Advertisement

iklan

PMI ISM Non Manufaktur AS Jeblok, Dolar AS Tertekan

Menyusul manufaktur, PMI jasa AS versi ISM juga terjun bebas. Para investor yang mengkhawatirkan perlambatan ekonomi di AS pun menjual Dolar mereka.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS jatuh setelah data PMI ISM Non Manufaktur AS dilaporkan merosot. Walaupun tidak sampai terkontraksi seperti data manufaktur, tetapi hal ini cukup menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, karena sektor manufaktur dan jasa yang sama-sama melemah dapat mengarah ke perlambatan ekonomi AS.

Indeks Dolar AS (DXY) turun seperempat persen ke 98.77 sekitar dua jam setelah data tersebut dirilis. Penurunan Dp;ar AS terhadap Yen pun tampak cukup tajam. USD/JPY dalam time frame harian bergerak ke 106.8, 0.30 persen lebih rendah dari posisi sebelumnya. Level tersebut merupakan yang terendah sejak tanggal 6 September.

usdjpy

 

PMI ISM Non Manufaktur AS Terendah Tiga Tahun

Kamis (03/Oktober) malam ini, ISM melaporkan bahwa PMI Non Manufaktur atau Jasa AS merosot tajam ke dari 56.4 ke 52.6 pada bulan September. Perolehan itu juga jauh di bawah ekspektasi penurunan ke level 55.0 saja, serta menjadi yang terburuk sejak Agustus 2016.

united-states-non-manufacturing-pmi

"Trend mengkhawatirkan yang dirilis oleh ISM berlanjut ke indeks non manufaktur unuk bulan September. Memang masih di wilayah ekspansi (karena di atas 50), tetapi sangat drastis penurunannya sejak pertengahan tahun 2018, dan hanya beda tipis dengan siklus rendah yang tercapai di tahun 2016," kata Katherine Judge, analis dari CIBC Capital Markets.

Analis lain mengaitkan data tersebut dengan kondisi ekonomi di negara-negara G10 saat ini. Ranko Berich, Kepala Analis di Monex Europe mengatakan:

"Hal itu menunjukkan bahwa AS saat ini mulai menyusul negara G10 lainnya. Jadi, walaupun tak mengejutkan lagi jika negara-negara maju G10 mengalami guncangan di sektor manufaktur dan menyebar ke sektor lainnya, tetapi yang baru adalah informasi yang menunjukkan bahwa kita sedang menyaksikan pergerakan (turun) ini sedang terjadi juga di AS," kata Berich.

Dengan demikian, data-data pekan ini dapat memudarkan ekspektasi bahwa ekonomi AS akan lebih unggul dari negara-negara maju lainnya. Melengkapi outlook tersebut, AS akan merilis data Non Farm Payroll yang diperkirakan akan naik dari 130,000 ke 140,000 pada Jumat besok. Jika data ini meleset dari ekspektasi, The Fed perlu berpikir lagi jika ingin melambatkan pemotongan suku bunga.

 
290397

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.