Liberty Reserve Sedang Dalam Masalah Serius

Salah satu alat pembayaran on-line yang populer dan digunakan oleh sebagian trader forex di Indonesia, Liberty Reserve (LR), saat ini sedang menghadapi masalah serius setelah pendiri dan pemiliknya Arthur Budovsky Belanchuk ditangkap di Spanyol.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu alat pembayaran on-line yang populer dan digunakan oleh sebagian trader forex di Indonesia, Liberty Reserve (LR), saat ini sedang menghadapi masalah serius setelah pendiri dan pemiliknya Arthur Budovsky Belanchuk ditangkap di Spanyol oleh polisi gabungan Amerika Serikat dan Costa Rica. (Surat kabar on-line ticotimes.net 24 Mei 2013). Website LR sudah tidak bisa diakses sejak beberapa hari lalu dan ada kemungkinan telah di blokir oleh pihak yang berwajib.


                                                    Liberty Reserve Sedang Dalam Masalah


Kejadian ini tentu saja mengkhawatirkan para pelaku bisnis on-line termasuk trader forex yang menggunakan jasa perusahaan e-currency tersebut. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Khususnya para trader forex tentu akan mempertanyakan nasib dana hasil tradingnya yang tersimpan di account LR, apakah masih bisa ditarik? Dari pengalaman hampir serupa yang pernah terjadi pada perusahaan e-currency sejenis yaitu e-gold dan e-bullion yang tiba-tiba menghilang beberapa tahun silam, sangat kecil kemungkinannya dana yang tersimpan bisa ditarik kembali.

Lalu kepada siapakah mereka akan mengadu jika website perusahaan e-currency tersebut tidak bisa diakses? LR berbasis di negara Costa Rica dan tentunya berada dibawah hukum negara tersebut. Belum diketahui apakah ada pihak di Indonesia yang bisa dianggap sebagai wakil LR. Ada asosiasi perusahaan e-currency yang bernama Global Digital Currency Association (GDCA), tetapi sampai sejauh mana kewenangannya juga belum jelas.

Tidak hanya pebisnis on-line dan para trader forex saja yang khawatir, tetapi juga para perantara jual-beli e-currency tersebut atau on-line money changer yang tentunya punya stock LR, dan broker forex yang menerima transaksi melalui LR. Namun hingga akhir minggu lalu belum ada pernyataan dari broker ataupun money changer tentang kasus LR tersebut. Dari pengalaman kasus e-gold para money changer pada umumnya merelakan dananya. Meski e-gold menghadapi banyak tuntutan, tapi hingga kini juga tidak jelas kelanjutannya.

Kenapa pendiri dan sekaligus pemilik LR ditangkap yang berwajib?

Menurut berita yang dilaporkan situs ticotimes.net tersebut, Arthur Budovsky Belanchuk dicurigai telah menggunakan bisnisnya termasuk LR untuk pencucian uang bagi pelaku bisnis situs pornografi anak dan perdagangan obat terlarang. Ini bukan yang pertama kali Budovsky berurusan dengan pihak yang berwajib. Pada tahun 2006 silam Budovsky dan partnernya Vladimir Kats pernah menghadapi dakwaan transfer uang ilegal sebesar US$ 30 juta lewat perusahaan finansial milik mereka GoldAge Inc. yang dioperasikan dari apartemen mereka di Brooklyn, New York. Budovsky kemudian keluar dari AS dan memulai bisnis e-currency dengan mendirikan Liberty Reserve.

Menurut pakar cybercrime Brian Krebs, LR memang populer sebagai alat pembayaran dalam transaksi ‘cybercrime underground’. Ia mengatakan bahwa forum-forum on-line tentang cybercrime mendadak meledak begitu website LR tidak bisa diakses. Ia juga merasa prihatin terhadap mereka yang bermaksud menggunakan LR sebagai alat pembayaran untuk keperluan legal. Seperti trading forex tentunya.


Sumber : venturebeat.com            
                www.ticotimes.net
                ekonomi.kompasiana.com

127134

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.