Advertisement

Fed Evans Ingin Rate Hike Ditunda Hingga Pertengahan 2018

   By: Pandawa    view: 472   Berita Forex

Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evans pada hari Rabu siang waktu setempat mengatakan bahwa dirinya menginginkan adanya jeda pada jadwal kenaikan suku bunga acuan hingga pertengahan tahun ini. Tampaknya Evans tidak setuju bila Fed melakukan Rate Hike pada pertemuan Maret mendatang, mengingat dirinya termasuk salah satu dari dua anggota FOMC yang bulan lalu tidak setuju dengan keputusan Bank Sentral AS menaikkan suku bunga.

Fed Evans Ingin Rate Hike Ditunda

Dalam pendapatnya di suatu kesempatan beberapa waktu yang lalu, Evans setuju pemotongan pajak seperti yang digagas oleh Presiden Trump akan mendorong pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam tahun ini, seiring dengan semakin kokohnya pasar tenaga kerja sepanjang 2017 lalu.

Namun Evans berpendapat kondisi tersebut (pertumbuhan ekonomi yang cepat) tidak serta merta  dapat meningkatkan laju inflasi, bahkan dengan menunda Rate Hike hingga beberapa waktu tidak menjamin target Inflasi 2 persen Fed akan tercapai akhir 2019 atau awal 2020.

“Saya akan merasa lebih percaya diri bila melihat kondisi perlemahan trend inflasi saat ini segera hilang. Menunggu hingga pertengahan tahun menjadi suatu pilihan bijak, mengingat bila semuanya berjalan dengan baik maka Fed masih bisa melakukan Rate Hike secara bertahap” ucap Evanskepada wartawan.

 

Fed Tidak Terganggu Meski China Kurangi Pembelian Obligasi

Secara terpisah, Robert Kaplan yang merupakan Presiden Fed Dallas mengatakan bahwa langkah China yang berencana mengurangi pembelian Obligasi AS tidak akan menganggu kinerja Fed dalam melanjutkan melepas kepemilikan obligasi-nya.

“Kami masih akan merencanakan penghapusan secara bertahap obligasi (dan hal itu) masih mungkin bisa ditangani secara ketat” ucap Robert Kaplan saat menjawab pertanyaan wartawan menyikapi komentar pejabat China yang mengatakan Obligasi AS kurang menarik.

Perlu diketahui bahwa langkah China tersebut membuat Dollar AS anjlok cukup dalam terhadap major currency seperti Franc Swiss dan Yen pada sesi Eropa tadi sore. Pada pukul 00:55 WIB, pair USD/JPY berada di level 111.47 atau melemah 1.1 persen sejak pembukaan perdagangan hari Rabu. Sementara itu pair USD/CHF berada di level 0.9783 atau menjauhi level high harian 0.9845.

281889

Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis
By Pandawa, 19 Apr 2018, In Berita Forex, View 150
Rata rata pengerakan (moving average) selama empat pekan yang sering digunakan untuk mengukur trend Jobless Claims AS meningkat sebesar 1,250 klaim menjadi 231,250 klaim
Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 543
Data inflasi Inggris merosot ke terendah dalam setahun, sehingga memangkas kemungkinan suku bunga dan mendorong Poundsterling Merosot.
Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 539
Pergerakan harga dipengaruhi Dolar AS yang menguat, antisipasi pasar di tengah upaya perundingan damai Korea, serta masih lesunya data ekonomi Jepang.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1068
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex