iklan

Survei NAB Laporkan Penurunan, Aussie Tetap Melenggang

Penulis

+ -

Kondisi bisnis Australia pada bulan September ini dilaporkan menyusut ke level terendah dalam empat bulan terakhir karena lemahnya pengiriman pesanan menyebabkan terjadinya pengurangan stok (destocking) dan harga-harga yang kompetitif membebani profitabilitas.

iklan

iklan

Kondisi bisnis Australia pada bulan September ini dilaporkan menyusut ke level terendah dalam empat bulan terakhir karena lemahnya pengiriman pesanan menyebabkan terjadinya pengurangan stok (destocking) dan harga-harga yang kompetitif membebani profitabilitas.

dolar_australia
Survei National Australia Bank (NAB) kepada lebih dari 400 perusahaan menunjukkan bahwa indeks kondisi bisnis anjlok ke +1 dari sebelumnya di +3 pada bulan Agustus, angka tersebut mundur jauh dari level tinggi multi tahunan yang sempat tercapai pada bulan Juli.

Melanda Berbagai Sektor

Laporan indeks kepercayaan bisnis tenggelam 2 poin ke +5, sementara merosotnya tenaga kerja ke -4 dari -1 menunjukkan kurang produktifnya pasar tenaga kerja. Menurut Kepala Ekonom NAB, Alan Oster, efek dari lemahnya pertumbuhan income nasional -yakni tolak ukur atas penurunan harga, kelebihan kapasitas dan perilaku waspada dalam pengeluaran- tengah dirasakan oleh berbagai lini dalam ekonomi. "Hal ini terefleksi dalam hampir sebagian besar industri." tutur Oster pada Reuters.

Dilihat dari volatilitas bulan, NAB mengatakan bahwa tren kondisi bisnis masih cukup wajar, namun akan melambat secara signifikan jika tak segera ditingkatkan.

Dolar Australia tampaknya tetap tangguh. Setelah laporan ini diluncurkan, AUD/USD berubah naik 0.14% ke posisi 0.8787, mendekati posisi 0.88. Dolar Australia masih lebih tinggi daripada ekonomi fundamentalnya meskipun banyak data-data yang merosot dalam beberapa pekan terakhir.

Pidato Guy Debelle

Malam tadi, salah seorang pejabat Bank Sentral Australia (RBA), Guy Debelle, menyatakan bahwa Australia tengah berada dalam lingkungan yang tidak biasa dimana kebijakan moneter di empat negara ekonomi mayor yaitu AS, China, Eropa, dan Jepang bergerak dalam arah yang berbeda. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi pasar dan para pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan moneter yang paling sesuai.

205913
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone