Advertisement

iklan

Dolar AS Volatile Setelah China Merinci Kebijakan Impor Balasan

Pergerakan Dolar AS sangat volatile setelah muncul rincian kebijakan impor balasan dari China untuk AS. Hal ini menandai dimulainya perang dagang yang lebih intensif.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS turun sedikit di penghujung sesi Asia, Rabu (19/Sep) sore ini, seiring dengan para investor yang mencerna kabar-kabar perang dagang AS-China terbaru. Secara umum, volatilitas Dolar AS cukup tajam sejak semalam, tepatnya setelah China merinci kebijakan impornya terhadap barang-barang AS.

 

usd

 

"Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang memasang harga, setelah media melaporkan bahwa Trump berencana meluncurkan tarif impor baru," kata Shinichiro Kadota, ahli forex dari Barclays.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang mayor, turun 0.07 persen ke level 94.49 saat berita ini ditulis. Sedangkan USD/JPY masih cukup kuat di level tinggi 112.97.

 

dxy

 

China Tak Gentar Meski AS Ancam Terapkan Tarif Tambahan Ketiga

China tak takut meski Presiden AS Donald Trump mengancam akan menambahkan tarif impor atas barang-barang China sebesar $267 miliar. Beijing tetap mengumumkan kenaikan bea impor terhadap lebih dari 5,000 unit barang AS, yang nilainya setara $60 miliar. Bea impor tersebut akan berlaku efektif mulai tanggal 24 September 2018, sama dengan bea impor tambahan AS yang baru terhadap barang-barang China.

Di samping itu, Kementerian Perdagangan China mengaku telah melayangkan surat keluhan pada World Trade Organization (WTO). Diekspektasikan, China akan meminta izin pada WTO untuk menjatuhkan sanksi perdagangan pada AS.

Menanggapi sikap China tersebut, Trump menuding bahwa negara pimpinan Xi Jinping tersebut mencoba menggoyahkan suara rakyat AS yang mendukungnya jelang Pemilu Parlemen November mendatang.

"China telah terang-terangan menyatakan bahwa mereka sedang giat berusaha memengaruhi dan mengubah pemilu (midterm election) kami, dengan cara menyerang para petani, peternak, dan pekerja industri, karena (China tahu) golongan tersebut loyal pada saya," kata Trump melalui akun Twitternya. "Apa yang tidak China pahami adalah orang-orang tersebut merupakan pahlawan besar (bagi Amerika)."

285371

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.