Dolar AS Bertengger Dekat Tertinggi 2 Bulan Jelang Rapat FOMC

Dolar AS masih mempertahankan kedigdayaannya, tetapi rapat FOMC diperkirakan memangkas suku bunga dalam pekan ini.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS mempertahankan posisi tertinggi sejak awal Agustus versus Yen Jepang. Pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan sekitar level 108.70 saat berita ditulis pada awal sesi Eropa (28/Oktober), tetapi mayoritas pelaku pasar meyakini Federal Reserve bakal memangkas suku bunga lagi. Sebagian besar investor dan trader agaknya masih mempertimbangkan posisi apa yang akan diambil menjelang serangkaian rapat bank sentral dan deadline brexit yang jatuh dalam pekan ini.

USDJPY DailyGrafik USD/JPY Daily via Tradingview.com

Dolar AS sempat melambung pada hari Jumat, karena Kantor Perwakilan Dagang AS telah "mendekati final" dalam penyusunan sebagian kesepakatan dagang dengan China. Kabar tersebut didukung oleh pernyataan Kementerian Perdagangan China bahwa "konsultasi teknis" untuk sejumlah bagian dalam kesepakatan dagang itu sudah selesai. Namun, topik sorotan pasar minggu ini kembali beralih ke rapat bank sentral-bank sentral utama.

Federal Reserve bakal menggelar rapat FOMC mulai hari Selasa besok, kemudian diakhiri dengan rilis pernyataan resmi (tanpa konferensi pers) pada hari Kamis dini hari (WIB). Bank of Japan (BoJ) juga menjadwalkan penyampaian hasil rapat kebijakan pada tanggal 31 Oktober 2019.

BoJ diyakini tidak akan mengubah suku bunga maupun kebijakan moneter lain, meski diperkirakan ada perbedaan pendapat lagi terkait upaya untuk menanggulangi efek perlambatan ekonomi global. Berbeda halnya dengan Federal Reserve. Otoritas moneter AS diprediksi akan mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, sembari mengulangi retorika terkait keengganan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut.

"Sebuah pemangkasan suku bunga Fed sudah diperhitungkan (oleh pelaku pasar dalam kurs Dolar AS -red), tetapi Dolar bisa dibeli lagi jika Fed mengisyaratkan takkan memangkas suku bunga lebih lanjut," ujar Yukio Ishizuki, pakar strategi forex di Daiwa Securities Tokyo, sebagaimana dilansir oleh Reuters. Lanjutnya, "Hingga kami mengonfirmasi ini, trader kemungkinan akan menyesuaikan posisi mereka dalam Dolar."

Sementara itu, risiko terkait brexit tertahan sementara, karena pelaku pasar menunggu konfirmasi untuk sejumlah kabar yang masih simpang siur. Rapat 27 duta besar Uni Eropa mulai pukul 09:00 GMT (16:00 WIB) hari ini akan memutuskan apakah mereka akan mengabulkan pengunduran deadline brexit selama tiga bulan dari 31 Oktober 2019 menjadi 31 Januari 2020. Upaya PM Boris Johnson untuk mengadakan pemilu dini juga dirumorkan mendapat dukungan dari partai Liberal Demokrat dan SNP, walaupun Labour belum menyuarakan pendapat.

290732

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.