Advertisement

iklan

Dolar Australia Ditopang Harga Bijih Besi Di Rekor Tertinggi

Walaupun bank sentral-nya dovish dan Melbourne dikunci lockdown, Dolar Australia mempertahankan apresiasi nilai tukarnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Dolar Australia bertahan pada area berjarak sejengkal di bawah 0.7000 terhadap Dolar AS sejak pekan lalu hingga perdagangan sesi Asia hari ini (13/Juli). Outlook Aussie sempat digerogoti oleh pernyataan dovish bank sentral-nya serta kabar bahwa negara bagian Victoria kembali memberlakukan lockdown. Akan tetapi, apresiasi AUD tampaknya tetap tertopang oleh cemerlangnya outlook bijih besi -komoditas ekspor utama Australia- di tengah krisis saat ini.

AUDUSD DailyGrafik AUD/USD Daily via Tradingview.com

Pasar mata uang masih berkubang dalam fluktuasi sentimen "risk-on, risk-off" tanpa arah yang jelas. Indeks Dolar AS pun terpuruk dekat rekor terendah tahun ini seiring dengan besarnya ketidakpastian ekonomi dan politik Amerika Serikat ke depan.

"Mata uang-mata uang masih memainkan pola yang telah mendominasi selama beberapa pekan terakhir, yaitu pergelutan berkelanjutan antara risk aversion dan risk appetite global. Risk appetite pada akhirnya mengungguli sentimen risk-off, tetapi ini bukan jalan yang lurus. Kekhawatiran tentang pandemi COVID-19 -kasus baru meningkat terus di AS dan Melbourne baru saja mengumumkan lockdown enam pekan- masih mencegah sentimen risk-on menyebar lebih luas lintas pasar dan mata uang," kata Roberto Mialich, seorang pakar strategi forex di Unicredit Bank Milan.

Sementara itu, harga bijih besi terus mendaki sejak bulan Mei. Harga kontrak bijih besi futures kini bertengger pada kisaran tertinggi sejak Agustus 2019. Dolar Australia pun ikut kokoh di rentang tertinggi enam bulan berkat reli tersebut. Menurut Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, ekspor bijih besi meliputi sekitar 16.4 persen ekspor Australia pada periode 2018-2019.

Tren kenaikan harga dan volume ekspor bijih besi Australia diperkirakan masih akan reli meski terjadi pandemi COVID-19 dalam tahun ini, karena permintaan bijih besi dari China terus meningkat. Pengiriman bijih besi dari Port Hedland di Australia Barat -salah satu pelabuhan utama bagi komoditas ini- meningkat 7% (Month-over-Month) atau 19% (Year-to-Year) pada bulan Juni 2020. China juga kemungkinan akan mengimpor lebih banyak bijih besi untuk proyek memperkuat berbagai bendungan, menyusul bencana banjir bandang akibat luapan sungai Yang Tze belakangan ini. 

Download Seputarforex App

293228

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone