Advertisement

iklan

Pasar Sambut Hangat Rencana Fiskal Inggris, GBP/USD Stabil

Penulis

+ -

Kendati paket kebijakan fiskal Inggris yang baru tak mampu menyetop ancaman resesi saat ini, rinciannya sudah cukup memuaskan bagi para trader GBP/USD.

iklan

iklan

Seputarforex - Pound sterling terpantau beredar dengan rentang pergerakan yang sempit dan volatilitas minim dalam perdagangan awal sesi Eropa hari Jumat (18/November). GBP/USD berkonsolidasi dalam rentang tertinggi multibulan pada kisaran 1.1900-an seusai pengumuman rencana anggaran fiskal baru dari Menteri Keuangan Inggris kemarin.

GBPUSD Daily Grafik GBP/USD Daily via TradingView

Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt kemarin mengumumkan rangkaian rencana kebijakan fiskal baru yang mencakup kenaikan pajak serta penghematan anggaran belanja hingga GBP55 miliar (sekitar 2% dari GDP Inggris). Rencana tersebut terutama ditujukan untuk memulihkan kredibilitas keuangan pemerintah Inggris yang sempat ambyar dalam masa pemerintahan singkat PM Liz Truss.

Pelaku pasar menyambut hangat paket kebijakan fiskal baru ini, terbukti dengan situasi pasar keuangan Inggris yang relatif stabil. Kendati paket kebijakan tersebut kemungkinan tak mampu menyetop ancaman resesi Inggris saat ini, rinciannya sudah cukup memuaskan bagi pelaku pasar.

"Reaksi pasar keuangan yang ringan terhadap Laporan Musim Gugur akan tepat seperti apa yang diinginkan HM Treasury. Tugas (Hunt) selesai," ujar Simon Grench, ekonom di Panmure Gordon.

"FTSE yang datar, demikian pula nilai tukar GBP terhadap EUR dan USD, mewakili persetujuan tersirat dari pasar keuangan, suatu hal yang penting setelah bencana anggaran mini Menteri Keuangan sebelumnya dua bulan lalu," kata Michael Field, Pakar Strategi Ekuitas Eropa di Morningstar.

Di luar reaksi pasar sekarang, para analis menilai kebijakan fiskal yang berfokus pada penghematan di era PM Rishi Sunak ini dapat menekan kurs pound sterling dalam jangka waktu lebih panjang. Penghematan belanja negara akan makin melemahkan aktivitas ekonomi domestik di masa resesi. Penghematan tersebut juga dapat ikut meredam inflasi, sehingga bank sentral Inggris (BoE) tak perlu menaikkan suku bunga terlalu tinggi demi mencapai target inflasi yang diinginkannya.

"Kami terus memperkirakan GBP akan berkinerja buruk terhadap sebagian besar mata uang G10 selain USD," kata Derek Halpenny dari MUFG, "Pengetatan kebijakan fiskal menjelang resesi akan membebani GBP."

Download Seputarforex App

298549
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.