Advertisement

iklan

Dolar Gamang Di Awal Pekan, Sterling Mendaki Hati-Hati

Penulis

+ -

Dolar AS bertahan dalam rentang konsolidasi pekan lalu, sementara pasar menantikan kabar-kabar baru yang berpotensi menjadi katalis bagi GBP/USD dan USD/JPY.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) terpantau menjauh dari ambang 113.00 pada perdagangan awal pekan ini (17/Oktober), tetapi masih berada dalam rentang konsolidasi yang telah terbentuk sejak pekan lalu. Sementara itu, pelaku pasar menantikan kabar-kabar baru yang berpotensi menjadi katalis bagi pound Inggris dan yen Jepang.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

 

Rencana Fiskal Inggris Masih Jadi Sorotan

Setelah pekan lalu terombang-ambing, GBP/USD beranjak naik pada awal sesi Eropa hari ini. Secercah optimisme muncul berkat keputusan PM Liz Truss untuk merevisi rencana kebijakan fiskalnya yang berpotensi melipatgandakan utang Inggris. Tetapi, para trader masih wait-and-see kinerja Menteri Keuangan Jeremy Hunt yang baru menggantikan Kwasi Kwarteng.

Sejumlah pihak mengklaim Kwarteng sejatinya "cuma" juru bicara Liz Truss, sehingga arah kebijakan fiskal ke depan tak akan berubah selama Truss masih berkantor di Downing Street No. 10. Konsekuensinya, muncul gerakan untuk melengserkan Truss dari kursi Perdana Menteri Inggris. Rumor tersebut membuat semua mata menyoroti rencana fiskal Hunt.

Hunt berikrar akan mengembalikan kredibilitas fiskal Inggris sembari bersikeras Truss tetap menjabat sebagai Perdana Menteri. Ia akan menyampaikan serangkaian proposal untuk Rencana Fiskal Jangka Menengah dalam beberapa jam ke depan. Reaksi pasar terhadap komunikasi publik Hunt dapat memengaruhi pasar obligasi dan mata uang Inggris.

Situasi makin kritis karena bank sentral Inggris (BoE) telah mengakhiri program pembelian obligasinya pada Jumat lalu. Baik yield obligasi pemerintah Inggris (gilt) anjlok ataupun melonjak lagi seusai pidato Jeremy Hunt hari ini, pound sterling terancam bergolak dengan volatilitas tinggi tanpa adanya upaya stabilisasi BoE.

"Apabila kita menyaksikan lonjakan dalam yield gilt, maka hal itu akan menunjukkan bahwa pasar tetap sangat skeptis terhadap keberlanjutan utang Inggris," kata Carol Kong, pakar strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia, "Saya pikir sterling kemungkinan akan tetap volatile pekan ini."

 

Apakah Jepang Akan Biarkan USD/JPY Naik Lagi?

Sementara itu, USD/JPY menjadi pasangan mata uang mayor lain yang patut diperhatikan. Duo ini meroket nyaris 200 pips hingga ditutup pada level 148.80 di penghujung sesi New York hari Jumat lalu. Trigger intervensi pemerintah Jepang tak terpicu lantaran pasar Asia sudah tutup pada saat itu, tetapi rentang pergerakan hariannya sudah menyamai situasi pasar ketika Jepang mengintervensi pada bulan September.

Pasar yang ketar-ketir gagal mendorong USD/JPY naik lebih lanjut pada sesi Asia hari ini, sementara para trader terus mengawasi retorika para pejabat Jepang. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, USD/JPY masih terkekang pada kisaran 148.70.

Download Seputarforex App

298394
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.