APEC Chili Dibatalkan, Kesepakatan Dagang AS-China Hadapi Ketidakpastian

KTT APEC Chili dibatalkan, sehingga Donald Trump dan Xi Jinping dikhawatirkan batal menandatangani kesepakatan dagang bulan depan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Amerika Serikat dan China menemui kendala lagi dalam upaya untuk mengakhiri perang dagang. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sebelumnya diharapkan akan menandatangani kesepakatan dagang fase-1 pada tanggal 16-17 November mendatang dalam ajang KTT APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) di Chili. Namun, KTT tersebut mendadak dibatalkan, karena Chili perlu mengembalikan stabilitas hukum di negerinya.

Perlu diketahui, Chili saat ini dilanda demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh kenaikan tarif metro di ibukotanya, Santiago. Demonstran juga memprotes sejumlah isu krusial seperti kesenjangan pendapatan dan tingginya biaya perawatan kesehatan. Pusat-pusat perbelanjaan ditutup, dan tentara turun ke jalan untuk menjaga stabilitas.

APEC Chili

Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa AS masih berharap untuk menandatangani kesepakatan dengan China bulan depan. Namun, mereka mengakui bahwa kedua belah pihak belum menentukan lokasi alternatif.

Pernyataan Kementerian Perdagangan China hari ini juga mengisyaratkan bahwa perundingan akan terus berlanjut sesuai rencana, dan negosiator utama dari kedua negara akan berkomunikasi via telepon pada hari Jumat besok. Namun, mereka bahkan tak menyinggung tentang apakah Trump dan Xi akan bersua kembali bulan depan.

Media massa melontarkan sejumlah opsi seperti Alaska, Hawaii, Makau, Australia, dan Singapura. Namun, penjadwalan ulang pertemuan tingkat tinggi seperti ini melibatkan proses yang panjang dan rumit.

"Pertemuan tingkat tinggi (seperti) ini -khususnya yang melibatkan 21 pemimpin- merupakan sebuah kegiatan masif, dan memindahkannya dengan pemberitahuan 2 pekan itu tidak mungkin," kata Matthew Goodman dari Center for Strategic and International Studies, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Sementara itu, tarif baru dijadwalkan akan mulai diberlakukan oleh AS pada tanggal 15 Desember terhadap sejumlah produk impor asal China, seperti mainan dan laptop. Trump telah mensuspensi penerapan tarif tanggal 15 Oktober lalu setelah ia menyetujui rancangan awal kesepakatan dagang fase-1. Namun, Gedung Putih belum memberikan isyarat apapun mengenai tarif yang akan diberlakukan mulai tanggal 15 Desember mendatang.

290787

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.