Yen Jepang Berada Di Bawah Tekanan

Sikap masyarakat Jepang yang berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, membuat harga Yen jatuh melawan US Dollar dan EURO

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada hari Kamis, 28 Juni 2018, Yen Jepang jatuh terhadap USD. Saat berita ini ditulis, Yen menyentuh nilai 110.337. Kondisi sideways ini telah berlangsung sejak awal Juni, karena reaksi terhadap Dolar tetap stabil walaupun AS mengeluarkan sikap yang masih belum jelas kepada China.

 

USDJPY per 28 Juni

 

Saat ini, minat investor pada aset safe haven berkurang, karena risiko perang dagang tidak setinggi yang beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu, Yen Jepang juga jatuh. Dilansir dari Reuters, para investor juga masih berharap kepada kemungkinan naiknya suku bunga The Fed.

Statistik yang diterbitkan pagi ini menunjukkan bahwa Retail Sales di Jepang hanya berkembang sebesar 0.6% y/y di bulan Mei, dua kali lebih kecil dari yang diharapkan dan jauh lebih buruk daripada indikator yang ditambahkan pada bulan April (+ 1.5% y/y). Pada MoM, indikator kerugian mencapai 1.7%.

 

Yen Lesu Karena Warganya Terlalu Berhemat

Hal ini tentu saja bukan berita yang baik untuk ekonomi Jepang. Indeks menunjukkan jumlah total barang yang dijual melalui toko dan pemasok, termasuk layanan, cenderung rendah. Melihat hal ini, dapat disimpulkan bahwa penduduk Jepang kurang percaya diri dengan ekonomi negara dan berusaha berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka.

Tidak hanya konsumen secara perorangan yang ragu untuk mengeluarkan uang, keraguan ini juga muncul di tingkatan rumah tangga negara. Ini adalah masalah besar bagi Jepang: ekonomi tidak akan berkembang terus selama rumah tangga negara tidak memperbanyak pengeluaran mereka.

 

Kuatnya Dolar AS Melawan Mata Uang Lainnya

Tidak hanya USD/JPY yang menguat mengikuti lemahnya kondisi Yen Jepang, pasangan mata uang EUR/JPY juga naik tipis di kisaran nilai 127.497. Meskipun berita tentang perang dagang mempengaruhi keputusan pasar, namun kepercayaan trader terhadap US Dollar tidak menurun. Dilansir oleh Japantimes, para investor di Jepang lebih banyak memilih untuk menjual AUD mereka -yang lebih rentan terhadap kondisi di China- dan menukarkannya dengan US Dollar. Hal ini tentu berdampak ke mata uang Jepang itu sendiri.

284166

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


30 Apr 2019