Antisipasi G20 Redam Buruknya Business Confidence Di New Zealand

Data Business Confidence New Zealand tampil mengecewakan, tetapi antisipasi menjelang KTT G20 lebih diperhatikan oleh investor dan trader.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar New Zealand mempertahankan posisinya dekat level tertinggi bulan ini terhadap Dolar AS, meskipun data NZ Business Confidence terbaru tampil mengecewakan. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, NZD/USD hanya selip kurang dari 0.1 persen di kisaran 0.6670-an. Selain didukung oleh keputusan bank sentralnya untuk tak mengubah suku bunga, Kiwi juga ditopang oleh antisipasi pasar menjelang KTT G20 Osaka.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview

Pada hari Rabu, bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) memutuskan untuk membiarkan suku bunga pada level 1.5 persen. Mereka juga meyakini bahwa proyeksi inflasi dan ketenagakerjaan tetap bagus, meski terjadi peningkatan ancaman perlambatan ekonomi domestik dan mancanegara. Kabar tersebut melejitkan pamor Dolar New Zealand, sementara investor dan trader menantikan KTT G20 Osaka yang bakal digelar tanggal 28-29 Juni mendatang.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bakal bertemu di ajang KTT G20 demi mengupayakan penyelesaian konflik dagang antara kedua negara yang telah memperburuk iklim ekonomi global. Mengutip narasumber anonim, South China Post melaporkan bahwa kedua negara telah sepakat untuk melakukan "gencatan sementara" menjelang KTT dan menunda penerapan tarif baru. Namun, sebagian analis cenderung bersikap wait-and-see.

"G20 akan menentukan sentimen bagi semua pasar dan kami kemungkinan akan terus berhati-hati menjelang (acara) itu," kata Mark Johnson dari OMF, sebagaimana dilansir oleh New Zealand Herald. Ia mencatat bahwa Kiwi mengabaikan data keyakinan bisnis domestik yang buruk hari ini, karena situasi dagang AS-China lebih mendominasi perhatian pasar.

Berdasarkan data outlook bisnis yang dirilis tadi pagi, sebanyak 38.1 persen dari 376 responden survei bulan Juni mengekspektasikan kondisi bisnis secara umum akan memburuk tahun depan. Jumlah responden berpandangan pesimis itu meningkat dari 32 persen pada bulan Mei.

288990

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


24 Sep 2019