Housing Starts AS Naik, Dolar Berusaha Rebound

Pembangunan rumah AS mencatat level tertinggi lebih dari satu tahun. Berita ini mmendorong upaya rebound Dolar terhadap mata uang mayor lainnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pembangunan rumah AS naik melewati ekspektasi di bulan Januari, hingga mencatat level tertinggi lebih dari satu tahun, Kenaikan ini didorong oleh rebound jumlah kontruksi rumah kategori single family house. Lebih jauh lagi, izin membangun atau Building Permits juga mengalami kenaikan signifikan dalam laju tercepat sejak 2007.

 

Housing Starts AS Januari Naik, Permits

 

Departeman Perdagangan AS pada hari Jumat (16/Februari) merilis data Housing Starts yang melonjak 9.7 persen di angka 1.326 juta unit. Itu menjadi level tertinggi sejak Oktober 2016 lalu, yang kemudian diikuti oleh revisi naik data bulan Desember ke 1.21 juta unit. Rilis laporan pembangunan rumah di Negeri Paman Sam bulan lalu lebih baik dibandingkan forecast ekonom sebelumnya di angka 1.23 juta unit.

Selain merilis Housing Starts, Departemen terkait juga merilis data Building Permits bulan Januari yang melonjak 7.4 persen menjadi 1.396 juta unit, rekor tertinggi sejak Juni 2007. Secara keseluruhan, data perumahan AS berada di jalur positif, karena didorong oleh perbaikan di sektor tenaga kerja dan tingkat upah yang semakin naik dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun permintaan pasar properti yang meningkat, kenaikan biaya KPR dan harga rumah berpotensi menghambat momentum. Hal itu karena kenaikan upah tahunan dinilai belum mencapai 3 persen YoY, padahal harga rumah meningkat 6 persen YoY di bulan November 2017 lalu.

Pembangunan rumah kategori single family house (yang menjadi pasar terbesar) naik 3.7 persen menjadi 877,000 unit. Konstruksi single family house dilaporkan bertambah di kawasan selatan dan timur laut, tetapi mengalami penurunan di kawasan midwest dan barat AS.


Dolar AS Berupaya Rebound

Pada sesi New York malam ini, pergerakan mata uang Dolar AS sedikit menguat, berusaha bangkit setelah anjlok hingga ke level terendah tiga tahun versus major currencies. Namun, Greenback sebenarnya masih berada di jalur penurunan mingguan terbesar dalam kurun 9 bulan terakhir.

Dolar AS melemah tajam sejak awal tahun, terbebani oleh beberapa faktor termasuk kekhawatiran pasar terhadap strategi Washington yang "sengaja" melemahkan USD. Hal itu disinyalir terkait dengan isu pengurangan kebijakan moneter longgar oleh Bank Sentral negara-negara lain.

Yields Treasury AS melonjak hingga menyentuh level tertinggi 4 tahun, di tengah pelemahan Dolar dalam beberapa waktu terakhir. Padahal, penguatan inflasi di tingkat produsen dan konsumen telah meningkatkan prospek kenaikan suku bunga Fed. Pasar berspekulasi jika Fed bakal melakukan Rate Hike sebanyak empat kali di tahun 2018.

Kepala Riset MUFG, Derek Halpenny mengatakan bahwa kenaikan Yields Treasury AS bukanlah karena ekspektasi untuk pertumbuhan yang lebih kuat, melainkan oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi ketidakstabilan fiskal, serta kemungkinan inflasi melonjak di luar kendali.

Pada pukul 21:28 WIB, Greenback terlihat berupaya mengungguli mata uang-mata uang mayor lain. Pair EUR/USD berada di level 1.2437, menjauhi High harian 1.2554 yang tersentuh di sesi Asia tadi siang. Kondisi serupa juga terlihat pada pair GBP/USD, USD/CHF dan beberapa major currency lain.

282402

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.