Advertisement

iklan

Deadline Brexit Diundur, Dolar AS Menguat Versus Pound

Dolar AS menguat untuk pertama kalinya dalam sepekan ini, khususnya setelah hasil voting pengunduran deadline Inggris dipublikasikan. Poundsterling pun melemah.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Di sesi perdagangan Jumat (15/Maret) dini hari, Dolar AS naik tipis karena Poundsterling jatuh, beberapa saat setelah voting parlemen menghasilkan kesepakatan untuk menunda deadline Brexit dengan hasil suara 412 banding 202.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor lain, naik 0.33 persen ke 96.79 saat berita ini ditulis pada pukul 01:44 WIB. Sedangkan GBP/USD turun 0.73 persen ke 1.3213, tak melanjutkan kenaikan yang terbentuk kemarin.

gu

 

Deadline Brexit 29 Maret Diundur

Hasil voting Parlemen Inggris yang sepakat untuk memperpanjang tenggat waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa, memperlemah Poundsterling karena artinya, ketidakpastian kembali muncul. Tidak ada keterangan sampai kapan waktu pengunduran deadline Brexit akan ditargetkan. Yang jelas, Inggris tidak jadi keluar dari Uni Eropa pada tanggal 29 Maret seperti rencana semula.

Menurut keterangan PM Theresa May yang dilansir dari BBC, deadline Brexit dapat diundur hingga tiga bulan sejak bulan ini. Artinya, Inggris dapat resmi keluar dari Uni Eropa hingga tanggal 30 Juni 2019. Akan tetapi, tenggat waktu itupun juga memerlukan persetujuan dari parlemen Inggris, yang nantinya juga harus diteken oleh 27 negara anggota Uni Eropa.

"Dengan ketidakpastian yang meliputi Brexit, saat ini bukan waktu yang tepat... untuk mengambil posisi dalam porsi besar. Metode Risk/Reward masih digunakan sembari menunggu kejelasan," papar Charles Tomes, analis Senior di Manulife Asset Management.

 

Data Ekonomi AS Masih Indikasikan Perlambatan

Terlepas dari kondisi politik Inggris, data ekonomi AS sendiri masih mengindikasikan perlambatan. Malam ini, data Jobless Claims mingguan menunjukkan kenaikan jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran dibandingkan minggu lalu. Sedangkan data Import Prices AS pada bulan Februari, naik ke level tertinggi sembilan bulan. Kenaikan impor tersebut diperkirakan belum mampu mendongkrak inflasi AS.

"Dalam pasar forex secara keseluruhan, tak terdapat banyak hal yang meyakinkan saat ini... Volatilitasnya rendah dan orang-orang tak mau memasang posisi dalam jumlah besar," kata Tomes.

287759

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


28 Feb 2019

22 Feb 2019