Advertisement

iklan

RBNZ Babat Suku Bunga, Dolar Kiwi Bergolak

Pasangan Greenback-Dolar Kiwi agaknya kebingungan menyikapi implikasi kebijakan bank-bank sentral kawasan Antipodean yang belum meluncurkan Quantitative Easing.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar New Zealand ambruk ke rekor terendah 0.5989 terhadap Dolar AS pada perdagangan awal sesi Asia (16/Maret), menyusul publikasi kebijakan baru Federal Reserve dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Saat berita ditulis, NZD/USD masih tertekan di kisaran terendah sejak Mei 2009, meski sempat melonjak ke level tertinggi 0.6149.

NZDUSD

Dalam rapat kebijakan tadi malam, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin ke level 0.25 persen. Keputusan itu disampaikan hanya dua jam sebelum Federal Reserve mengumumkan pemangkasan bunga sebesar 100 basis poin ke kisaran 0.00-0.25 persen.

Menanggapi dua perubahan kebijakan darurat tersebut, NZD/USD bergolak pesat. AUD/NZD masih juga terguncang, mencatat pergerakan pada rentang antara 1.0121-1.0308. Hamish Pepper dari Harbour Asset Management, mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa pasar masih menantikan jadwal rapat kebijakan bank sentral Australia (RBA) pada hari Kamis.

"Cerita yang luar biasa adalah jika RBA tidak hanya akan melakukan pemangkasan suku bunga pada hari Kamis, tetapi mereka juga mengumumkan program pembelian obligasi," kata Pepper.

Untuk sekarang, RBNZ masih berkelit dari pertanyaan tentang Quantitative Easing (QE) seperti aksi pembelian obligasi itu. Namun, Pepper menilai RBNZ kemungkinan akan meninjau QE dalam pernyataan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada 13 Mei mendatang.

Hingga saat ini, New Zealand hanya memiliki delapan kasus infeksi virus Corona yang terkonfirmasi. Tak ada korban meninggal. Ini merupakan salah satu angka terendah diantara negara-negara asal mata uang mayor. Namun, pemerintah New Zealand telah memberlakukan peraturan di mana para pendatang harus mengkarantina diri sendiri selama 14 hari setelah kedatangan, serta melarang perkumpulan lebih dari 500 orang.

292337

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.