Advertisement

iklan

Yellen: Kebijakan Moneter Jepang Bukanlah Aksi Manipulasi Mata Uang

Ketua The Fed Janet Yellen enggan untuk mengkritisi kebijakan moneter Jepang ataupun dampak dari kurs Dolar-Yen pada hari Selasa kemarin,. Anggota Kongres, menduga bahwa Jepang dengan sengaja memanipulasi nilai Yen agar melemah terhadap Dolar AS demi memperoleh keuntungan perdagangan. Yellen merespon pemikiran Peters tersebut dengan merujuk pada perjanjian yang pernah dibuat antara Tujuh Kelompok menteri keuangan dan ketua-ketua bank sentral.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Ketua The Fed, Janet Yellen, enggan untuk mengkritisi kebijakan moneter Jepang ataupun dampak dari kurs Dolar-Yen pada hari Selasa kemarin, terkait upaya Jepang untuk mengentaskan diri dari deflasi selama dua dekade. Yellen, yang kemarin malam menyampaikan testimoni pertamanya pada publik sebagai laporannya pada kongres, sempat mendaptkan tekanan yang cukup kuat untuk memberikan pernyataan yang kritis mengenai kebijakan moneter Jepang.

Janet_Yellen
Yellen, menjawab pertanyaan dari anggota Komite Jasa Keuangan, mengatakan bahwa apabila kebijakan pelonggaran kuantitatif Jepang sukses, maka manfaatnya akan terasa secara global, tak hanya pada Jepang saja. Yellen juga terkesan sangat berhati-hati dalam menjawab masalah status Dolar AS, sebagai mata uang utama dunia, yang dianggap sedang dalam bahaya.

"Dollar memainkan peran yang sangat kritis dalam perekonomian global, oleh karena itu The Fed-lah yang bertugas untuk memastikan bahwa inflasi masih dalam taraf yang terkendali sehingga Dolar AS akan tetap aman, sehat, dan dapat terus menjalankan perannya tersebut," tutur Yellen.

Anggota Kongres, Gary Peters, menduga bahwa Jepang dengan sengaja memanipulasi nilai Yen agar melemah terhadap Dolar AS demi memperoleh keuntungan perdagangan secara curang.

Yellen merespon pemikiran Peters tersebut dengan merujuk pada perjanjian yang pernah dibuat antara Tujuh Kelompok menteri keuangan dan ketua-ketua bank sentral, dimana AS dan Jepang termasuk di dalamnya. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa kebijakan moneter yang dibuat oleh suatu negara, harus bertujuan untuk mencapai target dana tujuan ekonomi domestik, bukan mengatur kurs mata uang.

Yellen menjawab,"Hal ini merupakan topik yang telah dipertimbangkan dalam pertemuan G7. Yang mana, sebuah negara harus diijinkan untuk menggunakan kebijakan moneter untuk mengejar tujuan domestiknya masing-masing. Hal itu tentu saja bukan untuk menargetkan nilai mata uang ataupun saling mencapai tujuan dengan cara yang kompetisi, melainkan mencapai tujuan yang dampaknya akan baik pada perekonomian secara luas," tutup Yellen.

159262

SFN merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk mengulas berita-berita terkini di bidang forex maupun saham.