahannya lebih sederhana dan biaya produksinya lebih rendah. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan harga sekitar 2.50-4 USD antara Brent dan WTI.

 

Tips Trading Pada Minyak WTI Maupun Brent

Untuk bisa meraup keuntungan maksimal pada trading minyak WTI dan Brent, Anda wajib mengasah kemampuan analisa fundamental dan memahami peta situasi dari negara-negara penghasil minyak bumi. Konflik-konflik antar negara serta kejadian pengeboman pangkalan minyak berpotensi melejitkan harga WTI maupun Brent, karena memicu kekhawatiran akan berkurangnya pasokan minyak dunia. Hal ini sesuai dengan prinsip Supply dan Demand.

Di samping itu, pelaku trading minyak WTI harus bisa jeli memanfaatkan kesempatan, mengingat reaksi pasar bisa berlangsung dalam waktu yang singkat dan harga bisa kembali normal ketika kepanikan mereda. Perlu diingat juga, modal yang dibutuhkan untuk trading komoditas minyak relatif lebih besar dibandingkan trading forex. Penggunaan leverage pada broker penyedia instrumen komoditas juga perlu diperhatikan, karena tingkatnya relatif lebih rendah daripada yang ditawarkan pada pair forex.

 

Selain minyak, masih ada 6 komoditas penggerak pasar yang karakteristiknya menarik untuk dipelajari. Mengenali beragam instrumen trading sangat bermanfaat bagi pelaku pasar, karena bisa digunakan sebagai alternatif diversifikasi portofolio di tengah dinamika perekonomian yang tak pasti. 

291467

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.