Advertisement

iklan

Pejabat ECB Tetiba Kirim Sinyal "Rate Hike", EUR/USD Melambung

Penulis

+ -

Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, EUR/USD telah keluar dari rentang terendah 2 tahunnya dan mendaki sampai kisaran 1.0910-an.

iklan

iklan

Seputarforex - Kurs Euro mengalami penguatan terhadap semua mata uang mayor lain dalam perdagangan hari ini (21/April). Para pejabat bank sentral Eropa (ECB) beramai-ramai menyampaikan sinyal "rate hike" dalam 24 jam terakhir, sehingga memperbaiki sentimen pasar terhadap sang Single Currency. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, EUR/USD telah keluar dari rentang terendah 2 tahunnya dan mendaki sampai kisaran 1.0910-an.

EURUSD Daily Grafik EUR/USD Daily via TradingView

Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan kepada Bloomberg bahwa bank sentral semestinya mengakhiri Program Pembelian Aset (APP) pada bulan Juli dan menaikkan suku bunga dalam bulan yang sama atau beberapa bulan kemudian. Pandangan ini jauh lebih hawkish daripada pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde seusai rapat kebijakan ECB pekan lalu, yang masih mencakup rencana mengakhiri APP pada kuartal ketiga (sama dengan hasil rapat ECB bulan Maret).

"Opini saya adalah bahwa program (APP) ini harus berakhir pada Juli, dan untuk kenaikan suku bunga pertama nantinya kita perlu menilik proyeksi kita, beberapa skenario berbeda, lalu kemudian memutuskan," kata de Guindos, "Dari perspektif hari ini, (menaikkan suku bunga pada) Juli itu mungkin saja, dan September, atau setelahnya, juga mungkin."

Bukan hanya de Guindos yang terang-terangan mengharapkan "rate hike" lebih awal. Para pimpinan bank sentral Jerman, Belgia, dan Latvia sudah lebih dulu mengutarakan pendapat senada. Mereka berempat sama-sama tengah menghadiri pertemuan IMF.

"Tampaknya kita akan bisa mengakhiri pembelian obligasi, kemungkinan pada akhir kuartal kedua," kata Presiden Bundesbank, Joachim Nagel, sembari menambahkan ekspektasinya untuk kenaikan suku bunga pada awal kuartal ketiga.

Penguatan euro berkontribusi menekan Indeks Dolar AS (DXY) hingga turun ke bawah ambang 100.00 lagi. Greenback juga mengalami koreksi dalam beragam pasangan mata uang mayor lain setelah sempat terapresiasi pesat pada awal pekan. Kendati demikian, USD/JPY masih bertahan dalam rentang tertinggi dalam dua dekade terakhir pada kisaran 128.00.

Bank sentral Jepang (BoJ) kemarin lagi-lagi mengumumkan penawaran untuk membeli obligasi JGB dalam jumlah tak terbatas demi menjaga nilai yield obligasi di bawah ambang 0.25 persen. Sejumlah pejabat pemerintah Jepang telah mengutarakan kekhawatiran mereka atas dampak negatif depresiasi kurs yen, tetapi aksi BoJ mengisyaratkan bahwa otoritas moneter dapat mentolerir pelemahan kurs yen lebih lanjut. 

Download Seputarforex App

297632
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.