Advertisement

iklan

Survei Durable Goods AS Melebihi Harapan, Greenback Masih Perkasa

Survei Durable Goods bulan Juli ini tercatat naik pesat ke level 0.6 persen. Jauh melampaui perkiraan dan harapan banyak analis yang cuma 0.3 persen. Menyusul berikutnya pidato dari Pemimpin The Fed wilayah New York. Nada kehati-hatian masih juga meyeruak dalam isi pidato beliau.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Hasil menggembirakan dialami para produsen Durable Goods di Amerika Serikat. Rekor pencapaian untuk bulan Juli kemarin naik 0.6 persen, cukup jauh melangkahi perkiraan para ekonom yang hanya 0.3 persen. Sentimen positif dari sektor Durable Goods ternyata juga merembet ke wilayah New York. Malam ini  (26/8) Gubernur The Fed cabang New York juga menyampaikan keyakinannya akan perekonomian khusus di wilayah regional mereka dengan sedikit catatan.

us durable goods Juli 2015


Pasar Domestik Yang Utama

Mungkin jika diamati sekilas, perubahan hasil survei periode sebelumnya dengan bulan Juli tak menunjukkan perbedaan. Tercatat keduanya berada di level yang sama, yaitu meningkat 0.6 persen. Namun jika ditelisik lebih dalam maka akan terlihat bagaimana performa sektor-sektor dalam paket survei barang-barang yang tahan lama ini mengalami kenaikan yang berbeda jauh. Sebagai pembanding yang cukup mencolok terlihat dari sektor otomotif (kendaraan bermotor). Di periode bulan sebelumnya hanya menorehkan kenaikan jumlah pengapalan sebanyak 0.9 persen. Di bulan Juli kemarin ternyata naik berlipat menjadi 3.9 persen.

Belum lagi data yang muncul untuk pemesanan unit-unit kendaraan bermotor baru. Kapasitas produksi dari industri-industri otomotif terus dinaikkan dikarenakan pada bulan Juli ini jumlah pemesanan sudah melonjak sebanyak 4.0 persen. Padahal yang sudah tercatat di periode sebelum Juli hanya 0.8 persen.

Kenaikan sektor otomotif ini memang sudah menjadi bagian penting dalam survei Durable Goods selama beberapa periode. Perhitungan yang muncul dalm Bloomberg.com, penjualan mobil dan truk sudah meningkat sampai ke angka 17.5 juta unit atau hampir menyamai rekor tertinggi selama tahun 2006 sampai dengan sekarang.

Itu baru untuk satu sektor. Jadi sangat masuk akal jika ekonom dari Societe Generale, Aneta Markowska, turut gembira melihat data yang muncul tersebut. “Kami melihat...inilah saatnya. Jika para produsen menginginkan untung besar, mereka harus berani untuk mengambil resiko menambah jumlah produksi,” demikian ulasnya kepada situs berita tersebut.

Namun di bagian lain, tak semua pelaku ekonomi berwacana sama. Karena dalam data nampak juga masih ada sektor yang mengalami penurunan. Richard Moore, seorang eksekutif suatu perusahaan, kepada Bloomberg.com menyampaikan optimismenya khusus untuk pasar dalam negeri saja. “Saya terus terang merasa cukup senang dengan kondisi di dalam negeri, namun saya merasa untuk pasar luar negeri masih terkendala pelemahan dan ketidakpastian,” demikian ungkapnya.

Jika para ekonom dan pelaku usaha di atas melihat ekonomi dalam negeri dengan optimisme kuat, maka itu agak sedikit berbeda dengan petinggi The Fed wilayah New York, William Dudley, yang malam ini juga menyampaikan pidato berkaitan dengan situasi di wilayah pengawasannya. Dalam pidato yang diunggah dalam newyorkfed.org, terlintas masih nampak juga pelemahan ekonomi di wilayahnya. Walau sudah banyak juga daerah yang mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan resesi beberapa tahun yang lalu. Tak dapat ditutupi, masih terlintas nada kehati-hatian dalam pidatonya malam ini. Mungkin ini wajar mengingat jabatannya dianggap penting bagi pergerakan sentimen pasar dan juga mengingat akan banyak pihak yang mengaitkannya dengan isu perubahan nilai suku buanga acuan.


Dolar AS Masih Berkuasa

Perjalanan panasnya pertempuran mata uang-mata uang utama dunia sedikit mereda hari ini. Tak banyak yang mereka lakukan sebagai reaksi atas sikap panik para investor selama beberapa hari belakangan ini. Hanya terlihat Sterling saja yang terseret oleh Greenback. Setelah dibuka hari ini pada level 1.5700, praktis Sterling bak kerbau dicucuk hidungnya. Keperkasaan dolar AS benar-benar membuat tak berdaya hingga jatuh ke 1.5488. Lebih dari 1.2 persen? Luar biasa. Padahal Cable juga punya sentimen baik hari ini. Naiknya jumlah kredit perumahan dan meningkatnya penjualan eceran tak mampu berimbas positif terhadapnya. 

244117

Kukuh Raharjo aktif sebagai penulis berita dan artikel di Seputarforex.com sejak tahun 2014 serta aktif juga sebagai freelance di dunia social media promotion. Sambil masih bertrading forex online, Kukuh Raharjo juga menggeluti dunia blogging dengan posisinya sebagai pengisi konten lepas.